Troubleshoot Proxmox VE Nested: Koneksi Lambat, Bentrok Cluster, dan Error 401

Hai semuanya, apa kabar? Gak jarang aku bikin lab PVE di kantor secara nested untuk urusan testing atau pembuatan dokumentasi. Terkadang ada beberapa kendala yang dihadapi. Aku akan coba tuliskan beberapa yang aku temui hari ini.

Koneksi Lambat

Saat melakukan update repo (apt update && apt dist-upgrade), proses download packages berlangsung sangat lambat (hitungan kbps) dan menampilkan estimasi waktu hingga berjam-jam.

Debian dan Proxmox VE secara bawaan memprioritaskan koneksi IPv6 saat mengakses repositori download.proxmox.com atau deb.debian.org. Jika rute IPv6 di jaringan lokal tidak aktif sempurna, APT akan mengalami timeout berulang kali sebelum beralih (fallback) ke IPv4.

Kita bisa paksa PVE agar menggunakan koneksi IPv4 (permanen) dengan perintah berikut:

echo 'Acquire::ForceIPv4 "true";' > /etc/apt/apt.conf.d/99force-ipv4

Pas aku coba, kecepatan download berhasil meningkat jadi puluhan MBps (tergantung koneksi induk juga ya).

Gagal Join Cluster

Biasanya untuk testing clustering aku clone PVE yang sudah ada. Dari VM hasil clone tersebut, bisa saja ada sisa file konfigurasi (corosync) yang masih nyangkut (dalam case ini, sebelumnya aku pernah buat cluster, lalu aku hapus lagi).

Saat aku coba gabungkan server pve2 ke cluster yang sudah dibuat di pve1, ada pesan errorTASK ERROR: Check if node may join a cluster failed! authentication key ‘/etc/corosync/authkey’ already exists“.

Solusi yang dapat dilakukan adalah menghapus file konfigurasi Corosync (sisa) di node yang akan bergabung ke dalam cluster. Dapat menggunakan perintah berikut:

systemctl stop corosync pve-cluster
rm -f /etc/corosync/authkey /etc/corosync/corosync.conf /etc/pve/corosync.conf
systemctl start pve-cluster

Setelah itu, coba lagi proses join cluster-nya.

Nama Interface Jaringan yang Berubah.

Nama interface jaringan di pve1 berbeda dengan pve2 dan pve3. Muncul pula interface lama yang berstatus nonaktif (ghost interface).

Proses clone VM membuat alamat MAC baru pada kartu jaringan virtual. Kernel Linux membaca MAC Address baru ini sebagai perangkat keras baru, lalu menetapkan nama interface secara acak (seperti ens18, ens19, ens20), sementara nama lama (nic0) tetap mengendap di sistem.

Solusinya, daftar interface yang lama (nonaktif dan tidak ada MAC address-nya) dapat dihapus dari menu Node> System> Network. Petakan alokasi IP baru langsung ke nama interface aktif (ens18/ens19/ens20). Pastikan memilih opsi Autostart = Yes pada non-bridge interfaces agar interface menyala otomatis saat booting.

Authentication Failed 401 Saat Akses Cluster

Hal ini dapat disebabkan sinkronisasi waktu antar node yang gagal. Proxmox VE menggunakan token autentikasi berbasis waktu (PVE Ticket); perbedaan waktu melebihi batas toleransi akan menyebabkan ticket dianggap tidak valid.

Solusi yang dapat dilakukan adalah memaksa sinkronisasi waktu NTP di node yang tertinggal menggunakan chrony: chronyc makestep. Lalu. refresh layanan autentikasi PVE pada seluruh node:

systemctl restart chrony pveproxy pvedaemon

Penutup

Memahami akar masalah di atas membuat proses administrasi Proxmox VE nested menjadi jauh lebih terukur. Penanganan yang tepat pada aspek jaringan, sinkronisasi waktu, dan kebersihan file konfigurasi kunci memastikan cluster berjalan stabil dan siap digunakan untuk pengujian tahap berikutnya.

Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *