Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Pindahkan VM Antar Server Dengan Perintah “dd”

Posted on 24/04/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Tulisan sebelumnya kita sudah coba melakukan migrasi VM antar server Proxmox VE dengan menambahkan storage (Ceph) dari server lama ke server baru. Ada metode lain lagi yang dapat digunakan, yaitu menggunakan perintah bawaan Linux, dd. Pada pengujian kali ini, server yang digunakan masih sama seperti tulisan sebelumnya yaitu PVE7 (source) dan PVE9 (target).

Metode ini berguna apabila kita ingin memindahkan data secara langsung lewat jaringan antar dua server. Isi disk akan dikirim bit per bit dari source ke target.

Persiapan Awal

VM di server asal (PVE7) harus dimatikan terlebih dahulu, untuk menghindari adanya perubahan data saat proses penyalinan data berlangsung.

Di server baru/tujuan (PVE9) juga perlu menyiapkan VM kosong yang akan digunakan sebagai “tempat VM” setelah migrasi.
image host

Source Disk Mapping

Karena source disk berada di cluster Ceph, maka kita perlu melakukan mapping secara manual. Tahapan ini bertujuan untuk mengubah Ceph menjadi block device (bentuknya seperti /dev/rbd0) agar dapat dibaca oleh perintah dd.

rbd map vmpool/vm-102-disk-0
/dev/rbd0

Eksekusi Migrasi

Berikut ini adalah contoh perintah yang digunakan:

dd if=/dev/rbd0 conv=sparse status=progress bs=1M | ssh root@192.168.9.45 "dd of=/dev/zvol/ZFS-pool/vm-102-disk-0 bs=1M"

image host

  • if=/dev/rbd0: Sumber data di PVE7.
  • conv=sparse: Membuat dd tidak mengirim blok data yang kosong. Jadi prosesnya jauh lebih cepat.
  • ssh root@...: Mengirim data via SSH ke PVE9.
  • of=/dev/zvol/...: Tempat menaruh data di PVE9.

Pada pengujian yang dilakukan, prosesnya berlangsung selama 25 menit (~1521 detik). Hmm lumayan lama juga ya.
image host

Verifikasi Setelah Migrasi

Setelah proses salin data selesai, pada PVE7 kita lepas mapping-nya dengan perintah berikut:

rbd unmap /dev/rbd0

Di PVE9, kita cek isi ZFS-pool-nya dengan menggunakan perintah zfs list ZFS-pool/vm-102-disk-0 . Gambar di bawah menampilkan bahwa disk dari VM 102 sudah ada di ZFS-pool.
image host

Kita juga bisa cek menu VM > Hardware . Pada gambar di bawah bisa kita lihat kalau VM 102 hasil migrasi (di PVE9) sudah menggunakan storage ZFS-pool.
image host

Selanjutnya, kita coba jalankan VM-nya.
image host

VM 102 hasil copy dari PVE7 berhasil dijalankan di PVE9.
image host

Penutup

Metode dd via SSH adalah salah satu alternatif apabila kita sudah coba metode lain namun masih gagal. Walaupun terkesan “klasik/manual”, cara ini bisa dibilang cukup andal untuk proses pemindahan/salin data dengan jumlah besar.

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Tanah Sengketa
  • Memperbaiki Double Visor Helm KYT K2R
  • Menampilkan Progress Saat Salin File di Linux
  • WFA Jauh

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme