Backup VM XCP-ng Menggunakan Vinchin Backup & Recovery

Hai semuanya, apa kabar? Pada tulisan sebelumnya kita sudah belajar bagaimana cara untuk menambahkan XCP-ng ke Vinchin. Kali ini kita coba untuk lakukan backup job yuk.

Membuat Backup Job Baru

Menu untuk membuat backup job baru dapat diakses dari menu Backup> Virtualization. Pada halaman New Virtualization Backup Job, kita pilih VM yang akan di-backup pada panel Select backup source.
A4dmpldp o
Pada pengujian kali ini, kita gunakan VM Ubuntu untuk di-backup. Setelah VM dipilih, klik Next untuk lanjut ke tahap berikutnya.

Pilih Tujuan Backup (Backup Destination)

Pada halaman Backup destination, kita perlu menentukan storage mana yang akan digunakan untuk menyimpan hasil backup.
Pada pengujian kali ini, kita gunakan Local Directory, yaitu penyimpanan onboard-nya Vinchin (yang pernah juga saya tulis)
image host
Untuk melanjutkan ke halaman/tahap berikutnya, pilih tombol Next.

Mengatur Strategi Backup (Backup Strategies)

Bagian ini adalah bagian yang bisa dikonfigurasi paling banyak. Ada 4 tab, kita coba bahas secara singkat aja ya.

General

  • Schedule. Pada bagian ini kita bisa menentukan jadwal backup dan juga menentukan apakah backup job mau dilakukan secara manual/on-demand atau berdasarkan jadwal tertentu. Ada juga beberapa opsi backup yang dapat dipilih:
    image host

    • Full backup: membuat salinan penuh dari seluruh data VM.
    • Incremental backup: hanya melakukan backup data baru atau yang berubah sejak backup terakhir (baik full backup ataupun incremental).
    • Differential backup: backup data baru dan data yang berubah sejak full backup terakhir.
    • Forever incremental: backup pertama adalah full backup, namun untuk job berikutnya hanya melakukan incremental backup tanpa pernah membuat full backup lagi.

      Pada pengujian kali ini kita tidak melakukan penjadwalan/scheduling pada backup job. Sehingga opsi yang dipilih pada menu Scheduling adalah On Demand.
      image host

  • Throttling Policy. Opsi ini digunakan untuk membatasi kecepatan transfer data. Gunanya agar tidak membebani jaringan atau production server.
    image host
    Fitur ini berguna apabila backup dilakukan pada jam kerja/jam sibuk dan tidak ingin proses transfer data mengganggu traffic lain (bisa juga sih sebenarnya pakai jaringan terpisah hehe).
  • Data Storage Policy. Bersi pengaturan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan beberapa fitur, seperti:
    image host

    • Data deduplication: menghindari duplikasi blok data agar penyimpanan lebih efisien.
    • Data compression: mengompresi data backup agar lebih hemat penyimpanan.
    • Compression level: menentukan seberapa besar tingkat kompresinya.
    • Data encryption: mengenkripsi data backup untuk keamanan tambahan.
  • Retention Policy. Pada bagian ini, kita dapat menentukan berapa lama backup akan disimpan.
    image host

    Transmission

    Tab ini berisi pengaturan terkait jaringan yang digunakan untuk proses transfer data backup. Berikut beberapa opsi yang ada pada tab ini:
    image host

  • Transfer via:
    • LAN: menggunakan koneksi jaringan biasa (LAN).
    • SAN (LAN-free): data ditransfer langsung antara production storage dan backup storage melalui jalur SAN tanpa melewati LAN. Untuk menggunakan opsi ini, kita perlu menambahkan LAN-free path dari menu Resources> Infrastructure> LAN-free.
  • Transfer Threads: jumlah transfer thread yang digunakan (nilai default: 3). Semakin banyak thread biasanya prosesnya bisa lebih cepat, namun juga butuh lebih banyak resource.
  • Encrypted Transfer: jika diaktifkan, data yang dikirim akan dienkripsi.
  • Transmission Network: kita bisa menentukan subnet/jaringan tertentu untuk transfer data (biarkan kosong apabila ingin mneggunakan default).

Security

Tab ini berisi pengaturan tambahan untuk keamanan data backup.
image host

  • WORM Protection. Fitur ini membuat data backup tidak dapat diubah atau dihapus selama periode waktu tertentu. Setelah diaktifkan, backup yang menggunakan opsi ini tidak dapat diubah atau dimodifikasi, hanya dapat diperpanjang masa retensinya. Fitur ini mirip dengan Immutable Backup di Nakivo.
  • Malware Scan. Ketika fitur ini diaktifkan, Vinchin akan melakukan pemindaian virus pada data backup yang dibuat.
  • Integrity Check. Fitur ini berguna untuk memverifikasi integritas data backup, untuk memastikan backup point masih valid dan konsisten.

Advanced

Berisi pengaturan lanjutan (gak dijelasin hehe) seperti:

  • Snapshot management
  • Incremental mode
  • BitDetector
  • Retry strategy
  • Storage
  • Overload protection

Pada pengujian kali ini, kita pakai konfigurasi default.

Review dan Konfirmasi

Langkah selanjutnya adalah halaman Review & Confirm yang menampilkan ringkasan seluruh pengaturan backup job yang kita pilih. Apabila sudah sesuai, pilih tombol Submit untuk membuat backup job baru.
image host

Menjalankan Backup Job

Backup job yang berhasil dibuat akan muncul pada halaman Monitor Center> Jobs> Current Jobs. Job belum dijalankan dan masih berstatus pending.
image host
Untuk menjalankan backup job, pilih tombol Options> Start Full (kalau mau jalankan full backup).
image host

Setelah backup job selesai, riwayat job bisa dilihat pada History Jobs tab.
image host

Pilih tombol Options apabila ingin melihat log-nya.
image host

Penutup

Nah, itu dia langkah-langkah membuat dan menjalankan backup job untuk VM XCP-ng menggunakan Vinchin Backup & Recovery. Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *