Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan coba replikasi pakai Nakivo (lagi). Aku udah pernah coba (dan tulis) beberapa kali sih hehe. Sekalian kita coba, karena mekanisme replikasi adalah menyalin file dari server sumber ke tujuan, berarti tidak membutuhkan repo di Nakivo. Kita coba saja detach penyimpanan di Nakivo-nya (SAN dan onboard repo).
Mekanisme replikasi adalah membuat VM cadangan di server/cluster lain. Jadi, misalnya VM A mengalami gangguan, VM hasil replikasi di site/server cadangan bisa dinyalakan. Fitur ini berguna untuk mempercepat proses recovery saat server/VM asal mengalami gangguan, serta meminimalisir risiko data loss.
Menu replikasi dapat diakses dari menu Data Protection> + > Replication for Proxmox VE.
- Pilih VM yang akan direplikasi. Pada pengujian kai ini kita akan replikasi VM Mint yang berada di server pve9.
- Pilih target atau server tujuan replikasi dan storage yang akan digunakan di tujuan. Kali ini tujuannya adalah server pve8 (beda versi PVE).
- Network mapping berfungsi untuk menyambungkan kartu jaringan (vNIC) VM replika ke network bridge atau VLAN yang sesuai di host Proxmox VE tujuan secara otomatis. Opsi ini kita nyalakan pada pengujian kali ini.
- Re-IP. Apabila dinyalakan, fitur ini berfungsi untuk mengubah alamat IP di dalam sistem operasi VM replika secara otomatis. Misalnya mengubah IP dari
192.168.1.50di lokasi utama menjadi10.0.1.50di lokasi tujuan. Namun pada pengujian kali ini kita tidak aktifkan fitur ini. - Scheduling. Sama seperti backup job, replication job juga dapat dijalankan secara terjadwal atau on-demand. Pada pengujian kali ini kita jadwalkan proses replikasinya tiap satu jam sekali (untuk testing saja, mungkin kurang optimal/cocok di beberapa kondisi).
- Retention Settings. Kita dapat menentukan berapa lama dan berapa banyak recovery points yang disimpan Nakivo sebelum dihapus secara otomatis. Pada pengujian kali ini menggunakan konfigurasi default.
- Job Options. Kita dapat menyesuaikan beberapa hal terkait replication job yang akan dibuat. Pada pengujian kali ini menggunakan konfigurasi default.
- Jalankan (Run) Replication Job.
Catatan: Disarankan untuk mengaktifkan guest-agent pada VM agar tidak ada pesan peringatan dan agar quiesced snapshot dapat dilakukan.
Quiesced snapshot adalah proses pembekuan sementara aktivitas penulisan data (I/O) pada sistem operasi dan aplikasi tepat sebelum Nakivo mengambil snapshot. Fungsinya adalah untuk menjaga konsistensi data dan mengurangi risiko data loss/corrupt.
Saat proses snapshot, VM yang ada pada server asal akan “terkunci” sebentar. Sebenarnya proses ini adalah pembuatan snapshot oleh Nakivo. Sistem membuat snapshot sementara untuk mengunci kondisi disk VM. Cara ini memastikan data yang disalin tetap konsisten dan tidak berubah di tengah proses pengiriman.
Proses replikasi berhasil dilakukan dan membutuhkan waktu sekitar 7 menit. VM hasil replikasi juga berhasil muncul dan dibuat pada server tujuan.
Sama seperti backup job, replication job juga mendukung proses incremental. Artinya, setelah replication job pertama berhasil dibuat, job selanjutnya hanya menyalin perubahan data dari job sebelumnya saja. Pada pengujian kali ini, run kedua hanya membutuhkan waktu 22 detik.
VM replikasi di tujuan juga berhasil dijalankan. File di desktop yang aku buat untuk pengujian juga sudah berhasil disalin. Perlu diperhatikan, untuk uji coba apabila ingin menyalakan VM hasil replikasi, pastikan VM asal/sumbernya dalam keadaan mati.
Kesimpulannya adalah, proses replikasi berguna untuk menyiapkan VM cadangan untuk berjaga-jaga apabila VM aslinya (atau server-nya) mengalami gangguan/rusak. Dengan VM hasil replikasi, sistem dapat dimulai ulang kembali dengan lebih cepat dan mengurangi risiko kehilangan data. Proses replikasi ini juga membuktikan bahwa karena tujuan replikasi langsung ke server tujuan, maka tidak memerlukan repo lain untuk storage di sisi Nakivo-nya.
Tulisan kali ini cukup sampai sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.