Konfigurasi IP FreeCORE dan Import Existing Pool

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau lanjutin tulisan kemarin ( https://zaidan.web.id/2026/09/15/instalasi-freecore/ ). Setelah instalasi FreeCORE, secara otomatis sistem mendapatkan alamat IP namun belum bisa terhubung ke jaringan, perlu disesuaikan lagi (dalam case yang aku alami). Halaman utama pada FreeCORE adalah sebagai berikut:

View post on imgur.com

Aku coba pilih 1 – Configure Network Interfaces. Akan muncul tiga buah interface. Pada server yang aku gunakan memang ada tiga buah interface, yaitu ix0 & ix1 yang merupakan fiber channel, dan re0 yang merupakan ethernet bawaan motherboard. Pada pengujian kali ini aku pilih yang ix0. Selanjutnya adalah konfirmasi pilihan dan sistem akan melakukan restart jaringan. Namun alamat IP belum disesuaikan pada tahap ini.

Akhirnya aku pilih menu 9 – Shell. Coba konfigurasi secara manual. Gunakan perintah ifconfig untuk menetapkan alamat IP statis dan mengaktifkan interface ix0.

ifconfig ix0 192.168.1.253 netmask 255.255.255.0 up

Selanjutnya, hapus route yang sudah ada (akan digantikan route yang baru).

route delete default

Apabila ada pesan route has not been found, artinya routing table yang lama memang sudah kosong.

Tambah gateway baru.

route add default 192.168.1.250

Untuk cek konfigurasinya, bisa ping dari komputer lain pada jaringan yang sama, ke alamat IP yang baru diset. Akses web interface juga bisa dilakukan melalui alamat IP tersebut.

 

Pada akses awal, kita akan diminta untuk atur root password. Selanjutnya, akan tampil halaman dashboard dari FreeCORE. Tampilannya secara umum mirip dengan TrueNAS. Namun aku mengalami suatu kendala yaitu tampilan nama menu yang tidak muncul. Solusi yang work (yang aku coba) adalah mengganti web browser (dari Firefox ke Edge).

Import Existing Pool

Karena pada case ini aku menimpa instalasi TrueNASnya saja, sedangkan disk yang digunakan sebagai storage masih ada, maka kita bisa gunakan kembali storage tersebut. Kita bisa import lagi storage-nya. Opsinya ada di menu Storage> Pools. Halaman Pools masih kosong. Pilih tombol Add.

 

  • Ada dua opsi yaitu Create new pool dan Import an existing pool. Jelas untuk skenario ini kita pilih opsi Import an existing pool.
  • Apabila storage lama memiliki enkripsi, kita bisa decrypt. Namun karena storage yang aku gunakan tidak dieknripsi, kita bisa pilih No, continue with import.
  • Proses discovery.
  • FreeCORE akan mendeteksi pool yang sudah ada (dalam case ini namanya datapool3tb-mirror). Pilih Next> Import.
  • Setelah tombol Import diklik, sistem akan mendaftarkan kembali struktur direktori ZFS. Pool akan muncul di daftar Storage > Pools dengan status ONLINE (dalam case ini disk-nya bermasalah dan mau di-troubleshoot, maka dari ito statusnya Unhealthy).

Berhasil meng-import pool bukan berarti data langsung bisa diakses dari jaringan lokal atau hypervisor (seperti Proxmox).

Proses import ini hanya berfungsi mengaitkan (mount) sistem berkas ZFS ke dalam sistem operasi FreeCORE. Agar data di dalamnya dapat diakses kembali oleh client, kita harus mengonfigurasi ulang protokol pembagian berkas (Shares) seperti NFS atau SMB/CIFS.

Tulisan kali ini sampai sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *