Hai semuanya, apa kabar? Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah kita ingin memindahkan VM dari server Proxmox VE yang lama ke server baru dan VM-nya menggunakan Ceph sebagai storage-nya. Kita akan coba salah satu cara yang mungkin belum terlalu familiar bagi pemula (termasuk saya). Kita akan jadikan Ceph di server lama sebagai External Storage di server baru.
Untuk pengujian kali ini, kita akan menggunakan dua buah server Proxmox VE (dua-duanya standalone, tidak terhubung ke dalam cluster).
Untuk Apa Pengujian ini?
Bayangkan saja kita punya server Proxmox VE yang lama (sebut saja PVE7) dan ingin kita pindahkan ke server baru yang… lebih ngebut dan modern (sebut saja PVE9).

Dengan “teknik” yang akan kita lakukan ini, kita akan “memperkenalkan” atau menambahkan storage (Ceph) yang digunakan oleh PVE7 ke tempatnya PVE9. Begitu VM-nya sudah pindah ke PVE9, kita tinggal gunakan menu Move Disk saja untuk memindahkan data VM-nya ke storage yang ada di PVE9.
Persiapan di Server Tujuan (PVE9)
Kita akan siapkan “penampungan data” yang akan jadi storage dari VM yang dimigrasikan (setelah move disk). Pada pengujian kali ini kita akan gunakan ZFS pada PVE9. PVE9 sudah disiapkan disk yang memang akan digunakan untuk setup ZFS. Buka web UI, pilih pve9 > Disks> ZFS. Piih tombol Create: ZFS.

Ukuran disk yang akan digunakan sebagai ZFS pada pengujian kali ini adalah ~107 GB.

Ambil Keyring dari PVE7
Agar PVE9 dapat mengakses Ceph-nya PVE7, kita butuh alamat IP dari Ceph Monitor dan Keyring dari PVE7. Masuk ke PVE7 dan cek alamat IP Ceph Monitornya dengan perintah berikut:
grep "mon_host" /etc/ceph/ceph.conf
Salin juga isi keyring-nya.
root@pve7:~# cat /etc/pve/priv/ceph/vmpool.keyring
[client.admin]
key = [nilai-key-di-sini]
Menghubungkan Ceph PVE7 ke PVE9
Dari PVE9, kita akan tambahkan Ceph PVE7. Buka menu Datacenter> Storage> Add> RBD.

Sebagai catatan, hilangkan ceklis pada Use Proxmox VE managed hyper-converged ceph pool agar kita bisa memasukkan keyring-nya PVE7.

Isi parameternya. Pada pengujian kali ini kita beri nama Ceph-PVE7. Sesuaikan nama pool dengan yang ada di PVE7 (dalam hal ini, namanya vmpool). Monitor diisi dengan alamat IP Ceph Monitor PVE7 (192.168.9.44). Username admin. Isikan juga keyring-nya. Pilih tombol Add untuk menambahkan storage.
Apabila Ceph berhasil ditambahkan namun masih belum terbaca (masih tanda tanya seperti gambar di bawah), maka ada tambahan langkah yang perlu dilakukan.

Masuk ke terminal PVE9 dan kita buat file keyring manual. Samakan nama file-nya dengan ID Ceph yang tadi ditambahkan, dan sesuaikan isi keyring-nya.
root@pve9:~# cat <<EOF > /etc/pve/priv/ceph/Ceph-PVE7.keyring
[client.admin]
key = [isi-keyring-di-sini]
EOF
root@pve9:~# systemctl restart pvestatd
Gambar di bawah menampilkan Ceph sudah berhasil ditambahkan dan muncul detailnya.

Proses Pemindahan VM dan Uji Coba
Masuk kembali ke PVE7 dan salin file konfigurasi VM (dalam pengujian kali ini menggunakan VM 101 dan dalam keadaan OFF) dari PVE7 ke PVE9. Jalankan perintah ini dari PVE7:
root@pve7:~# scp /etc/pve/qemu-server/101.conf root@192.168.9.45:/etc/pve/qemu-server/
root@192.168.9.45's password:
101.conf 0% 0 0.0KB/s --:-- ET101.conf 100% 469 528.9KB/s 00:00
root@pve7:~#
Kita pindah ke PVE9. Gambar di bawah ini menampilkan VM 101 sudah muncul di PVE9.

Karena VM 101 masih menggunakan storage Ceph, kita pindahkan ke storage ZFS yang ada di PVE9 (yang kita buat sebelumnya, saat awal artikel ini). Pilih VM 101>Hardware> Hard Disk> Disk Action> Move Storage.

Pilih ZFS-pool. Kali ini kita tidak pilih opsi Delete Source, antisipasi misalnya proses move disk gagal, kita masih punya file aslinya.

Gambar di bawah menampilkan proses transfer datanya. Apabila sudah selesai, akan ditandai dengan tulisan TASK OK.

Kita kembali lagi ke menu Hardware. Pada bagian disk, akan ada entri Unused Disk. Hapus saja, dengan memilih tombol Remove.


Jika kita lihat, VM 101 juga masih ada entri Local drive (CD)-nya. Entri ini juga bisa dihapus.

Selain itu, cek juga boot order-nya dari halaman Options> Boot Order. Sesuaikan agar VM booting dari disk yang sesuai.
Apabila sudah, kita coba nyalakan VM-nya. Gambar di bawah menampilkan VM hasil migrasi dapat berjalan pada server tujuan.

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.