Integrasi Nakivo dengan FreeCORE

Hai semuanya, apa kabar? Pada tulisan sebelumnya ( https://zaidan.web.id/2026/09/24/instalasi-freecore-di-proxmox-ve/ ) kita sudah melakukan instalasi FreeCORE, konfigurasi storage dan shares-nya. Sekarang kita akan hubungkan storage yang sudah dibuat ke Nakivo. storage ini akan digunakan sebagai storage repository atau tempat simpan hasil backup di Nakivo.

Menyambungkan Nakivo ke FreeCORE

Interface atau metode koneksi yang digunakan pada pengujian kali ini adalah via iSCSI (karena aku mau “simulasi” seolah storage ini adalah SAN. Dari server Nakivo, jalankan perintah berikut:

  • sudo iscsiadm -m node -u: reset koneksi iSCSI (Nakivo yang digunakan, sebelumnya sudah pernah terhubung dengan storage via iSCSI lain).
  • sudo iscsiadm -m node -p 192.168.9.69 --login: Menghubungkan ulang/login ke portal storage iSCSI pada alamat IP 192.168.9.69 (FreeCORE, target nkv-share).

 

Perintah ini digunakan untuk mengatasi koneksi storage yang tersangkut (stale/hung connection), mendeteksi perubahan ukuran LUN storage, atau memunculkan kembali backup repoagar sistem membaca ulang blok disk tersebut.

Setelah itu, cek lagi disk yang terhubung dengan perintah lsblk.

Konfigurasi/Mount Disk di Nakivo

Selanjutnya kita perlu melakukan konfigurasi untuk disk iSCSI-nya. Disk baru yang akan digunakan adalah /dev/sdc berukuran 48GB dan perlu dikonfigurasi agar menjadi direktori yang dapat dipakai untuk backup repo di Nakivo. Jalankan perintah berikut di server Nakivo:

  • sudo mkfs.xfs /dev/sdc: Format disk tersebut menjadi XFS.
  • sudo mkdir -p /mnt/nakivo-san-repo : Berfungsi untuk membuat direktori baru bernama nakivo-san-repo yang akan menjadi mount point untuk akses isi disk SAN storage.
  • sudo mount /dev/sdc /mnt/nakivo-san-repo : Melakukan mount disk /dev/sdc ke direktori /mnt/nakivo-san-repo. Semua data yang disimpan pada direktori /mnt/nakivo-san-repo secara fisik akan disimpan pada SAN disk 48 GB tersebut.

 

Disk juga dapat dimasukkan ke file /etc/fstab agar otomatis mounted saat sistem dijalankan

/dev/sdc /mnt/nakivo-san-repo xfs defaults,_netdev 0 0

Catatan: menuliskan nama disk langsung seperti /dev/sdc langsung di /etc/fstab kurang direkomendasikan karena urutan disk bisa saja berubah saat sistem reboot. Lebih disarankan untuk menggunakan UUID.

Cara mencari UUID bisa dengan perintah berikut:

sudo blkid /dev/sdc
/dev/sdc: UUID="a1b2c3d4-e5f6-7890-1234-56789abcdef0" BLOCK_SIZE="4096" TYPE="xfs"

Format penulisannya di /etc/fstab bisa seperti ini:

UUID=a1b2c3d4-e5f6-7890-1234-56789abcdef0 /mnt/nakivo-san-repo xfs defaults,_netdev 0 0

Konfigurasi di Nakivo

 

  • Buka menu Repositories> Create a new backup repository.
  • PIlih Local Folder
  • Beri nama storage serta path ke target storage (/mnt/nakivo-san-repo). Transporter (unit/service yang menjalankan backup biarkan saja pakai Onboard/ default).
  • Options pakai default saja.
  • Storage baru siap digunakan.

Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Rencana selanjutnya adalah aku mau coba konfigurasi network khusus untuk backup dari PVE ke Nakivo. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *