Coba Buat Interface Baru untuk Backup PVE ke Nakivo

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau testing tambahkan interface baru di PVE, agar lalu lintas backup ke Nakivo tidak pakai koneksi atau interface utama. Ibarat PVE-nya jadi punya IP lain.

  • IP utama: 192.168.9.x
  • IP backup: 10.10.10.x

Buat Interface Baru – pve1

Karena PVE yang digunakan pada pengujian kali ini adalah nested (berada di dalam PVE induk), maka kita bisa tambahkan saja network baru ke VM PVE yang akan dijadikan sebagai objek pengujian.

 

  • Pilih VM PVE.
  • Pilih Hardware> Add Network Device.
  • Pakai default saja (bridge diarahkan ke vmbr0 – default).
  • Di dalam PVE nested (pve1), akan muncul interface baru (dalam pengujian kali ini namanya ens19).
  • Dari dalam pve1, buat bridge baru. Pilih System> Network> Linux Bridge.
  • Beri nama bridge baru (misal vmbr1), beri IP baru (misal 10.10.10.67 – tanpa alamat gateway). bridge ports diarahkan ke interface baru (ens19).
  • Pilih tombol Apply Configuration.

Buat Interface Baru – VM Nakivo

Pada VM Nakivo juga kita tambahkan interface baru. Langkahnya sama seperti sebelumnya (saat kita tambahkan interface baru di pve1). Namun pengecekan lanjutannya kita lakukan via CLI.

 

  • Buka VM Nakivo, Hardware> Add> Network Device.
  • Add: Network Device: default.
  • Cek ip a di dalam CLI (VM-nya pakai Ubuntu). Muncul interface baru dengan nama ens19.
  • Sesuaikan file /etc/netplan/50-cloud-init.yaml (karena ini yaml, perlu akurat formatting-nya).
  • Jalankan sudo netplan apply untuk menerapkan konfigurasi.
  • Tes ping ke 10.10.10.67 (IP pve1), berhasil.

Tambahkan pve1 ke Nakivo

 

  • Buka Settings> Inventory> Plus +.
  • Platform: Virtual.
  • Type: Proxmox VE host/cluster.
  • Options: isi dengan detail pve1.

Uji Coba Backup

Setelah pve1 ditambahkan, kita coba backup VM yang ada di dalamnya.

 

  • Buka Data Protection> Plus + > Backup for Proxmox VE.
  • Source: pilih VM yang akan di-backup.
  • Destination: kita coba pakai SAN.
  • Schedule: Do not schedule, run on demand (kali ini tidak dibuat schedule, backup sekali jalan/jika diperlukan).
  • Options: default.

Tambahkan Server pve2 (sekaligus interface tambahannya)

Kita akan coba tambahkan server PVE lagi (pve2), kemudian kita juga tambahkan interface baru-nya (pve2 nested juga). Tahapannya sama seperti sebelumnya.

 

  • Pada VM pve2, buka Hardware> Add> Network Device.
  • Add: Network Device: default.
  • Interface baru: ens19.
  • Buka System> Network> Create> Linux Bridge.
  • Create: Linux Bridge: isi alamat IP dan bridge ports (gateway tidak perlu diisi).
  • Apply Configuration.

Selanjutnya, tambahkan ke Nakivo.

 

  • Buka Settings> Inventory> Plus.
  • Platform: Virtual.
  • Type: PVE.
  • Options: detail dari pve2.

Uji Coba Replikasi VM dari pve1 ke pve2 via Nakivo

Setelah coba backup (berhasil tapi aku lupa capture kayanya), kita sekalian aja coba fitur Replication-nya. Replikasi VM via Nakivo fungsinya adalah membuat VM “cadangan” yang siap pakai apabila VM/server asal mengalami gangguan/crash/down. VM replikasi ini tidak always on.

 

  • Data Protection> Plus> Replication for PVE.
  • Source: pilih VM yang akan direplikasi.
  • Destination: pilih tujuan replikasi (server & storage –pve2 & local-lvm).
  • Network: Enable network mapping.
  • Re-IP: Disabled.
  • Schedule: On demand.
  • Retention: Default.
  • Options: Default.
  • Run.

Proses replikasi (first run) berlangsung selama 4 menit 48 detik. Namun untuk run selanjutnya sudah bisa/mendukung incremental & deduplication.

Uji Coba VM Hasil Replikasi

VM replikasi sudah muncul di pve2. Namun apabila kita ingin testing jalankan VM hasil replikasi ini, VM asal (kalau masih hidup) perlu dimatikan terlebih dahulu.

 

VM hasil replikasi berhasil dijalankan pada pve2.

Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *