Aku berhenti dulu sebelum percabangan ke arah Cikidang. Lurus terus masih Jl Nasional 2 lalu ke Jl Nasional 3. Kalau jalan ke Cikidang sepertinya jalan provinsi. Jarak dari titik percabangan (tempat aku stop) ke kawasan Palabuhanratu jaraknya sekitar 40 km dan bisa ditempuh dalam waktu 1 s.d. 2 jam.
Kita mulai. Jalan ini namanya adalah Jl Raya Cikidang – Pamuruyan. Saat masuk, lebar jalannya mirip dengan jalan di Cikidang. Kecil. Dan mulai menanjak juga. Masih ramai pemukiman. Belum terlalu seram. Tapi, mulai titik ini kita gak bisa nemuin pom bensin besar. Adanya bensin eceran dan.. sepertinya Pertashop ada (kurang ingat).

Makin masuk ke dalam, kita akan menemui lahan sawit. Jalanannya juga mulai rusak di daerah ini.

Aku sampai di titik ini sekitar jam setengah 2 siang. Perjalanan dari Cibitung sudah menempuh ~90 km. Konsumsi BBM (avg) sampai titik ini adalah 44.4 km/L.
Jalanan dengan pemandangan lahan sawit bisa dibilang cukup panjang. Mungkin sekitar 10-15 km. Jalanan juga mulai berkelok dan naik-turun. Mulai “seru” (lebih ke serem sih). Gak full kebun sawit juga. Masih cukup sering masuk pemukiman juga.

Aku juga sempet stop sebentar di depan markas militer, tepatnya depan Koramil Cikidang. Jalannya mulus banget, kayanya masih baru diaspal.

Sepanjang jalan ini kita juga akan menemui berbagai wisata seperti rafting/arung jeram. Jalanan juga makin sepi dan makin berkelok-naik-turun. Tapi jalanannya lumayan lebar. Jadi masih lebih aman.
Karena menggunakan motor matic, aku harus pintar-pintar “menyekolahkan” tangan saat mengerem. Kuncinya adalah tidak menekan rem secara terus-menerus atau terlalu sering. Jika jalur turunan di depan masih terlihat aman dan terbaca, biarkan motor meluncur turun dengan tetap waspada. Intinya, jangan terlalu takut menghadapi turunan.
Saat kecepatan motor terasa terlalu kencang—misalnya sudah melebihi 35 km/jam—baru operasikan rem. Gunakan teknik rem “selang-seling” dengan bergantian menekan rem belakang dan rem depan, bukan menahan keduanya sekaligus. Teknik ini efektif mengurangi risiko rem overheat dan blong. Selain itu, selesaikan proses pengereman sebelum memasuki tikungan, bukan saat motor sudah berada tepat di belokan.
di depan jalan ini, turunan yang ekstrim banget
Di daerah.. Kiaralawang (Lawang=Hutan) juga sempat ada perbaikan jalan. Sepertinya terdampak longsor. Jalanannya juga mulai menyempit. Di dekat sini juga kita bisa ketemu sama monyet liar.
Aku sampai di sini sekitar jam setengah 3 sore. Sudah menempuh hampir 130km dari Cibitung dan konsumsi BBM (avg) 45,6 km/L.
Dari Kiaralawang ke Palabuhanratu/daerah kota gak terlalu jauh. Cuma sekitar 3-5 km aja. Kondisi jalanan masih sempit dan perhutanan.
Mulai ke arah kota (Jl Bhayangkara), mulai banyak pemukiman dan berbagai bangunan pemerintahan. Ternyata pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi juga terletak di kawasan Palabuhanratu.
Akhirnya, sekitar jam 14:40 aku sampai di Pantai Palabuhanratu. Karena lokasinya di dekat pasar ikan, jadi gak heran kita bakal mencium bau ikan. Stop dulu untuk foto.
Tempat aku berhenti ini bukan bagian tempat wisatanya. Lebih ke.. parkiran aja.
Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Masih banyak “stok” untuk tulisan yang akan datang. Sampai jumpa. Bye.












