Hai semuanya, apa kabar? Tulisan sebelumnya kita sudah coba melakukan migrasi VM antar server Proxmox VE dengan menambahkan storage (Ceph) dari server lama ke server baru. Ada metode lain lagi yang dapat digunakan, yaitu menggunakan perintah bawaan Linux, dd. Pada pengujian kali ini, server yang digunakan masih sama seperti tulisan sebelumnya yaitu PVE7 (source) dan PVE9 (target).
Metode ini berguna apabila kita ingin memindahkan data secara langsung lewat jaringan antar dua server. Isi disk akan dikirim bit per bit dari source ke target.
Persiapan Awal
VM di server asal (PVE7) harus dimatikan terlebih dahulu, untuk menghindari adanya perubahan data saat proses penyalinan data berlangsung.
Di server baru/tujuan (PVE9) juga perlu menyiapkan VM kosong yang akan digunakan sebagai “tempat VM” setelah migrasi.

Source Disk Mapping
Karena source disk berada di cluster Ceph, maka kita perlu melakukan mapping secara manual. Tahapan ini bertujuan untuk mengubah Ceph menjadi block device (bentuknya seperti /dev/rbd0) agar dapat dibaca oleh perintah dd.
rbd map vmpool/vm-102-disk-0
/dev/rbd0
Eksekusi Migrasi
Berikut ini adalah contoh perintah yang digunakan:
dd if=/dev/rbd0 conv=sparse status=progress bs=1M | ssh root@192.168.9.45 "dd of=/dev/zvol/ZFS-pool/vm-102-disk-0 bs=1M"
if=/dev/rbd0: Sumber data di PVE7.conv=sparse: Membuatddtidak mengirim blok data yang kosong. Jadi prosesnya jauh lebih cepat.ssh root@...: Mengirim data via SSH ke PVE9.of=/dev/zvol/...: Tempat menaruh data di PVE9.
Pada pengujian yang dilakukan, prosesnya berlangsung selama 25 menit (~1521 detik). Hmm lumayan lama juga ya.

Verifikasi Setelah Migrasi
Setelah proses salin data selesai, pada PVE7 kita lepas mapping-nya dengan perintah berikut:
rbd unmap /dev/rbd0
Di PVE9, kita cek isi ZFS-pool-nya dengan menggunakan perintah zfs list ZFS-pool/vm-102-disk-0 . Gambar di bawah menampilkan bahwa disk dari VM 102 sudah ada di ZFS-pool.

Kita juga bisa cek menu VM > Hardware . Pada gambar di bawah bisa kita lihat kalau VM 102 hasil migrasi (di PVE9) sudah menggunakan storage ZFS-pool.

Selanjutnya, kita coba jalankan VM-nya.

VM 102 hasil copy dari PVE7 berhasil dijalankan di PVE9.

Penutup
Metode dd via SSH adalah salah satu alternatif apabila kita sudah coba metode lain namun masih gagal. Walaupun terkesan “klasik/manual”, cara ini bisa dibilang cukup andal untuk proses pemindahan/salin data dengan jumlah besar.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.
