Why I Stopped Writing My Personal Experiences

Kali ini mau pake “aku” aja instead of “saya”.

Rasanya udah jarang banget aku nulis pengalaman pribadi, apalagi kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dulu misalnya aku “pergi” ke suatu tempat atau did something new biasanya aku tulis juga di blog. Tapi belakangan ini yang aku tulis artikel teknis-teknis dan teknis. Kalau aku cek di log blogpostku, terakhir kali aku bikin tulisan “blog pengalaman” itu sekitar tiga bulan yang lalu.

Kadang kepikiran buat nulis lagi. Ada sih beberapa pengalamanku yang menarik, misalnya pas aku pertama kali coba KA Lokal (secara timeline di RL, kejadiannya setelah tulisan ini: https://zaidan.web.id/2025/05/07/gowes-pantai-part-3/ ). Dan aku cenderung lebih suka kalo cerita pengalaman ini runut sesuai timeline. Jadinya… gak mulai-mulai karena aku pikir ini waktunya udah “kelamaan” (sekitar Mei 2025).

Selain itu, stok blog teknis yang pengen aku tulis juga lumayan banyak “backlog”-nya dan aku lebih prioritaskan ini. Masih ada “screenshot” hasil pertestingan yang belum aku tuangkan ke dalam blogpost.

Aku pikir juga, apa iya kalo aku ceritain pengalaman pribadiku.. apa itu bermanfaat bagi orang lain? Apakah berguna? Atau malah jadi ajang “pamer/sombong” aku aja? Bahkan bisa juga malah jadi “cringe” untuk diriku sendiri.

Tapi apakah aku akan stop nulis personal experience sama sekali? Kayaknya nggak juga. Masih dipikir-pikir apakah mau lanjut atau nggak.

Thanks for visiting my blog.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *