Hai semuanya, apa kabar? Salah satu solusi backup untuk Proxmox VE adalah Proxmox Backup Server (PBS). Merupakan produk di luar Proxmox VE dan menyediakan fungsi backup & recovery untuk Proxmox VE. Meskipun Proxmox VE sudah memiliki fitur backup bawaan, namun fiturnya belum “maksimal” seperti belum mendukung incremental backup & deduplication (masih full backup). PBS menawarkan fitur “pelengkap” dari fitur yang belum ada pada backup bawaan Proxmox VE.
PBS dapat diinstal standalone (sebagai server sendiri di luar cluster PVE), juga dapat diinstal sebagai VM di dalam PVE.
Persiapan Awal
Download File ISO
Kita siapkan terlebih dahulu file iso-nya. Kita bisa unduh dari situs resmi Proxmox.

Saat tulisan ini dibuat, versi PBS terbaru (stabil) adalah v4.1. Kalau kita ingin deploy PBS-nya sebagai VM, kita copy link-nya saja. Nanti kita masukkan di menu ISO-nya PVE.
Buka Storage (pada pengujian kali ini menggunakan local) > ISO Images> Download from URL.

Tempelkan link-nya kemudian pilih tombol Query URL*. Nanti sistem akan mencoba akses ke link tersebut dan apabila berhasil, nama file dan ukurannya akan muncul. Lanjut pilih tombol Download.

Gambar di bawah menampilkan proses download yang sedang berjalan.

Apabila prosesnya sudah selesai, akan ada tulisan TASK OK.

Gambar di bawah menampilkan file iso PBS yang sudah berhasil diunduh pada PVE.

Buat VM & Instalasi PBS
Pada halaman PVE, pilih tombol Create VM untuk membuat VM baru. Pastikan untuk memilih file iso PBS saat pembuatan VM.

Untuk pengujian kali ini, konfigurasi VM untuk PBS-nya adalah sebagai berikut:
- CPU: 2 cores.
- RAM: 4G.
- Disk*: 1x 70 G (single disk);
Gambar di bawah adalah halaman awal instalasi PBS, yaitu halaman persetujuan pengguna/EULA. Pilih tombol I agree untuk menyetujui dan melanjutkan proses instalasi.
Selanjutnya adalah konfigurasi disk. Kita bisa pilih tombol Options misalnya ingin mengatur jenis filesystem atau partisi secara manual. Karena kali ini kita pakai single disk dan tidak ingin melakukan konfigurasi lain, kita lanjut saja dengan memilih tombol Next.

Selanjutnya adalah konfigurasi region/timezone. Sesuaikan dengan lokasi teman-teman. Apabila sudah, pilih tombol Next untuk melanjutkan.

Isi password dan email untuk keperluan “administrasi sistem”. Pilih tombol Next untuk melanjutkan.

Selanjutnya, isi hostname, alamat IP & DNS untuk PBS-nya. Pilih Next untuk melanjutkan.

Halaman terakhir sebelum instalasi dilakukan adalah halaman konfirmasi. Periksa kembali konfigurasi yang sudah dipilih. Apabilla sudah sesuai dan ingin melanjutkan, pilih tombol Install.

Gambar di bawah menampilkan proses instalasi yang sedang berjalan.

Konfigurasi PBS
Untuk masuk ke dashboard dari PBS, buka web browser dan kunjungi alamat-IP:8007.

Gambar di bawah menampilkan dashboard dari PBS. Setelah berhasil masuk, kita perlu set tempat yang akan digunakan sebagai lokasi penyimpanan backup.

Apabila teman-teman menggunakan disk tambahan, format dulu dari menu Adminstration> Storage/Disks> Initialize Disk.
Buat Datastore
Karena kita (pada pengujian ini) tidak pakai disk tambahan, kita pilih menu Datastore> Add Datastore.

Berikut ini adalah contoh isi yang digunakan dalam pengujian kali ini:
- Name: Backup
- Datastore Type: Local
- Backing Path:
/mnt/datastore-backup
Pilih tombol Add untuk menambahkan.
Konfigurasi Akun & Hak Akses
Penggunaan akun root untuk operasional backup sehari-hari tidak direkommendasikan. Kita buat saja akun yang memang ditujukan untuk operasional backup harian. Buka menu Configuration> Access Control> User Management. Pada gambar di bawah baru ada satu akun yaitu root. Pilih tombol Add untuk menambahkan akun baru.


Gambar di bawah menampilkan user baru dengan nama operator berhasil dibuat.

Selanjutnya, buka menu Permissions> Add> User Permission untuk mengatur hak akses dari akun “operator”.

- Path:
/datastore/backup - User:
operator@pbs - Role:
DatastoreBackup.
Role DatastoreBackup dipilih karena role ini memungkinkan user untuk melakukan backup, restore, dan verifikasi datanya sendiri, tapi tidak punya izin untuk mengintip atau menghapus backup milik akun lain.
Pilih tombol Add untuk melanjutkan. Gambar di bawah menampilkan user “operator” sudah memiliki hak akses/role sendiri.

Konfigurasi Namespace
Buka menu Datastore> Backup> Content. Ini adalah halaman Namespace. Namespace adalah mekanisme pembagian datastore secara logical. Misalnya datastore adalah gudang penyimpanan, maka namespace adalah ruang/kamar penyimpanan yang lebih kecil.
Penggunaan namespace memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:
- Menghindari bentrok ID. Misalnya kita hubungkan dua cluster Proxmox VE ke datastore yang sama dan kedua cluster tersebut memiliki VM ID yang sama. Tanpa implementasi namespace, kedua backup akan saling timpa. Dengan namespace, kita bisa pisahkan clusternya (kita buat namespace
cluster-Adancluster-B. - Akses Terisolasi. Kita bisa atur agar Tim A hanya bisa melihat
namespace-A, tanpa bisa mengintipnamespace-B. - Lebih Rapi. Kita bisa memisahkan backup berdasarkan kategori. Misalnya
Prod,Dev, atauMigrasi. Kita juga bisa mengimplementasikan nested namespace seperticlient-A/webserver.

Pilih tombol Add Namespace untuk menambahkan namespace baru.

Beri nama namespace-nya. Misalnya Migrasi. Pilih tombol Create untuk melanjutkan.

Integrasi PVE dan PBS
Sebelum kita beralih ke PVE, masih di PBS, buka menu utama/Dashboard. Pilih tombol Show Fingerprint. Kode fingerprint ini nantinya akan dibutuhkan saat integrasi PVE dengan PBS. Salin kodenya.

Sekarang, kembali ke PVE. Buke menu Datacenter> Storage> Add> PBS.

Masukkan parameter yang dibutuhkan.

- ID: Nama PBS yang akan ditampilkan di PVE (untuk labeling).
- Server: Alamat IP PBS.
- Username & Password: Gunakan kredensial akun
operator@pbs. - Sesuaikan juga Datastore & Namespace-nya.
- Isi juga Fingerprint yang sudah disalin dari PBS.
Pilih tombol Add untuk menambahkan PBS. Gambar di bawah menampilkan PBS dengan nama Backup sudah berhasil ditambahkan di PVE.


Penutup

Instalasi PBS umumnya mirip dengan instalasi PVE. Setelah instalasi PBS, kita perlu menyiapkan beberapa hal agar PBS siap digunakan untuk menyimpan backup. Mulai dari alokasi direktori/disk untuk penyimpanan backup, persiapan akun baru dan konfigurasi hak aksesnya, dan konfigurasi datastore & namespace. Kemudian kita dapat integrasikan PBS ke dalam PVE.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.


