Tutorial Instal Ceph di Ubuntu Server (Single Node)

Hai semuanya, apa kabar? Kemarin kita sudah bahas cara instalasi Ubuntu Server di Proxmox VE dari awal hingga selesai. Sekarang kita akan coba instal Ceph di atas Ubuntu Server.
image host
Pada pengujian sebelumnya, Ubuntu Server yang disiapkan memiliki 4 disks. 1 disk untuk sistem, 3 lagi untuk dijadikan Ceph Storage (OSD).

Persiapan: Instalasi cephadm

Jalankan skrip berikut untuk mengunduh cephadm dari GitHub dan berikan hak akses eksekusi.

curl --remote-name --location https://github.com/ceph/ceph/raw/quincy/src/cephadm/cephadm
chmod +x cephadm

image host

Instalassi Docker

Ceph membutuhkan container runtime untuk menjalankan komponennya. Kita akan gunakan Docker pada pengujian kali ini.

sudo apt install docker.io -y

image host

Aktifkan Docker dan pastikan service-nya berjalan otomatis.

sudo systemctl enable --now docker
sudo systemctl status docker

image host
Untuk verifikasi versi Docker yang terinstal, gunakan perintah berikut:

docker --version

image host

Persiapan Akun Ceph

Buat grup dan pengguna khusus untuk Ceph di lokal agar CT dapat melakukan pemetaan/mapping ID pengguna secara konsisten.

sudo groupadd -g 167 ceph
sudo useradd -u 167 -g 167 -s /sbin/nologin -M ceph

Bootstrap Cephadm

Lanjutkan proses pembuatan cluster (bootstrap) dengan menentukan IP Ceph MON utama yang mengarah ke IP host (dalam hal ini berarti si Ubuntu-nya).

sudo ./cephadm bootstrap --mon-ip 192.168.9.54

image host

image host

Pada akhir proses bootstrap, akan ada informasi login untuk digunakan pada web interface-nya Ceph. Contohnya seperti ini:

  • URL: https://<nama-host>:8443/
  • User: admin
  • Password: (Teks acak yang dihasilkan oleh sistem)

Kendala Error Parsing Cephadm

Kadang ada pesan error yang muncul akibat kegagalan metode pemisahan teks (string splitting). Lakukan manipulasi baris kode berikut menggunakan perintah sed untuk membatasi hasil split hanya sebanyak dua elemen pertama:

sed -i "s/item, mode = line.split(' ')/item, mode = line.split(' ')[:2]/g" cephadm

Akses Ceph Shell

Untuk mulai mengonfigurasi klaster, gunakan utilitas Cephadm untuk masuk ke dalam ruang eksekusi shell terisolasi yang sudah membawa seluruh perkakas CLI Ceph.

sudo ./cephadm shell --fsid 8e68c362-478a-11f1-xxx...

Konfigurasi Replika Ceph & OSD

Implementasi Ceph secara default ditujuan untuk penggunaan pada infrastruktur multi-server. Karena pada pengujian kali ini hanya menggunakan 1 node, maka ada penyesuaian yang perlu dilakukan. Yaitu menyesuaikan jumlah pool & replica.

ceph config set global osd_pool_default_size 1
ceph config set global osd_pool_default_min_size 1

Keluar dari Ceph Shell. Lakukan workaround patch yang sama pada skrip internal Cephadm cluster yang berada di direktori /var/lib/ceph/ agar perintah manajemen OSD tidak terhambat:

sudo sed -i "s/item, mode = line.split(' ')/item, mode = line.split(' ')[:2]/g" /var/lib/ceph/8e68c362-478a-11f1-8000-bc24115549df/cephadm.*

Masuk kembali ke dalam Ceph shell (sudo ./cephadm shell), lalu daftarkan seluruh unit drive kosong yang tersedia pada host untuk dijadikan sebagai perangkat penyimpanan data Ceph (OSD):

ceph orch daemon add osd ubuntu26-1:/dev/sdb
ceph orch daemon add osd ubuntu26-1:/dev/sdc
ceph orch daemon add osd ubuntu26-1:/dev/sdd

Verifikasi Akhir dan Akses Web Interface

Pastikan seluruh perangkat OSD sudah berhasil tergabung dengan memeriksa status ringkas dari performa operasional cluster.

ceph status

Akses ke web interfacee menggunakan kredensial yang ditampilkan sebelumnya. Gambar di bawah ini menampilkan halaman awal web interface dari Ceph.
image host

Pertama kali login, kita diminta untuk ganti default password-nya.
image host

Gambar di bawah ini menampilkan halaman dashboard dari Ceph.
image host

Kita juga bisa lihat info lain terkait Ceph-nya.
image host image host

Penutup

Sekarang klaster Ceph Single-Node kamu sudah aktif, semua disk OSD telah terpetakan dengan benar, dan dasbor manajemen berbasis web pun sudah bisa diakses dengan aman. Lingkungan ini sudah sangat ideal untuk digunakan sebagai ruang riset, laboratorium pengujian, maupun simulasi integrasi penyimpanan sebelum naik ke tahap produksi berskala besar.

Sampai di sini dulu panduan kali ini. Sampai jumpa. Bye

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *