Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Ansible #4b – Setup ansible.cfg

Posted on 17/04/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita lanjutin belajar Ansible-nya. Di materi sebelumnya kita sudah bahas mengenai cara instalasi Ansible dan testing perintah dasarnya.

Membuat File Konfigurasi

Kita akan buat file konfigurasi bernama ansible.cfg. Pada pengujian kali ini, hal-hal yang berkaitan dengan Ansible saya simpan di ~/ansible-testing. Berikut ini adalah contoh isi dari file konfigurasinya:

[defaults]
inventory = inventory
private_key_file = [lokasi file key]

File konfigurasi ini digunakan untuk menyimpan pengaturan default. Dengan file ini, kita tidak perlu untuk mengetik lokasi inventory & key setiap kali menjalankan perintah Ansible.

Testing Ping

Selanjutnya, kita coba ping menggunakan perintah ansible.

ansible all -i inventory -m ping

Pada pengujian kali ini, ada error yang terjadi:

msg: "Failed to connect to the host via ssh: no such identity: /home/phantom/.ssh/ansible: No such file or directory"

Penyebabnya adalah saya salah memasukkan nama file private key-nya. Setelah nama file diedit. Penyebab lain yang dapat menimbulkan masalah seperti ini adalah Ansible belum dapat membaca file ansible.cfg (atau ada parameter di dalam file .cfg itu yang belum sesuai.

Untuk coba lagi, kita juga dapat memerintahkan Ansible untuk menggunakan parameter manual. Contohnya:

ansible all -i inventory -m ping -u root --key-file [lokasi key]

Output:

192.168.9.45 | SUCCESS => {
    "ansible_facts": {
        "discovered_interpreter_python": "/usr/bin/python3"
    },
    "changed": false,
    "ping": "pong"
}

Output pong menandakan komunikasi antara komputer lokal kita dan server tujuan berhasil dilakukan.

Tips/Catatan: Perintah di atas bisa dibilang “cukup panjang” Hal tersebut dapat diatasi dengan cara menyimpan file ansible.cfg di direktori project utama (misalnya dalam pengujian kali ini di ~/ansible-testing). Setelah file tersebut ada/terdeteksi, kita cukup menjalankan perintah ansible all -m ping.

Manajemen Host & Inventory

Untuk mengecek server mana saja yang kita “masukkan” ke daftar-nya Ansible, kita dapat menggunakan perintah berikut:

ansible all --list-hosts
hosts (2):
    192.168.9.44
    192.168.9.45

Pada pengujian kali ini, alamat IP tersebut adalah alamat IP dari host Proxmox VE.

Sinkronisasi dengan Git

Kita juga dapat melakukan sinkronisasi perubahan yang dilakukan dengan Git. Hal ini dilakukan agar pekerjaan/progress yang kita lakukan tidak hilang dan dapat dicek/dilanjutkan juga oleh tim. Misalnya:

  • Cek status file:
      phantom@phantomint:~/ansible-testing$ git status
      On branch main
      Your branch is up to date with 'origin/main'.
      Untracked files:
      (use "git add <file>..." to include in what will be committed)
      ansible.cfg
      nothing added to commit but untracked files present (use "git add" to track)
    

    Perintah tersebut berguna untuk mengecek file apa saja yang baru atau berubah.

  • Menambahkan file untuk “dilacak” oleh Git
      phantom@phantomint:~/ansible-testing$ git add ansible.cfg 
      phantom@phantomint:~/ansible-testing$ git status
      On branch main
      Your branch is up to date with 'origin/main'.
      Changes to be committed:  (use "git restore --staged <file>..." to unstage)
      new file:   ansible.cfg
    

    Perintah git add di atas digunakan untuk menambahkan file ansible.cfg agar dilacak oleh Git.

    • Commit
      phantom@phantomint:~/ansible-testing$ git commit -m "first version of ansible.cfg"
      [main 984dc17] first version of ansible.cfg
      1 file changed, 3 insertions(+)
      create mode 100644 ansible.cfg
      

      Perintah commit digunakan untuk mengunci perubahan dengan catatan/keterangan.

  • Push
      phantom@phantomint:~/ansible-testing$ git push origin main
      Enumerating objects: 4, done.
      Counting objects: 100% (4/4), done.
      Delta compression using up to 12 threads    
      Compressing objects: 100% (3/3), done.
      Writing objects: 100% (3/3), 386 bytes | 386.00 KiB/s, done.
      Total 3 (delta 0), reused 0 (delta 0), pack-reused 0
      To github.com-office:zaidan-99/ansible-testing.git
      5cbc06d..984dc17  main -> main
    

    Perintah push digunakan untuk mengirim file dari lokal ke GitHub.

Selanjutnya, kita coba cek di web GitHub. Gambar di bawah menampilkan perubahan yang sudah muncul.
image host

image host

Itu dulu tulisan kali ini. Sampai jumpa. Bye.

Referensi course: https://youtu.be/4REljLsOnXk?si=8iKnJuI3KODNyZYK&t=60

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Instalasi Web Server Apache pada Container Ubuntu Server (Proxmox VE)
  • Pasang GUI di Proxmox VE
  • Idul Adha 1445H/2024
  • Macam-Macam OS Red Hat

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme