Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau sharing salah satu tool yang bisa digunakan untuk migrasi sistem (misalnya VM) dan support berbagai jenis platform untuk sumber dan targetnya. Nama tool-nya adalah StarWind. Tapi perlu diingat juga, tulisan ini berupa sharing pengalaman aku pakai tool ini dan juga kendalanya. Jadi bukan berarti tulisan ini tutorial sampai beres/sukses.
Situsnya bisa diakses dari: https://www.starwindsoftware.com/starwind-v2v-converter


Untuk download link kita perlu daftar terlebih dahulu. Nanti link akan dikirimkan via email.
Sebagai catatan, StarWind diinstal pada Windows. Instalasinya seperti software Windows pada umumnya (EULA, lokasi instalasi, dll).
Setelah instalasi berhasil, berikut ini adalah tampilan utamanya. Ringkas, langsung diminta pilih sistem sumber yang akan dimigrasikan. Sebagai catatan, VM yang akan dimigrasikan bisa dimatikan terlebih dahulu. Pada pengujian kali ini, kita akan coba migrasikan dari VMware. Isi juga detail server VMware-nya.


Nantinya VM yang ada di VMware akan muncul dan bisa kita pilih.

Untuk targetnya, kita pilih Proxmox. Masukkan juga kredensial server tujuan.


Periksa lagi VM yang akan dimigrasikan. Pilh tombol Configure untuk atur detailnya.

Kita bisa atur konfigurasi untuk VM hasil migrasi. Mulai dari ID VM, storage tujuan, node yang digunakan, jenis & kernel OS, CPU, dan memori. Ada juga opsi untuk menggunakan format qcow dan opsi shrink disks. Di bawah ini ada contoh capture-nya.

Yang jadi kendala adalah, aku belum sukses dalam melakukan migrasinya. Misalnya failed juga tidak ada informasi atau error message yang muncul. Jadi perlu trial and error. Sempat juga converting berhasil, tapi prosesnya cukup lama koneksinya sempat terputus hingga prosesnya gagal.
Itu dulu sharing pengalaman kali ini. Maka dari itu pada awal tulisan aku sudah “disclaimer” kalau tulisan ini sekadar sharing dan bukan “tutorial yang sukses”. Sampai jumpa. Bye.








