Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau sharing atau nulis tentang permigrasian sistem. Salah satu tool yang pernah aku coba adalah CloneZilla yang fungsinya untuk clone data dari satu sistem ke sistem lain. Singkatnya, bisa untuk migrasi sistem. Kali ini aku mau coba alternatifnya yaitu RescueZilla. Cara kerjanya mirip, namun RescueZilla formatnua GUI jadinya bisa klik-klik.
Bisa cek ke situs webnya di https://rescuezilla.com/ . Open source kok. Mekanismenya adalah kita buat bootable disk berisi RescueZilla, masukkan/boot ke sistem yang akan dimigrasikan (source), salin ke tempat tujuan atau penyimpanan sementara, lalu lakukan hal yang sama pada sistem tujuan (boot ke RescueZilla, ambil file hasil clone, pulihkan data).
Selain bisa untuk migrasi server fisik, RescueZilla juga bisa digunakan untuk migrasi VM dari/ke Proxmox VE. Anggap aja “latihan” atau simulasi P2V (physical to virtual) – ini yang akan kita coba pada tulisan kali ini. Simulasinya akan dilakukan pada dua server PVE dan satu buah VM yang akan dimigrasikan/di-clone (source di server 67, destination ada di server 68).
(Source) Download Installer RescueZilla
Salin download link dari situs resmi RescueZilla, lalu download pada kedua server (sumber dan tujuan). Ukuran file-nya sekitar 1.6 GB. Pada VM sumber (yang akan dimigrasikan/di-clone), tambahkan CD/file ISO-nya (VM> Hardware> Add> Add: CD/DVD Drive).
(Destination) Download Installer RescueZilla & VM Kosong
Siapkan juga file installer di server tujuan. Selain itu, kita buat VM kosongan baru (tetap diberi disk). Saat pembuatan VM kosongan, file installer juga bisa ditambahkan pada tahap/tab OS. Kalau saat membuat VM lupa tambahkan file installer, bisa juga ditambahkan melalui menu VM> Hardware> Add> Add: CD/DVD Drive.
(Source) Sesuaikan Boot Order
Boot order-nya perlu disesuaikan agar sistem memuat file installer. Buka menu VM> Options> Boot Order. Pastikan prioritasnya ke file RescueZilla. Jalankan VM.
(Source) Proses Backup
- Halaman utama ada beberapa menu. Pilih Backup.
- Pilih disk & partition yang akan di-backup/clone.
- Tentukan tujuan. Ada dua opsi yaitu langsung simpan di komputer (lokal sepertinya) atau via jaringan. Pada pengujian kali ini pilih Shared over a network> SSH. Isikan detail server tujuan yaitu PVE 2/IP 68. Untuk remote path aku isikan /root.
- Pilih direktori tujuan/destinasi. Kali ini kita pakai default saja yaitu /mnt/backup.
- Beri nama backup dan bisa diisi juga dengan deskripsi singkat.
- Format kompresi, default (gzip).
- Konfirmasi.
(Destination) Proses Restore
- Pastikan sudah boot ke RescueZilla.
- Pilih menu Restore
- Telusuri hasil backup. Shared over a net> SSH. Isikan IP PVE2/IP 68 (seperti yang tadi digunakan saat di VM sumber).
- Apabila berhasil, sistem akan mendeteksi hasil backup.
- Pilih disk tujuan hasil backup/clone. Dalam hal ini karena VM tujuannya adalah kosongan, jadi lanjut saja (karena akan menimpa existing data).
- Konfirmasi.
- Apabila sudah selesai (dan VM RescueZilla tujuan masih hidup/belum auto shutdown), kita bisa matikan VM tujuan, sesuaikan kembali boot order-nya.
- VM LinuxMint hasil backup/clone berhasil dijalankan di server tujuan.
Penutup
Proses backup/clone data dengan RescueZilla secara umum mirip dengan menggunakan CloneZilla. Tapi menurutku lebih gampang pakai RescueZilla (lebih beginner-friendly) karena kita bisa klik-klik dalam penggunaannya. Walaupun peruntukan utamanya adalah dapat digunakan untuk migrasi server fisik, RescueZilla juga bisa digunakan untuk migrasi V2V (virtual to virtual) misalnya untuk kebutuhan testing atau belajar,
Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.