Hai semuanya, apa kabar? Aku masih dalam agenda mencoba berbagai metode migrasi sistem. Pada tulisan sebelumnya aku udah tulis cara migrasi via CLI /importdisk (bisa cek https://zaidan.web.id/2026/10/08/migrasi-vm-dari-vmware-esxi-ke-proxmox-ve-via-cli/ ). Sekarng kita akan coba pakai Clonezilla.
Sebenarnya aku udah pernah tulis tutorialnya di sini: https://zaidan.web.id/2025/03/26/migrasi-vm-ke-proxmox-ve-menggunakan-Clonezilla/ . Tapi pas aku cek, ternyata terdampak juga hosting gambar yang tumbang. Jadinya aku tulis lagi aja sekarang.
Clonezilla bisa dibilang salah satu tool yang bisa kita pakai untuk migrasi sistem. Cara kerjanya mirip dengan tulisan beberapa waktu lalu – RescueZilla ( https://zaidan.web.id/2026/10/06/migrasi-sistem-pakai-rescuezilla/ ). Tapi di tulisan RescueZilla tersebut aku migrasinya PVE to PVE, kali ini akan coba VMware to PVE. Sekalian eksplor menu VMware juga (jujur, aku kurang paham/hapal menu-menu di VMware).
Note: Aku merasa tulisan ini kurang rapi/agak berantakan alurnya karena bolak-balik VMware dan PVE. Sorry.
Persiapan File ISO
Kita siapkan terlebih dahulu file ISO-nya. Nanti ditambahkan baik pada server asal dan tujuan. Untuk mendapatkan file ISO-nya bisa akses ke situs Clonezilla di sini: https://Clonezilla.org/downloads/download.php?branch=stable . Tapi untuk download-nya agak tricky. Di halaman Clonezilla kita bisa pilih dulu download-nya mau sebagai zip atau iso. Kali ini kita pilih iso saja.
Pilih Download, nantinya akan diarahkan ke situs unduhan SourceForge. Nah di sini masalahnya. Kadang download-nya ga bisa walaupun udah coba beberapa kali. Solusi yang bisa dicoba adalah klik Problems Downloading, lalu pilih saja salah satu dari mirror yang ada. File iso-nya tidak sampai 500 MB.
Siapkan File ISO di VMware
Buka menu Datastore di VMware dan pilih datastore yang digunakan. Di menu VMware ESXi kita tidak bisa langsung tambahkan file ISO dari link (tidak seperti di PVE). PIlih Upload untuk menambahkan file iso Clonezilla yang sudah diunduh.
Note: Pada pengujian kali ini, datastore yang tampil sebagai ilustrasi (
isonfs) berstatus read-only, jadinya aku bukan upload iso-nya di sini. Sebenarnya sudah ada Clonezilla juga tapi itu v3.2.2 dan pas aku coba ga bisa di-load sepertinya karena status read-only tadi.
- Pada menu Hardware Configuration> CD/DVD Drive, kita pilih file iso-nya agar nanti VM-nya load ke Clonezilla.
- Pilih menu Edit dan pastikan opsi CD/DVD Drive sudah diceklist (Connect) agar nantinya bisa load ke Clonezilla.
- Pilih VM Options> Boot Options> Force BIOS Setup> Check agar nantinya bisa masuk ke BIOS dan atur boot priority-nya.
Lanjut ke konfigurasi BIOS di VMware (VM sumber).
- Nyalakan VM. Kalau konfigurasi sesuai (force BIOS setup), kita akan berhasil masuk BIOS.
- Buka menu Boot.
- Atur menu CD-ROM Drive jadi paling atas (gunakan tombol – + untuk mengaturnya).
- F10 (Save & Exit).
- Akan masuk ke menu Clonezilla.
Konfigurasi Clonezilla (VMware)
Setelah menu utama (pilih default saja – Clonezilla live), tunggu saja sistem proses. Berikut ini menu-menunya:
- Bahasa (English).
- Keyboard Layout (Keep).
- Start Clonezilla> OK.
- Pilih mode. Ada 6 pilihan. Untuk pengujian kali ini, kita pilih saja remote-source karena VM yang ada di VMware (titik saat ini) adalah server sumbernya.
- Pilih Beginner saja untuk mode-nya. Opsi konfigurasi lain juga banyak yang pilih default saja.
- Pilih disk_to_remote_disk untuk melakukan disk clone ke tujuan (yang akan disalin adalah keseluruhan disk, tidak hanya partisi).
- Jaringan yang dipilih pada pengujian kali ini adalah dhcp (biar cepat aja, kalau untuk lingkungan profesional disarankan pakai statis saja). Ingat juga nanti alamat IP yang dialokasikan oleh sistem dhcp.
- Konfigurasi waktu jaringan (y).
- Mode koneksi pilih direct saja. Setelah ini, sistem Clonezilla akan “menunggu” koneksi dari server tujuan.
Konfigurasi di PVE
Siapkan juga file iso di PVE (sorry gak aku lampirkan capture-nya). Siapkan juga VM kosongan yang sudah ditambahkan dengan file ISO Clonezilla. Contoh perintahnya seperti ini:
pve1:~qm create 205 --name target-centos \ \
--memory 4096 --cores 2 \
--net0 virtio,bridge=vmbr0 \
--sata0 Ceph-SSD:30 \
--ide2 local:iso/Clonezilla-live-3.3.3-37-amd64.iso,media=cdrom \
--boot order="ide2;sata0"
disesuaikan yaa..
Pilihan menu awal Clonezilla di sisi PVE juga mirip dengan sebelumnya (di VMware). Jadi, ikuti saja sampai tahap Start Clonezilla.
- Pada konfigurasi mode, pilih remote-dest karena VM di PVE (titik saat ini) adalah VM yang akan dijadikan “tujuan” migrasi.
- Koneksi pakai dhcp untuk pengujian kali ini.
- Konfigurasi/sync waktu jaringan dan connection mode pilih direct juga.
- Pada bagian Device cloning server, masukkan alamat IP dari source server (VMware).
Balik Lagi ke VMware
- Pilih disk yang akan disalin (full disk – 20G).
- Konfigurasi selanjutnya adalah beberapa parameter seperti filesystem checker, partition table, log files (log files pilih Yes aja). Pada pengujian kali ini pilih default semua (memang disarankan kalau kurang paham, pakai default saja).
- Ada juga opsi aksi yang dilakukan saat proses clone selesai.
- Proses.
- Akan ada tulisan kuning You can now boot the destination machine. Kita lanjut pindah lagi ke PVE.
Pindah Lagi ke PVE
- Karena kita ingin restore full disk, maka pilih saja opsi restoredisk.
- Pilih disk untuk tempat hasil restore. Pada pengujian kali ini VM target hanya ada satu disk.
- Proses dan konfirmasi.
Selesai Clone
Setelah clone selesai, kita bisa matikan terlebih dahulu VM yang ada di VMware maupun VM di PVE. Saat menyalakan ulang VM di PVE, pastikan boot order-nya di-set ke disk hasil migrasi, jangan ke iso Clonezilla.
VM hasil clone/migrasi dari VMware berhasil dijalankan di Proxmox VE.
Penutup
Dari pengujian yang sudah dilakukan, Clonezilla bisa menjadi salah satu tool yang dapat digunakan untuk migrasi sistem dari VMware ke Proxmox VE. Cara kerjanya mirip dengan RescueZilla, tapi untuk pengguna awam (seperti aku), penggunaan Clonezilla lebih “ribet” daripada RescueZilla (dan aku juga masih kurang familiar dengan menu di ESXi dibandingkan dengan PVE). Memang paling mudah pakai menu bawaan dari Proxmox VE saja kalau mau migrasi dari VMware hehe.
Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye