Hai semuanya, apa kabar? Kayanya kita udah biasa pakai AI sehari-hari. Seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan lainnya. Tapi ada hal lain yang “baru” saya coba, yaitu penggunaan Agentic AI.
Bedanya dengan AI yang disebutkan tadi, biasanya kita hanya gunakan sebagai chatbot atau generative AI. Tapi ada fitur baru yang namanya Agentic AI, yang bisa kita manfaatkan bukan sekadar untuk mendapatkan jawaban berupa “teks”, namun bisa kita “suruh” untuk melakukan task atau pekerjaan tertentu. Ibarat punya “karyawan” sendiri.
Karena saya sehari-hari pakai Gemini, saya coba produknya Google lagi untuk agentic AI-nya, yaitu Google Antigravity. Gambar di bawah ini menampilkan halaman web-nya.

Otomatis deteksi sistem yang saya pakai (Linux). Langsung pilih Download aja (Linux x64). Support juga untuk macOS dan Windows. Ada beberapa opsi yang dapat dipilih, mulai dari versi GUI, CLI, IDE, dan SDK. Untuk pengujian kali ini kita pakai yang GUI.

Bentuk file-nya adalah .tar.gz dan ukurannya sekitar 160-an MB. Langsung ekstrak aja.

Kalau sudah diekstrak, pilih saja file antigravity.

Kita bisa login pakai akun Google atau Google Cloud.

Setelah login, ada notice privasi pengguna/data, opsi tema, dan opsi packages yang dapat dipilih.

Gambar di bawah ini menampilkan halaman utama dari Antigravity. Sekilas, tampilannya mirip dengan chatbot AI pada umumnya.

Fungsi dari agentic AI lebih ke “delegasi” tugas atau pekerjaan. Sehingga kurang cocok untuk tanya-jawab atau sekadar curhat. Contohnya saya perintahkan untuk connect ke lab Proxmox VE saya. Karena agent-nya menjalankan berbagai perintah, maka tiap kali menjalankan perintah tertentu, ada prompt yang dapat kita gunakan untuk memberi akses/authorize si AI ini atau tidak bisa lanjut.

Tentunya masih banyak sekali yang dapat dilakukan dengan Antigravity. Tapi untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.