Hai semuanya, apa kabar? Di tulisan sebelumnya kita sudah coba testing apakah PVE 9.2 sudah didukung di Nakivo terbaru, dan ternyata sudah bisa (walaupun di rilis resminya Nakivo -sejauh yang saya tahu- baru bilang support PVE 9.1).
Sekarang kita coba untuk uji coba fitur backup-nya. Sebagai awalan, pada lab kali ini sudah ditambahkan dua item, yaitu satu buah server PVE (single) dan satu buah cluster PVE (isi tiga).

Repositori yang digunakan adalah local storage (di Nakivo-nya) sebesar ~92GB.

Untuk menambahkan backup job baru, pilih menu Data Protection lalu pilih tombol +.

Akan muncul banyak fitur yang tersedia di Nakivo. Pada pengujian kali ini baru ada PVE saja di inventory yang ditambahkan, sehingga untuk menu lain masih greyed out. Pilih mennu Backup for Proxmox VE.

Pilih VM yang akan di-backup. Kita pilih VM AlmaLinux untuk backup job kali ini.

Halaman selanjutnya adalah memilih lokasi penyimpanan backup. Pilih Local Backup untuk pengujian kali ini.

Kemudian ada opsi untuk menjadwalkan backup job. Ada berbagai opsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Backup job juga bisa dijalankan secara on-demand atau single run (seperti yang dipilih pada pengujian kali ini).

Halaman terakhir adalah konfigurasi tambahan untuk backup job yang akan dibuat. Pengujian kali ini hampir semuanya menggunakan opsi default (nama backup job aja yang sedikit diedit).

Untuk menyimpan dan menjalankan backup job, pilih tombol Finish & Run.

Gambar di bawah ini menampilkan proses backup yang sedang berjalan.

Gambar di bawah ini menampilkan informasi singkat bahwa backup job berhasil dijalankan.

Saat dicek di halaman repositori juga sudah bertambah.

Backup job sukses. Selanjutnya kita coba fitur Replication. Apa bedanya?
- Backup: Ibarat menyimpan file di brankas. Kalau ada apa-apa, kamu harus buka brankasnya, ambil barangnya, lalu pasang lagi.
- Replication: Ibarat punya twin (kembaran) yang sudah siap di lokasi lain. Kalau server utama mati, kamu tinggal nyalakan kembarannya.
Untuk membuat repllication job baru, buka lagi menu Data Protection> + Replication for Proxmox VE.

Pilih VM yang akan direplikasi. Misalnya, pada pengujian kali ini kita akan pilih VM AlmaLinux (lagi) dari pve2 dan akan kita replikasi ke PVE9.

Selanjutnya ada opsi Network Mapping. Di lokasi sumber (site A), VM mungkin terhubung ke Virtual Switch bernama “VM Network 1”. Namun, di lokasi tujuan (site B), nama atau struktur Virtual Switch-nya berbeda, misalnya “Target-VLAN-10”.

Cara kerja: Jika kamu mengaktifkan Network Mapping, Nakivo akan mencocokkan port jaringan VM tersebut dari “VM Network 1” di site A ke “Target-VLAN-10” di site B secara otomatis saat VM di-restore atau di-failover.
Opsi network mapping tidak kita gunakan pada pengujian kali ini (untuk capture aja).
Selain itu, ada juga fitur Re-IP. Merupakan fitur yang otomatis mengubah IP Address di dalam sistem operasi VM replika saat terjadi proses pemulihan (failover).
Fitur ini sangat krusial jika lokasi Disaster Recovery (DR) menggunakan segmen jaringan (subnet) yang berbeda.
- Contoh: Lokasi utama menggunakan subnet
192.168.1.x, sedangkan lokasi DR menggunakan subnet10.0.0.x. - Tanpa Re-IP, VM replika akan tetap membawa IP lama (
192.168.1.50) ke lokasi DR, sehingga VM tersebut tidak akan bisa terhubung ke internet maupun komputer lain di jaringan baru. Fitur Re-IP otomatis mengubahnya menjadi10.0.0.50.
Fitur Re-IP juga (bagi saya) masih perlu dipelajari lagi gimana cara kerja dan syaratnya apa aja (karena testing saya masih gagal).
Sama seperti backup job, kita juga bisa menjadwalkan replication job untuk berjalan sesuai dengan rencana atau kebutuhan kita. On-demand atau “sekali jalan” juga tetap bisa (kali ini yang dipilih adalah on-demand).

Selanjutnya ada Retention Settings untuk menetapkan ingin menjaga/keep seberapa banyak recovery point (dengan kriteria tertentu).

Terakhir, ada halaman Options untuk memilih opsi lain untuk diterapkan pada replication job (pada pengujian kali ini menggunakan konfigurasi default). Untuk melanjutkan, bisa pilih Finish & Run.

Gambar di bawah menampilkan proses replikasi yang sedang berjalan.

Replication job berhasil. Kita coba juga cek di server tujuan.

Server PVE9 saya pasang PVE-Electrified, dan pada gambar tersebut VM hasil replika sudah ada, namun masih belum bisa dijalankan (ada warning). Saya coba refresh halaman web-nya dan VM-nya sudah muncul dengan normal pada panel sebelah kiri.

Catatan: Karena VM ini hasil replika dan datanya sama dengan VM asal, kalau mau testing, pastikan terlebih dahulu VM asalnya sudah mati untuk menghindari konflik.
Saat mencoba VM replika, sempat ada masalah jaringan. VM-nya tidak mendapatkan akses jaringan. Saya coba edit konfigurasinya (via nmtui) dan juga mematikan firewall di sisi VM (via web interface).

Setelah itu, kita coba download qemu-guest-agent (capture-nya pas masih belum dapat akses jaringan).

Gambar di bawah ini menampilkan VM hasil replika yang sudah diinstal guest agent (ditandai dengan alamat IP yang sudah muncul di web interface).

Skenario selanjutnya adalah Failback atau “pulang” ke server asal.
- Failover (A ke B): Proses mengalihkan beban kerja dari lokasi utama (A) ke replika (B) saat lokasi A mengalami gangguan/bencana. Kamu menjalankan VM di situs B agar layanan tetap hidup.
- Failback (B ke A): Proses mengembalikan beban kerja dari situs replika (B) kembali ke lokasi utama (A) setelah lokasi A berhasil diperbaiki.
Di Nakivo, fitur failback sudah ada untuk VMware . Namun, untuk Proxmox (PVE), karena Nakivo belum mendukung otomatisasi failback secara native (tombol Recover-nya masih greyed-out), kita perlu melakukan langkah manual (strategi Reverse Replication).

Langkah-langkahnya masih sama seperti sebelumnya. Namun kali ini sumbernya adalah PVE9 sedangkan tujuannya adalah pve1 (cluster).

Pada replication job kali ini, saya sempat mengalami masalah. Yaitu minimnya ruang /tmp .

Pada kedua server (asal dan tujuan), kita bisa membuat direktori baru di partisi storage yang luas, lalu melakukan metode bind mount ke folder /tmp pada kedua server (PVE1 dan PVE9).
Jalankan ulang replication job. Gambar di bawah ini adalah saat replication job berhasil dijalankan.

Kita cek di pve1, VM hasil replika-replika sudah berhasil muncul.

Saat dijalankan juga berhasil. Namun, kendala seperti di PVE9 kembali muncul. Gak dapat akses internet/jaringan.

Solusi yang dapat dicoba adalah mengosongkan kolom MAC Address pada GUI Proxmox untuk memicu auto-generate MAC baru, serta melakukan pembersihan profil koneksi lama lewat utilitas nmtui di dalam Guest OS.
Kesimpulan
Uji coba kali ini membuktikan bahwa Nakivo v11.2 sudah support pada Proxmox VE 9.2. Namun, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan:
- Keterbatasan Fitur PVE: Nakivo belum mendukung fitur failback otomatis untuk Proxmox VE. Kita harus menggunakan strategi reverse replication secara manual.
- Antisipasi Kapasitas
/tmp: Proses replikasi membutuhkan ruang penyimpanan/tmpyang cukup besar. Gunakan metode bind mount ke partisi storage yang lebih luas jika Anda menghadapi kendala ruang. - Pembersihan Jaringan VM: VM hasil replika atau failback sering kali kehilangan akses internet. Solusi yang dapat dicoba adalah mengosongkan MAC Address pada GUI Proxmox VE dan membersihkan profil koneksi lama menggunakan utilitas
nmtuidi dalam Guest OS.
Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.








