Autentikasi Email: SPF, DKIM, dan DMARC

Hai semuanya, apa kabar? Kita akan belajar beberapa aspek yang berkaitan dengan email, yaitu SPF, DKIM, dan DMARC. Ketiganya berkaitan dengan berhasil atau tidaknya email masuk ke inbox tujuan.

 

Analogi singkatnya kita ibaratkan dengan proses kirim surat di dunia nyata:

  • SPF ibarat daftar alamat yang disediakan oleh kantor pos. Apabila ada surat yang dikirim dari alamat yang tidak dikenal, kantor pos bisa saja curiga.
  • DKIM dapat diibaratkan seperti segel resmi, stempel, atau meterai pada surat dan memastikan bahwa isi surat tidak berubah selama proses pengiriman surat.
  • DMARC dapat diibaratkan seperti aturan di kantor pos. Misalnya “apabila ada surat yang mencurigakan, apa yang perlu dilakukan?”.

SPF – Sender Policy Framework

SPF berisi daftar server yang di-publish di DNS. Daftarnya berupa server yang bisa mengirim email atas nama domain tertentu.

Misalnya, domainku adalah zaidan.web.id, dan aku pakai email dari server Gmail. Maka pada daftar SPF, aku tulis “email dari zaidan.web.id hanya boleh berasal dari Gmail.com”.

Hal ini penting karena bisa saja ada hacker yang mengirim email palsu mengatasnamakan zaidan.web.id dari server mereka sendiri. Apabila hal ini terjadi (dan aku sudah tambahkan record pada SPF), maka server si penerima email akan mengecek daftar SPF dan menolak email palsu tersebut.

 

Cara kerja singkat:

  • Tulis record berisi server yang sah di DNS.
  • Saat email sampai ke server penerima, mereka akan mengecek alamat IP pengirim.
  • Apabila alamat IP dari pengirim email ada di daftar SPF, maka email lolos dan dapat masuk ke inbox. Apabila tidak ada di daftar SPF, email akan ditandai atau ditolak sepenuhnya.

DKIM – DomainKeys Identified Mail

DKIM memastikan isi email tidak berubah saat pengiriman. DKIM menggunakan cryptograph-thingy yang memiliki private & public key.

 

  • Server pengirim akan menandai tiap email yang dikirim dengan private key pada email header.
  • Server pengerima akan mengambil public key dari DNS untuk verifikasi signature dari pengirim.

Apabila ada pihak yang membuka dan menimpa isi email, signature atau tanda yang ada pada email akan rusak. SPF hanya memastikan server pengirim itu sah tapi tidak menjamin isinya tidak berubah saat perjalanan. DKIM berfungsi untuk menjamin integritas email.

DMARC

DMARC merupakan aturan yang memberitahu server penerima “Kalau email gagal pengecekan SPF atau DKIM, apa yang harus kamu lakukan?”. DMARC dipasang pada DNS domain kita sebagai pengirim. Berikut ini “aturan” utama dari DMARC:

  • Monitor. Pantau dan laporkan. Email tetap masuk, namun kita bisa melihat laporan siapa saja yang mencoba kirim email dari domain kita (misalnya ada upaya penyerangan/ada kerentanan).
  • Quarantine. Email yang mencurigakan akan ditampung pada folder khusus (seperti folder spam).
  • Reject. Email yang gagal verifikasi akan ditolak dan tidak sampai ke penerima sama sekali.

 

SPF dan DKIM belum cukup untuk mencegah spoofing atau pemalsuan alamat pengirim. DMARC membantu memastikan bahwa identitas pengirim sesuai dengan domain yang sudah terverifikasi SPF atau DKIM.

Penutup

SPF, DKIM, dan DMARC adalah tiga pilar utama email authentication:

  • SPF memastikan email datang dari server yang sah.
  • DKIM memastikan isi email tidak diubah.
  • DMARC memberi tahu server penerima apa yang harus dilakukan jika verifikasi gagal.

Dengan menerapkan ketiganya, kita tidak hanya melindungi domain dari penyalahgunaan, tetapi juga meningkatkan deliverability email. Artinya email lebih mungkin masuk ke inbox, bukan ke folder spam.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *