Saat di Curug Sodong, aku juga cek review di Maps. Ada yang bilang di dekat Curug Sodong ada curug lain, namanya Curug Cikanteh. Aku lihat di sekeliling gak ada curug lain (yang dekat) kayaknya. Yaudah aku keliling aja area Curug Sodong.
Ada warung kecil juga di sana. Pas aku lihat, ternyata pengunjung lain ada yang ke arah sana dan ternyata ada jalan kecil. Kayaknya ini deh arah ke Curug Cikanteh.

Jalannya naik-turun, masuk ke hutan gitu. Ada bambu pegangannya juga (ada juga yang nggak ada).

Setelah sekitar 5 menit trekking (eh trekking mah katanya long distance ya?), akhirnya sampai di semacam pos begitu. Di sini hitungannya bukan tiket masuk, tapi “iuran kontribusi” dan ada buku tamunya. Bebas mau kasih berapa (tapi ga bisa pakai QRIS).
Lanjut, setelah pos itu ada jembatan bambu untuk dilewati. Agak serem sih tapi seru. Ada warga (atau pengurus) juga yang lagi bikin jembatan satu lagi. Sungainya penuh batuan (banyak yang besar).

Setelah menyeberangi sungai, kita masuk ke hutan lagi. Di sini juga banyak bebatuan.

Makin kelihatan curugnya. Tapi untuk ke area curugnya sangat tricky. Perlu lewatin batu-batu besar dan seingatku ga ada panduan better lewat mana. Jadi… aku juga made my own path.

dari pos tadi ke sini gak sampai 10 menit
Ternyata pas aku ke dekat curugnya, pengunjungnya lumayan banyak. Ada juga beberapa yang berenang. Aku juga sempat tidur-tiduran sebentar di atas batu besar. Enjoying the moment. Tapi cukup disayangkan, lumayan banyak sampah yang ditemui di sela-sela batuan.

Jam 10, aku memutuskan untuk balik ke penginapan. Buat siap-siap pulang. Tentu saja baliknya lewatin batu-batu dan jembatan bambu yang tadi.

Ini dia warung dan jalan ke arah Curug Cikanteh yang dimaksud:

Setelah keluar dari area Curug Cikanteh dan Sodong, aku lanjut mampir ke warung makan (belum sarapan hehe). Warungnya lupa aku fotoin.
Dan.. ini juga catatan Strava-ku selama per”jalan”an PP Curug Cikanteh:

Itu dulu tulisan kali ini. Masih ada lanjutannya. Sampai jumpa. Bye.


