Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan belajar lagi tentang Proxmox VE. Shared Storage, Live Migration, dan High Availability merupakan fitur advanced yang penting untuk kita pahami, terutama kalau kita mengelola infrastruktur IT tingkat enterprise.
Live Migration
Saya sudah beberapa kali menulis tentang live migration, tapi kita bahas lagi aja ya hehe. Tujuan dari Live Migration adalah memindahkan workload antar-node tanpa downtime. Untuk pengujiannya, kita juga bisa melakukan ping ke VM yang sedang dimigrasikan untuk membuktikan fitur ini. Proses live migration juga bisa terjadi dengan cepat dan tidak perlu mematikan VM.
Kenapa bisa begitu?
Shared Storage. Merupakan salah satu syarat agar kita bisa melakukan live migration dengan cepat. Sebenarnya, data dari VM sudah dapat diakses oleh node tujuan. Sistem hanya memindahkan isi RAM dari node asal ke node tujuan.
Apakah live migration bisa dilakukan tanpa shared storage (menggunakan local storage)? Secara teknis bisa, namun sistem akan menyalin seluruh isi disk dari VM ke node tujuan, selanjutnya isi dari RAM dipindahkan ke tujuan. Proses ini dapat memakan waktu yang jauh lebih lama.
Jaringan Migrasi Khusus
Proxmox VE memiliki opsi untuk memilih jaringan mana yang ingin digunakan untuk proses migrasi VM. Opsinya bisa kita lihat dari menu Datacenter> Options> Migration Settings.

Untuk mendapatkan performa yang lebih optimal saat melakukan migrasi VM, sangat disarankan untuk memisahkan jaringan yang digunakan untuk migrasi dan manajemen (default net).
Proses pemindahan data VM yang besar dapat membebani atau menggunakan bandwidth yang besar. Apabila kita menggunakan default network memang masih bisa, namun lebih berpotensi lag dan cluster bisa saja sulit atau bahkan tidak dapat diakses.
Cara Kerja Ceph dalam Menyimpan Data

Saat sistem Proxmox VE menulis data ke Ceph Pool, sistem tidak perlu tahu letak fisik dari disk tersebut. Proxmox VE akan bertanya kepada Ceph Monitor untuk mendapatkan “cluster map“. Kemudian, data dipecah menjadi objek objek kecil. Algoritma CRUSH Map yang berperan dalam menentukan di mana data akan disimpan.
Penutup
Menguasai fitur-fitur advanced di Proxmox VE akan membantu kita dalam melakukan manajemen infrastruktur Proxmox VE. Gunakan shared storage agar proses migrasi VM dapat lebih cepat tanpa membebani node untuk proses penyalinan data disk, gunakan jaringan khusus untuk migrasi, dan apabila kita menggunakan Ceph, CRUSH Map merupakan algoritma yang cerdas dan digunakan untuk membantu memastikan terdistribusi dengan aman.
Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

