Jalan-Jalan 2026 – Palabuhanratu – Ciletuh (5)

Sampai di Palabuhanratu, aku berkendara sebentar ke arah Pantai Citepus. Gak jauh, cuma sekitar 3-4 km (8 menitan). Aku gak mampir ke pantainya. Dulu pas 2018 pernah mampir, masuknya gratis tinggal masuk aja.
image host

image host
Pantai Citepus

image host image host
ini ke arah barat lagi, sayang pantainya kotor (potongan kayu dan sampah)

Karena sudah jam 3 sore dan perjalanan ke Ciletuh masih 2-3 jam lagi, aku mampir ke salau satu kedai di dekat Pantai Palabuhanratu. Nama kedainya “Tepi Social Space” pemandangannya pinggir pantai persis. Harga makanan-minumannya normal, mirip-mirip kaya di Bekasi. Kalau mau main ke pantainya tinggal ke bawah aja.
image host image host
image host

Cuaca kala itu cukup mendung, udah gelap. Aku takut hujan dan makin malam sampai Ciletuhnya. Setelah makan dan foto-foto di pantai, aku lanjutkan perjalanan. Ke Ciletuh masih ~47 km lagi. Masih 2 jam perkiraan di Maps kala itu.
image host

Dari kedai ternyata balik lagi ke arah utara, ke jalan raya lagi. Di arah Bagbagan, ambil arah jalan ke selatan (ambil kanan).
image host
Geopark Ciletuh masih 60 km

Karena masih daerah pemukiman, masih menemukan pom bensin reguler. Aku isi bensin aja sekalian. Waktu sudah jam setengah 5 sore. SPBU Loji 34.433.20. Aku isi 3 liter, di panel menunjukkan fulltank. Trip total dari Cibitung sudah ~142 km dan konsumsi BBM (avg)46km/L.
image host image host

Dan, spoiler, gak ada pom bensin reguler lagi sampai ke tempat tujuan.

Karena aku belum pernah ke rute ini sama sekali, jadi aku sering berhenti untuk ambil foto. Jalanannya belum ekstrim, jadi masih memungkinkan. Masih fun juga.
image host image host image host
norak gak sih?

Di beberapa titik juga masih ada perbaikan jembatan. Karena beberapa waktu yang lalu (termasuk pas 2024-2025) ada longsor di berbagai tempat di kawasan ini. Waktu 2025 juga aku gak jadi motoran ke daerah selatan karena hal ini (jadinya motoran ke Rawagede).

image host

Makin ke selatan, jalanannya makin ekstrim. Mulai naik-turun lagi. Tapi pemandangannya juga makin indah. Rutenya lewat jalan pinggir pantai juga (Pantai Loji). Tentu saja aku foto.
image host image host

Gak jauh dari Pantai Loji, aku nemu spot foto yang wah lagi. Nama daerahnya Cipunaga. Apalagi waktu itu jam 16:40an dan cahayanya bagus (udah mau menuju sunset). Aku stop lagi deh untuk foto foto (yang terakhir sebelum jalanan super ekstrim).
image host image host

Sebenarnya masih ada spot yang bagus. Tapi aku lanjut aja (gak berhenti untuk foto) biar gak kelamaan (foto-fotonya pakai Maps aja ya). Rutenya masih di pinggir pantai. Tapi naik-turun juga karena konturnya perbukitan.
image host
Jl Geopark Pelabuhan Ratu

image host
Pantai Sedekan Waru

Kondisi jalanan sepi. Cuma ada beberapa orang yang lewat dan sepertinya itu juga warga lokal. Mereka juga udah lebih “jago” bawa kendaraannya di medan ekstrim seperti ini.

Rutenya masih di pinggir pantai dan melewati beberapa spot wisata juga. Seperti Pantai Goa Sodong dan juga Pantai CIlegok.

image host
dekat Pantai Goa Sodong. tanjakan

image host
dekat Pantai Cilegok

Selepas Pantai Cilegok, jalanannya mulai makin ekstrim. Ada rambu jalan juga yang menyatakan bahwa tanjakan di depan terjal.
image host

Daerah ini namanya “Tanjakan Dini“. Pas aku lewat, aku ketar ketir karena nanjaknya curam banget. Namun jalanannya udah lumayan lebar dan kondisi jalanan sepi. Setelah lewat, aku lebih khawatir gimana nanti pas pulang.
image host

image host

image host

image host

Tapi kalau liat view-nya, bagus banget. Bisa lihat laut dari atas bukit.

Selepas Tanjakan Dini, jalanan masih naik-turun dan jalanannya makin kecil. Sama, kondisi jalanan juga sepi. Cuma ada sesekali warga yang lewat. Pas aku lewat sini sepertinya sudah jam 5 sore.
image host
image host
Puncak Gebang

Di dekat Puncak Gebang juga ternyata ada Hotel & Resort Mewah. Pas aku cek di Street View, ternyata sudah habis di dekat resort tersebut. Jadi gak ada gambar street-view-nya lagi hingga ~7 km ke depan hehe.
image host
jarak gak ada street view

Di perjalanan juga akhirnya aku ketemu satu mobil Palisade, sepertinya wisatawan/turis. Yaudah aku ikut aja di belakangnya (biar ada temen). Seenggaknya biar gak sepi-sepi banget.

Aku cek di Maps (saat nulis), ternyata setelah titik di gambar di atas, Street Viewnya sudah ada lagi.
image host

Akhirnya sampai juga di suatu tempat, namanya “Puncak Darma“. Aku stop dulu buat istirahat sebentar. Waktu menunjukkan sekitar pukul 17:20. Di titik ini kita bisa lihat bentang alam di kawasan Geopark Ciletuh. Ada kedai juga di sini. Ternyata mobil Palisade tadi juga stop di sini (mereka turun). Aku sebentar aja di sini, gak mampir ke kedainya.

image host

Apakah jalanan ekstrim sudah selesai? Tentu belum. Dari Puncak Darma, kita turun lagi ke bawah. Ada persimpangan juga ke arah Puncak Aher (buat viewing spot juga). Tujuanku ke arah kanan/bawah.
image host

Selepas persimpangan di atas, jalannya turun ke bawah. Ekstrim lagi aja. Turunan dan jalanannya jauh lebih kecil dibanding di Tanjakan Dini.
image host image host
kayanya aku belum berani kalau ke sini bawa mobil

Setelah itu, jalanan relatif rata, ada hamparan sawah dan bisa dibilang mulai banyak pemukiman. Di dekat sini juga ada wisata “Curug Cimarinjung“.
image host image host

Selepas Curug Cimarinjung. kita akan sampai di daerah “inti” dari Geopark Ciletuh-nya. Sudah banyak penginapan di daerah ini.
image host

Ada hamparan sawah lagi. Udah sore banget, sekitar jam 17:45.
image host image host

Alhamdulillah sampai di penginapan sekitar jam 6 sore. Lokasinya di dekat Curug Sodong.
image host image host

Capek banget. Apakah aku bisa tidur nyenyak? Nggak hehe. Malah susah tidur lagi.

Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *