Menggunakan version-control system (seperti Git) di homelab bisa dibilang hal yang bermanfaat. Misalnya, konfigurasi yang kita simpan di Git tersimpan rapi, ada riwayat update/perubahannya, dan misalnya ada kerusakan yang terjadi, kita bisa pull ulang dari repo. Apa aja kira-kira yang bisa disimpan di Git?
Docker Stacks
Kalau dulu file Docker Compose kita “berserakan” dengan tidak rapi, kalau kita mau rebuild suatu host, kita perlu cari filenya satu-per satu.

Dengan membuat repo untuk Docker Stacks (yang dilengkapi file docker-compose.yml, contoh file env, dan catatan lain), kita jadi punya sistem yang konsisten (stack memiliki struktur yang sama), lebih mudah dipindahkan (dengan di-clone dan docker-compose up -d), dan ada catatan tiap kali perubahan dilakukan.
VM Template
Salah satu tool yang bisa digunakan untuk membuat template VM adalah Packer by HashiCorp. Support untuk VM Linux maupun Windows.

Cara kerja Packer adalah menyalakan VM> instalasi & update OS> kustomisasi> matikan VM> convert to template.
Konfigurasi Server dan Catatan Umum
Konfigurasi Proxmox VE seperti konfigurasi network interface, storage, informasi cluster, SOP pembuatan host, catatan dan dokumentasi adalah hal yang penting. Apabila tidak dicatat, kita bisa saja lupa dan kebingungan kalau mau rebuild host di kemudian hari. Maka dari itu konfigurasi server juga disarankan untuk disimpan di Git.
Selain itu, Git juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan hal-hal berikut:
- Assignments VLAN
- Rencana alokasi IP
- Arsitektur DNS
- Inventaris hardware
- Layout rak
- Dependensi antar service
- Prosedur disaster recovery
- Diagram infrastruktur
- Catatan troubleshooting
Sesuatu yang terasa jelas hari ini, bisa saja terlupa enam bulan kemudian. Dokumentasi itu nilainya bertambah seiring waktu.
Penutup
Berikut adalah poin penting mengapa perlu memanfaatkan Git di homelab:
- Sentralisasi Docker Stacks: Repo Git menyatukan seluruh berkas
docker-compose.ymldan file.env. Langkah ini membuat struktur layanan menjadi konsisten dan memudahkan kita untuk melakukan rebuild host secara cepat.
- Standardisasi Template VM: Kita bisa mengamankan skrip otomatisasi dari tools pembuat template VM seperti Packer. Langkah ini menjaga konsistensi pembuatan OS di masa depan.
- Penyelamat Konfigurasi Server: Git melacak seluruh rekam jejak pengaturan penting Proxmox VE, mulai dari network interface, alokasi IP, arsitektur DNS, hingga catatan troubleshooting.
- “Asuransi” dari Kegagalan: Riwayat perubahan pada Git memberikan kebebasan untuk bereksperimen. Jika terjadi kerusakan sistem, tinggal pull ulang dari repositori untuk memulihkan kondisi.
Tulisan kali ini sampai sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.
