Jalan-Jalan 2026 – Persiapan (1)

Jadi, aku dapat giliran liburan selama sepekan dari kantor. Dan batas “redeem”-nya sampai Juni ini. Sekalian aja aku “redeem” biar sekalian “refreshing” setelah agenda training Proxmox VE di kantor.

Tujuan utama atau destinasi yang aku targetin adalah daerah Palabuhan Ratu – Geopark Ciletuh. Aku pilih ini karena niatku adalah testing motor dan pengen cari tempat yang sudah cukup familiar tapi memang bisa dieksplor lagi.

Geopark Ciletuh bukan nama satu tempat wisata, melainkan satu kawasan besar di bagian selatan Jawa Barat yang terdiri dari banyak banget situs atau lokasi. Luasnya sekitar 128.000 hektar. Bisa dibilang Geopark Ciletuh adalah “buku besar” yang bisa diamati untuk lihat bagaimana proses terbentuknya wilayah tersebut.

Situsnya juga bermacam-macam. Mulai dari pantai, laut, pulau, gunung, curug, hutan, dan sungai. Konsep Geopark (atau dalam Bahasa Indonesia dinamakan Taman Bumi) adalah konsep manajemen yang memadukan aspek geologi, hayati, budaya dengan prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Memilih destinasinya di antara banyaknya situs alam Ciletuh bisa dibilang membingungkan. Tapi sekarang kita bisa “suruh” aja AI untuk cariin situs yang menarik yang bisa disesuaikan dengan minat kita. Sekaligus juga rencanakan itinerary-nya biar makin rapi (aku juga pakai Gemini AI untuk planning-nya).

Dulu tahun 2018 (pas aku masih kuliah di Bogor), aku dan teman SMA-ku (loh?) pernah motoran ke daerah Palabuhan Ratu. Tepatnya ke Pantai Karanghawu dan Citepus. Tapi pulang pergi (sehari), jadinya kurang “eksplor” daerah sana. Kali ini aku pilih ke arah Ciletuh-nya sekalian.

image host

Selain persiapan target atau destinasi, tunggangan yang digunakan juga perlu dipersiapkan. Kali ini aku pakai Nmax 2021 dan namanya barang bekas, ada aja yang perlu dirapihin. Mulai dari kelistrikan (aki), servis biasa (CVT), dan rangka (segitiga dan komstir).

image host
Bengkel Press Segitiga JBB

Persiapan tunggangan untuk mengurangi risiko motor rusak di perjalanan. Pas 2018 dulu soalnya motor temanku (pas perjalanan di atas) rusak pas arah pulang (masalah rantai), udah sore (menjelang maghrib), daerah perkampungan (hutan malah) dan Alhamdulillah ada bengkel yang bisa benerin (buat sementara). Jadinya dari Cikidang sampai daerah kota jalan pelan. Mana hujan juga. Unforgettable experience.

Lanjut ke masa kini. Persiapan motor bagian “inti” sudah selesai. Aku sempet kepikiran pasang lampu tambahan. Tapi pas tanya ke bengkel, ternyata lampu sorot tambahan (yang super terang itu) harganya bisa 800 ribu sampai sejutaan lebih. Gak dulu deh hehe.

Persiapan navigasi dan ponsel. Aku juga download offline map, in case di sana gak ada sinyal. Di motorku udah ada lighter socket 12W bisa untuk charge hp. Phone holder juga sudah siap. Power bank, charger, perkabelan juga gak lupa disiapin. Untuk helm aku pilih pakai helm harianku (KYT Galaxy) yang model open face). Aku sebenernya punya helm full face juga (KYT K2R, udah dari 2018), tapi aku gak pake, mempertimbangkan kemudahan kalo aku mau minggir (dan minum) juga pas buka-pasang helm (aku pake kacamata dan susah kalo pake helm full face hehe).

Perlengkapan lain meliputi baju ganti, air, makanan (mi instan cup juga sedia – in case gak bisa keliling cari makan malam), personal hygiene & meds, sandal.

Untuk tulisan pre-ride sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *