Instalasi FreeCORE di Proxmox VE

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau sharing cara instalasi FreeCORE lagi. Sebelumnya aku udah pernah tulis juga di link ini: https://zaidan.web.id/2026/09/15/instalasi-freecore/ . Tapi waktu itu diinstal langsung di server, jadinya capture-nya kurang rapi.

Kali ini mau aku instal sebagai VM di Proxmox VE. Karena belakangan ini lagi ada “restrukturisasi” di lab kantor, jadi sekalian aja aku mau coba FreeCORE di pool yang ada di lab ku untuk urusan per-testing-an personal (kalau sebelumnya kan FreeCORE-nya diakses juga oleh tim). FreeCORE ini aku niatkan sebagai pengganti dari TrueNAS yang biasa aku gunakan.

Persiapan VM

Kita buat VM-nya terlebih dahulu. Pada pengujian kali ini aku sudah ada ISO-nya. Kalau belum, kita bisa download ISO-nya dari link berikut: https://updates.freecore.org/FreeCORE/FreeCORE-15.0-U1.7.iso . Untuk membuat VM baru di PVE (rasanya udah berkali-kali aku tulis hmm), pilih tombol Create VM di web interface PVE.

 

  • Beri nama untuk VM baru.
  • Pilih file ISO-nya.
  • Sistem, aktifkan Qemu Agent dan sesuaikan juga BIOS-nya. Nanti di instalasi FreeCORE kita bisa pilih mau boot pakai BIOS atau UEFI.
  • Konfigurasi disk. Pada pengujian kali ini aku set dua disk. Satu untuk sistem, satu lagi untuk storage.
  • CPU aku set 1 core saja.
  • RAM minimal 8GB. Sesuaikan di sini. Karena aku sempat coba pakai 2GB tidak direkomendasikan, jadinya aku ubah lagi jadi 8 GB.
  • Jaringan, default.
  • Konfirmasi.

Instalasi FreeCORE

Jalankan VM dan installer akan dimuat.

 

  • Pilih Install/Upgrade.
  • Pilih disk untuk instalasi sistem (da0 – 32G dalam pengujian kali ini).
  • Atur password.
  • Pilih mau boot pakai UEFI/BIOS. UEFI disarankan untuk hardware modern, kalau hardware lawas pakai BIOS saja. Pada pengujian kali ini aku pilih UEFI, jadinya konfigurasi BIOS pada VM PVE juga perlu disesuaikan (tidak pakai EFI disk tambahan tetap bisa kok).
  • Instalasi selesai, reboot.

Terkait UEFI/BIOS kalau konfigurasinya tidak sesuai, maka VM tidak akan load setelah reboot.

Konfigurasi Awal FreeCORE

Setelah instalasi selesai, sesuaikan juga beberapa konfigurasi (seperti jaringan dan alamat IP untuk aksesnya) sebelum FreeCORE dapat diakses dari web interface.

 

  • Pilih 1 > konfigurasi alamat IP statis untuk akses ke web interface.
  • Pilih 4 > konfigurasi route/alamat IP gateway.
  • Pilih 6 untuk konfigurasi DNS.
  • Apabila berhasil, alamat IP dapat digunakan untuk akses web interface via web browser. Akses awal pakai akun root.

Konfigurasi Storage Pool

Nah selanjutnya aku mau konfigurasi di FreeCORE agar dapat dijadikan seperti SAN storage (ini pernah aku tulis juga sebelumnya, pakai TrueNAS). Dari halaman dasbor FreeCORE, buka menu Storage> Pools. Kita buat pool baru (tombol Add).

 

  • Create new pool.
  • Pilih disk yang akan dijadikan storage, dalam pengujian kali ini namanya da1. Pilih tombol panah kanan. Kalau ada warning, lanjut saja (karena memang hanya pakai 1 disk jadinya yaa memang lebih “rentan”).
  • Pool dengan nama nkv-pool berhasil dibuat.

Karena tujuannya adalah membuat simulasi SAN (via iSCSI), maka kita perlu atur/buat zvol. Dari halaman Pools, pilih pool yang baru dibuat, klik Add Zvol.

“iSCSI / SAN Sharing: TrueNAS requires a zvol when you set up an iSCSI Share to connect block storage over a network”

  • Beri nama zvol-nya, misalnya nkv-zvol.
  • Atur size-nya. Catatan: berikan satuannya, misal 50 G. Kalau tidak, maka yang akan terbaca hanya sekian kb saja . Dan juga, tidak disarankan menggunakan lebih dari 80% kapasitas disk-nya. Misal, disk yang kita gunakan adalah sebesar 60 GB, maka kita disarankan menggunakan atau mengalokasikan maksimal sekitar 48 GB.
  • Opsi lain biarkan saja default.
  • Zvol berhasil dibuat.

Konfigurasi Shares

Storage yang sudah dibuat tidak dapat digunakan dari tempat lain kalau belum dikonfigurasi shares-nya. Buka menu Sharing dari dasbor FreeCORE dan pilih Block Shares – iSCSI. Biar gampang konfigurasinya, pakai menu Wizard saja.

 

  • Beri nama Shares | Extent Type: Device | Device: **pool/zvol yang tadi dibuat | Sharing Platform: Modern OS*.
  • Portal. Discovery method & group: none | IP: alamat IP FreeCORE.
  • Initiator, masukkan alamat IP (bisa blok IP) yang diberi akses ke storage yang sedang kita konfigurasi.
  • Konfirmasi.

Penutup

Sampai di sini, storage dapat kita integrasikan dengan platform lain seperti PVE atau Nakivo. Namun untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Aku sebenarnya udah coba integrasikan dengan Nakivo Backup & Replication, tapi untuk tulisannya nanti aja yaa. Sampai jumpa, bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *