Testing: Reinstall Nakivo dan Periksa Isi Backupnya
Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau sharing lagi per-testing-an Nakivo. Sifat tulisan ini lebih ke sharing aja bukan sebagai tutorial yang dijamin berhasil. Skenario kali ini adalah seandainya kita punya server Nakivo yang rusak dan perlu di-reinstall, apakah file backup-nya masih bisa diakses saat nanti Nakivo-nya diinstal kembali?
Penyimpanan backup yang digunakan pada pengujian kali ini adalah local repository-nya Nakivo, bukan server penyimpanan terpisah. Kita coba backup terlebih dahulu salah satu VM. Buka menu Data Protection> Backup for Proxmox VE.
Berikut ini tahapannya:
- Pilih menu Backup.
- Pilih VM yang akan dicadangkan (dalam pengujian kali ini, VM Debian (debian-zfs) yang jadi percobaan).
- Pilih storage penyimpanan backup. Dalam pengujian kali ini menggunakan local repository-nya Nakivo.
- Atur backup job ingin dilakukan secara on-demand atau berjadwal. Pada pengujian kali ini backup job diatur lima menit sekali.
- Konfigurasi lain, tidak diatur pada pengujian kali ini (pakai konfigurasi default).
- Sempat ada warning karena backup job akan berjalan bersamaan dengan self-backup-nya Nakivo (lanjut/proceed untuk pengujian).
- Jalankan backup job (Run).
- Proses backup berjalan.
Namun, pengujian backup sempat gagal karena VM yang diuji tidak aktif guest-agent-nya dan direktori tmp di server asal (pve9) yang dirasa kurang. Solusinya adalah mengarahkan direktori temporary (diperlukan untuk membuat file temporer oleh Nakivo) ke direktori lain yang masih lega (disarankan >15 GB of free space).
Setelah itu, jalankan kembali backup job. Pada run pertama, full backup namun pada run berikutnya incremental (bisa dilihat pada tabel/grafik "Transferred Raw Data". Masih ada pesan warning, tapi itu berkaitan dengan guest-agent (backup untuk percobaan sudah berhasil dibuat).
Kita sebenarnya bisa untuk ekspor konfigurasi Nakivo (untuk cadangan atau mau diimplementasikan di Nakivo yang baru). Menunya ada di System Settings> Export System Configuration (aku udah export, tapi kayanya lupa untuk download file-nya). Perlu diingat, proses ekspor konfigurasi ini akan menghentikan backup job yang sedang berjalan.
Sebelum uninstall Nakivo-nya, kita cek dulu file backup-nya apakah ada atau tidak di sistem Nakivo.
Lanjut uninstall Nakivo-nya. Lokasi skrip uninstall ada di direktori /opt/nakivo/director (pakai akun root ya). Setelah itu, coba instal ulang Nakivo-nya. Pada pengujian kali ini, direktori untuk local repository-nya disamakan dengan sebelumnya.
Setelah diinstal ulang, Nakivo-nya fresh (baca: kosong) kembali. Untuk import file konfigurasi gak ditampilkan pada tulisan kali ini yaa hehe.
Pas cek ke menu Settings> Repositories , entri onboard repo-nya ada tapi statusnya Detached. Kita bisa klik entri tersebut dan pilih Attach.
Kita tambahkan juga server yang (rencananya) akan digunakan untuk menampung VM hasil recovery.
Kembali lagi ke menu onboard repo. Di dalamnya kita bisa lihat file backup yang masih tersimpan. Kita coba untuk recover.
- Pilih Recover> Full recovery.
- Pilih backup yang akan dipulihkan.
- Pilih target pemulihan.
- Konfigurasi lain (default).
- Jalankan recovery job
Tapi… pengujian kali ini masih gagal dilakukan dan belum bisa solved pada pengujian kali ini (sorry).
Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.