Network Bonding di Proxmox VE

Ada fitur yang berkaitan dengan jaringan di Proxmox VE yang namanya Network Bonding. Fungsinya adalah menggabungkan dua atau lebih interface jaringan menjadi satu interface (logical). Sistem akan membaca bond sebagai satu koneksi. Apabila terdapat salah satu kabel yang mengalami gangguan (misalnya putus), lalu lintas jaringan akan pindah ke kabel lain yang masih aman, tanpa memutuskan koneksi server.

Fungsi Network Bonding

 

  • Mencegah single point of failure. Server dapat tetap hidup/online walalupun ada sebagian (misalnya) kabel, port, atau switch yang mengalami gangguan.
  • Meningkatkan kapasitas bandwidth. Misalnya, penggabungan dua network card dengan kapasitas 1Gbps dapat menghasilkan kapasitas total hingga 2Gbps.
  • Optimasi traffic. Mempercepat proses replikasi data pada cluster Ceph, ZFS Replication, serta migrasi VM antarnode.

Opsi Bonding Proxmox VE

Ada beberapa opsi bonding yang dapat dipilih. Namun, berikut ini adalah dua opsi yang paling populer.

 

  • Active-Backup (Mode 1): Satu NIC bekerja aktif mengirim data, sementara NIC kedua bersiagadirikan (standby). Jika NIC aktif mati, NIC cadangan langsung mengambil alih tugas.
    • Kelebihan: Sangat mudah. Tidak membutuhkan konfigurasi khusus pada switch.
  • LACP / 802.3ad (Mode 4): Kedua NIC bekerja bersamaan membagi beban (load balancing) sekaligus menyediakan redundansi.
    • Kelebihan: Performa tinggi dan redundan.
    • Syarat: Membutuhkan managed switch yang mendukung fitur LACP.

Contoh Penerapan

Sebuah perusahaan akan mengimplementasikan cluster Proxmox VE dengan tiga jaringan yang memiliki fungsi masing-masing:

  • Net1 (Management): Mengelola Web GUI Proxmox dan komunikasi kluster Corosync.
  • Net2 (Storage): Menangani traffic data Ceph Cluster atau ZFS Replication.
  • Net3 (Backup): Menangani pengiriman berkas vzdump / Proxmox Backup Server.

Apabila tiap net hanya menggunakan 1 NIC, kerusakan pada interface tersebut dapat menghentikan/mematikan fungsi dari jaringan/net tersebut.

 

Dengan bonding, perusahaan dapat menyiapkan 6 port NIC pada server. Masing-masing bond terdiri dari 2 NIC:

  • Port 1 + Port 2 -> Bond0 (Menampung IP Net1 / Management)
  • Port 3 + Port 4 -> Bond1 (Menampung IP Net2 / Storage)
  • Port 5 + Port 6 -> Bond2 (Menampung IP Net3 / Backup)

Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *