Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Cara “Numpang” Storage Ceph: Migrasi VM Antar Node Proxmox VE Tanpa Cluster

Posted on 23/04/202623/04/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah kita ingin memindahkan VM dari server Proxmox VE yang lama ke server baru dan VM-nya menggunakan Ceph sebagai storage-nya. Kita akan coba salah satu cara yang mungkin belum terlalu familiar bagi pemula (termasuk saya). Kita akan jadikan Ceph di server lama sebagai External Storage di server baru.

Untuk pengujian kali ini, kita akan menggunakan dua buah server Proxmox VE (dua-duanya standalone, tidak terhubung ke dalam cluster).

Untuk Apa Pengujian ini?

Bayangkan saja kita punya server Proxmox VE yang lama (sebut saja PVE7) dan ingin kita pindahkan ke server baru yang… lebih ngebut dan modern (sebut saja PVE9).
image host
Dengan “teknik” yang akan kita lakukan ini, kita akan “memperkenalkan” atau menambahkan storage (Ceph) yang digunakan oleh PVE7 ke tempatnya PVE9. Begitu VM-nya sudah pindah ke PVE9, kita tinggal gunakan menu Move Disk saja untuk memindahkan data VM-nya ke storage yang ada di PVE9.

Persiapan di Server Tujuan (PVE9)

Kita akan siapkan “penampungan data” yang akan jadi storage dari VM yang dimigrasikan (setelah move disk). Pada pengujian kali ini kita akan gunakan ZFS pada PVE9. PVE9 sudah disiapkan disk yang memang akan digunakan untuk setup ZFS. Buka web UI, pilih pve9 > Disks> ZFS. Piih tombol Create: ZFS.
image host
Ukuran disk yang akan digunakan sebagai ZFS pada pengujian kali ini adalah ~107 GB.
image host

Ambil Keyring dari PVE7

Agar PVE9 dapat mengakses Ceph-nya PVE7, kita butuh alamat IP dari Ceph Monitor dan Keyring dari PVE7. Masuk ke PVE7 dan cek alamat IP Ceph Monitornya dengan perintah berikut:

grep "mon_host" /etc/ceph/ceph.conf

Salin juga isi keyring-nya.

root@pve7:~# cat /etc/pve/priv/ceph/vmpool.keyring
[client.admin]
key = [nilai-key-di-sini]

Menghubungkan Ceph PVE7 ke PVE9

Dari PVE9, kita akan tambahkan Ceph PVE7. Buka menu Datacenter> Storage> Add> RBD.
image host
Sebagai catatan, hilangkan ceklis pada Use Proxmox VE managed hyper-converged ceph pool agar kita bisa memasukkan keyring-nya PVE7.
image host
Isi parameternya. Pada pengujian kali ini kita beri nama Ceph-PVE7. Sesuaikan nama pool dengan yang ada di PVE7 (dalam hal ini, namanya vmpool). Monitor diisi dengan alamat IP Ceph Monitor PVE7 (192.168.9.44). Username admin. Isikan juga keyring-nya. Pilih tombol Add untuk menambahkan storage.

Apabila Ceph berhasil ditambahkan namun masih belum terbaca (masih tanda tanya seperti gambar di bawah), maka ada tambahan langkah yang perlu dilakukan.
image host

Masuk ke terminal PVE9 dan kita buat file keyring manual. Samakan nama file-nya dengan ID Ceph yang tadi ditambahkan, dan sesuaikan isi keyring-nya.

root@pve9:~# cat <<EOF > /etc/pve/priv/ceph/Ceph-PVE7.keyring
[client.admin]
key = [isi-keyring-di-sini]
EOF
root@pve9:~# systemctl restart pvestatd

Gambar di bawah menampilkan Ceph sudah berhasil ditambahkan dan muncul detailnya.
image host

Proses Pemindahan VM dan Uji Coba

Masuk kembali ke PVE7 dan salin file konfigurasi VM (dalam pengujian kali ini menggunakan VM 101 dan dalam keadaan OFF) dari PVE7 ke PVE9. Jalankan perintah ini dari PVE7:

root@pve7:~# scp /etc/pve/qemu-server/101.conf root@192.168.9.45:/etc/pve/qemu-server/
root@192.168.9.45's password: 
101.conf                                        0%    0     0.0KB/s   --:-- ET101.conf                                      100%  469   528.9KB/s   00:00    
root@pve7:~#

Kita pindah ke PVE9. Gambar di bawah ini menampilkan VM 101 sudah muncul di PVE9.
image host

Karena VM 101 masih menggunakan storage Ceph, kita pindahkan ke storage ZFS yang ada di PVE9 (yang kita buat sebelumnya, saat awal artikel ini). Pilih VM 101>Hardware> Hard Disk> Disk Action> Move Storage.
image host

Pilih ZFS-pool. Kali ini kita tidak pilih opsi Delete Source, antisipasi misalnya proses move disk gagal, kita masih punya file aslinya.
image host

Gambar di bawah menampilkan proses transfer datanya. Apabila sudah selesai, akan ditandai dengan tulisan TASK OK.
image host

Kita kembali lagi ke menu Hardware. Pada bagian disk, akan ada entri Unused Disk. Hapus saja, dengan memilih tombol Remove.
image host
image host

Jika kita lihat, VM 101 juga masih ada entri Local drive (CD)-nya. Entri ini juga bisa dihapus.
image host

Selain itu, cek juga boot order-nya dari halaman Options> Boot Order. Sesuaikan agar VM booting dari disk yang sesuai.

Apabila sudah, kita coba nyalakan VM-nya. Gambar di bawah menampilkan VM hasil migrasi dapat berjalan pada server tujuan.
image host

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Gowes Pantai – part 3
  • Sekilas Tentang Arsitektur Ceph di Proxmox VE
  • Cara Cek CPU, RAM, dan Storage di Linux
  • Konfigurasi Ceph di Proxmox VE

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme