Hai semuanya, apa kabar? Kita akan coba oprek lagi yang berkaitan dengan storage. Aku belum lanjut lagi dari tulisan di link ini . Ada kendala, jadinya aku reset dan pakai untuk pengujian kali ini. storage/zvol/target dari tulisan tersebut dihapus dan dibuat ulang untuk pengujian kali ini. Untuk pengujian kali ini, aku sudah siapkan shares baru.
Selanjutnya kita masuk ke VM Nakivo via CLI dan kita lakukan discovery atau penelusuran terhadap storage yang sudah disiapkan. Berikut ini contoh perintah yang digunakan untuk proses discovery:
iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p 192.168.9.46:3260
Output yang akan muncul adalah alamat iSCSI Qualified Name (IQN). Selanjutnya, login ke alamat IQN yang muncul. Contoh perintah yang digunakan adalah seperti berikut:
iscsiadm -m node \
-T iqn[tulis-alamat-iqn:nya] \
-p [alamat-IP:target] --login
Setelah login, LUN akan muncul apabila kita jalankan lsblk (contohnya akan terdeteksi sebagai /dev/sdc). Belum bisa langsung dipakai, kita perlu format terlebih dahulu. Pada pengujian kali ini kita menggunakan format ext4.
mkfs.ext4 /dev/sdc
Selanjutnya, buat direktori baru (misalnya nakivo-san ) dan mount direktori tersebut.
mkdir -p /nakivo-san
mount /dev/sdc /nakivo-san
Kembali ke menu Nakivo di web browser, buka menu Settings> Repositories dan pilih tombol +.
- Pilih Local Folder.
- Beri nama storage, pilih transporter (Onboard*) dan direktori penyimpanan yang tadi kita buat (
/nakivo-san). - Konfigurasi lain dibiarkan default pada pengujian kali ini.
Apabila gagal seperti contoh di atas, kita bisa kembali cek ownership untuk direktori tadi. Kita juga bisa cek user apa yang digunakan oleh transporter dengan perintah ps aux | grep -i transporter.
Hasilnya, transporter berjalan sebagai bhsvc dan direktori /nakivo-san dibuat oleh root. Ubah ownership-nya ke user yang sesuai.
chown bhsvc:bhsvc /nakivo-san
Selanjutnya, jalankan ulang/retry proses penambahan repositori.
Kita sekalian coba backup ke repo baru yang sudah kita buat. Kita pakai VM Linux Mint yang berada di server pve9 untuk uji cobanya.
Proses backup udah pernah aku tulis di blog ini, tapi yaa aku tulis lagi aja (singkat) hehe.
- Buka menu Data Protection> Backup for PVE.
- Pilih VM yang akan di-backup.
- Pilih backup storage (SAN yang tadi kita setup).
- Backup job kali ini dijalankan secara on-demand, bukan scheduled.
- Konfigurasi lain dibiarkan default.
- Run backup job.
Pada pengujian kali ini sempat ada warning yaitu guest agent dari VM yang di-backup tidak aktif. Bukan kendala fatal, backup tetap sukses. Nakivo sudah mendukung incremental backup & deduplication namun backup pertama perlu full backup. Pengujian menunjukkan full/first backup berlangsung selama 2 menit 50 detik (tidak sampai 50 detik).
Untuk memastikan incremental backup dapat dilakukan, kita bisa jalankan ulang backup job-nya (aku lakukan/buat file baru juga pada VM biar ada perbedaannya). Pilih backup job> Run. Pada backup job kedua, prosesnya berlangsung selama 22 detik saja.
Jadi, proses penambahan SAN (LVM) untuk dijadikan backup repository untuk Nakivo berhasil dilakukan dan sudah bisa digunakan untuk menyimpan hasil backup dari VM. Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.