Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau sharing pengalamanku instal platform bernama FreeCORE. Merupakan fork dari TrueNAS dan dapat digunakan sebagai OS untuk perangkat NAS. Berikut ini beberapa perbedaan antara TrueNAS dan FreeCORE:
| Parameter | TrueNAS | FreeCORE |
|----------------------|------------------------------------------------------------|---------------------------------------------------|
| Arsitektur | Appliance OS berbasis FreeBSD (TN Core)/ Debian (TN Scale) | OS/Management Stack berbasis FreeBSD |
| Fokus Utama | Server storage | Otomasi service & storage management serbaguna |
| Pengelolaan Disk | Manajemen ZFS pool | Mendukung existing ZFS import & ecosystem sharing |
Persiapan Installer
Untuk instalasi FreeCORE, kita bisa siapkan terlebih dahulu installer-nya. Situs web FreeCORE dapat diakses melalui link berikut: https://freecore.org/ . Untuk download ISO-nya, langsung saja klik link yang ada pada bagian “Install”.
Aku sempat simpan ISO-nya di USB disk yang sudah dikonfigurasi dengan Ventoy. Awalnya masih terdeteksi oleh server, masih bisa pilih installer FreeCORE-nya, masih bisa masuk ke menu utamanya, tapi tidak bisa lanjut ke proses instalasi.
Lanjut konfigurasi ulang USB bootable-nya dengan menggunakan balenaEtcher. Situs webnya bisa diakses dari link berikut: https://etcher.balena.io/ . balenaEtcher mendukung Linux, Windows, dan macOS. Memang balenaEtcher tidak seperti Ventoy yang bisa multi-OS. Tapi kadang Ventoy juga ada kendala seperti yang sedang dialami di titik ini (installer tidak terbaca/tidak bisa lanjut).
Prosesnya cukup mudah. Download balenaEtcher, pilih file ISO, pilih USB drive, tunggu hingga prosesnya selesai.
Setelah dikonfigurasi ulang dengan balenaEtcher, kali ini berhasil masuk ke tahap selanjutnya dari installer. Tampilan menu awalnya mirip dengan instalasi TrueNAS.
Berikut ini tahapan yang ada saat instalasi FreeCORE:
- Menu instalasi utama, pilih opsi 1 Install/Upgrade.
- Pilih disk yang akan diinstal FreeCORE > konfirmasi.
- Atur password untuk akun root.
- Opsi boot. Bisa pakai UEFI atau BIOS. Untuk server modern disarankan pakai UEFI, namun untuk server lawas bisa pakai BIOS (yang dipilih pada pengujian kali ini).
- Kita juga bisa pilih mau buat swap atau tidak pada boot device. Pada pengujian kali ini menggunakan/memilih opsi Create swap.
- Proses instalasi.
- Setelah proses instalasi selesai, reboot dan lepas USB disk.
- Setelah reboot, akan tampil alamat IP yang dapat digunakan untuk akses ke web interface.
Namun perlu dipastikan juga, apabila web interface belum bisa diakses, bisa jadi konfigurasi jaringannya masih belum sesuai (alamat IP-nya didapatkan secara otomatis, jadi perlu dicek lagi). Namun untuk pengecekan lebih lanjut belum aku tulis pada tulisan kali ini.
Sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.