Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan coba lagi replikasi VM PVE menggunakan Nakivo. Pengujian kali ini dilakukan untuk melihat perbedaan perilaku Nakivo saat melakukan replikasi dalam kondisi VM menyala dan VM mati.
VM Menyala
Kita akan gunakan VM Linux Mint yang sudah digunakan beberapa kali dalam tulisan sebelumnya hehe. Replication job pertama masih full replication (sebelumnya sempat gagal, jadi full replication lagi). Proses full replication ini berlangsung selama 5 menit 32 detik dan data yang disalin sebesar ~10GB.
Kita akan lakukan rep-job lagi untuk cek apakah incremental update-nya sudah berfungsi atau belum. Lanjut di-run saja (kita anggap saja ini run #2).
Pada run #2, incremental replication berhasil. Repjob berlangsung selama 30 detik dan hanya menyalin data sebesar 72 MB.
Kita lanjut run #3, kondisi VM sumber masih menyala.
Pada run #3, prosesnya lebih cepat lagi. Hanya 26 detik dan 36 MB data yang disalin.
VM Mati
Untuk run #4, kita matikan VM-nya terlebih dahulu.
Pada run #4, ada dua warning yang muncul:
Cannot perform incremental replication. Information on previous increment for one or more virtual disk of the VM cannot be found. Full replication will be performed.
Proxmox VE CBT data was not provided for the VM. Source host did not provide valid PVE CBT for this VM. Replication will be performed using proprietary change tracking method. The job may take longer to complete.
Artinya, Nakivo gagal melakukan incremental replication. Replikasi tetap berjalan, namun menggunakan Full Replication. Artinya proses salin data VM penuh (~10 GB) dan membutuhkan waktu hampir 9 menit.
Ada juga konsep atau fitur yang dinamakan Changed Block Tracking (CBT), yaitu fitur pencatat perubahan data pada virtual disk. Dengan CBT, PVE mencatat lokasi blok data yang berubah saja secara real-time. Saat jadwal replikasi tiba, Nakivo cukup meminta daftar blok data tersebut ke PVE dan menyalin bagian yang berubah saja (Incremental Replication).
CBT tidak menyala atau tidak dapat digunakan saat VM dalam kondisi mati. Tanpa CBT, Nakivo harus membaca isi disk dari VM yang akan direplikasi dari awal hingga akhir untuk mencari tahu data mana yang berubah. Proses ini memakan waktu jauh lebih lama dan lebih membebani storage.
Kita coba lagi, kali ini run #5 kondisi VM masih mati.
Pada run #5, more-or-less hasilnya sama dengan run #4. Incremental replication tidak dilakukan (yang berjalan adalah full replication sebesar ~10 GB dan membutuhkan waktu hampir 9 menit.
Kesimpulan
Jalankan replikasi saat VM dalam kondisi on agar Nakivo dapat menggunakan fitur CBT-nya PVE. Kita juga perlu antisipasi waktu ekstra apabila terjadi disaster atau hal lain yang menyebabkan VM sumber menjadi mati, karena Nakivo akan melakukan full scan & replication yang membutuhkan waktu dan proses salin data yang lebih besar.
Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.