Konfigurasi Proxmox Backup Server dengan Single Disk

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini aku mau sharing konfigurasi Proxmox Backup Server (PBS) untuk keperluan testing/lab dengan menggunakan 1 buah disk berkapasitas 70GB. PBS yang digunakan diinstal sebagai VM di dalam Proxmox Virtual Environment (PVE). Berikut ini (sekilas) tahapan instalasi PBS:

Instalasi PBS

 

  • Buat VM di PVE.
  • Pilih instalasi Graphical untuk instalasi dengan GUI.
  • EULA. Pilih I agree untuk menyetujui dan lanjut ke langkah berikutnya.
  • Pilih disk. Pada pengujian kali ini pakai konfigurasi default (tidak ada yang diubah).
  • Konfigurasi locale. Sesuaikan isiannya.
  • Konfigurasi akun PBS (root).
  • Konfigurasi alamat IP.
  • Konfirmasi.

Setelah instalasi, perlu restart. Pastikan file ISO-nya sudah dicabut/disesuaikan agar VM PBS yang sudah dibuat tidak load ke file ISO lagi. Setelah restart, kita bisa masuk ke sistem (shell) dan akan ada informasi alamat IP yang digunakan untuk akses ke web interface.

 

Ubah VM PBS jadi Template

Apabila kita mau ubah PBS-nya jadi template (biar kalau mau deploy PBS lagi gak perlu instal PBS dari awal) juga bisa dilakukan. Proses convert to template harus mematikan VM-nya terlebih dahulu. VM PBS akan berubah jadi template, gak bisa langsung dipakai. Kalau mau dipakai lagi, perlu clone dari hasil template tersebut.

 

Kendala Akses

Kendala yang sempat aku hadapi adalah web interface tidak bisa diakses. Apabila hal ini terjadi, kita bisa cek nama interface yang aktif dan file konfigurasinya. Sebagai contoh, pada kasus yang aku alami, nama interface yang aktif adalah ens18 sedangkan file konfigurasinya masih nic0.

Sesuaikan file konfigurasinya (/etc/network/interfaces), restart jaringan (systemctl restart networking) dan koneksi pun berhasil (sudah bisa ping dari PBS ke Google).

 

Akses Web Interface

Aksesnya bisa pakai alamat IP yang digunakan pada PBS (ada informasinya di Shell) dan gunakan port 8007 (default). Apabila ada warning pada web browser, dilewati saja.

 

Pembuatan Datastore

Setelah PBS diinstal, kita tidak bisa langsung gunakan sebagai storage. Kita perlu buat datastore terlebih dahulu. Datastore merupakan inti penyimpanan data, bisa data backup dari VM maupun CT. Dari halaman web interface, pilih menu Add Datastore.

 

  • Berikan nama datastore-nya, misalnya backup-pbs.
  • Berikan path pada lokasi sistem untuk penyimpanannya. Misalnya pada pengujian kali ini aku tulis path-nya di /mnt/datastore/backup-pbs (path atau direktori ini akan dibuat oleh sistem).
  • Pilih Add.

Pembuatan Akun Non-Root

Disarankan untuk operasional manajemen backup tidak menggunakan akun root karena alasan keamanan. Kita bisa buat akun baru (non root) dengan hak akses khusus.

 

  • Buka menu Configuration> Access Control> User Management> Add.
  • Beri nama untuk akun baru, misalnya backup-user.
  • Berikan password untuk akun baru tersebut.
  • Add.
  • Dari menu Access Control, pilih menu Permission> Add> User Permission.
  • Path-nya kita arahkan saja ke datastore yang tadi dibuat.
  • Role-nya pilih saja DatastoreBackup. Hak aksesnya memungkinkan user untuk membuat/menambahkan backup baru tanpa akses untuk menghapus backup dan mengakses backup yang dibuat oleh user lain.

Integrasi Dengan PVE

Buka PVE, Datacenter>Storage> Add> PBS.

 

  • Masukkan informasi dari PBS yang sudah dikonfigurasi.
  • Pada bagian username, gunakan akun non root yang sudah dibuat (tambahkan juga @pbs).
  • Sesuaikan entri datastore-nya.
  • Pada bagian fingerprint, informasinya bisa diakses dari web interface PBS, pilih tombol Show Fingerprint.
  • PBS berhasil ditambahkan.

Coba Backup

Untuk coba backup on-demand, pilih VM> Backup> Backup Now. Pastikan storage yang dipilih adalah PBS . Untuk pengujian, gunakan konfigurasi default saja. Klik Backup.

 

Backup run pertama memang full backup atau menyalin keseluruhan VM. Hasil backup juga bisa dicek via web interface PBS. Untuk backup selanjutnya, sudah berlaku incremental backup di mana sistem hanya menyalin data yang berubah/berbeda saja dari backup job yang sebelumnya dijalankan.

 

Untuk scheduled-backup, menunya bisa diakses dari Datacenter> Backup. Kita bisa atur VM mana yang ingin dimasukkan ke dalam backup job dan juga waktu atau jadwal backup yang ingin dilakukan.

 

Tambahan: Single Disk vs Multi Disk PBS:

Single Disk

  • Kelebihan:
    • Cepat Diterapkan: Ideal untuk testing, staging, atau homelab.
    • Efisiensi Sumber Daya: Tidak memerlukan kapasitas RAM yang besar seperti ZFS.
    • Manajemen Simpel: Tidak ada risiko sinkronisasi array atau rebuild RAID yang rumit.
  • Kekurangan:
    • Tanpa Redundansi: Jika disk mengalami kerusakan fisik (bad sector), seluruh data di dalam datastore ikut hilang.
    • Keterbatasan Kapasitas: Ruang penyimpanan terbatas pada ukuran disk tunggal tersebut.
    • Bottleneck Performa: Operasi read/write bersamaan (misal: backup VM berbarengan dengan proses prune/verify) akan menurunkan kecepatan I/O secara signifikan.

Multi Disk

  • Kelebihan:
    • Keamanan Data (Redundancy): Menggunakan skema RAID 1 (Mirror) atau RAID 10 memastikan data tetap aman meskipun salah satu disk rusak.
    • Performa Tinggi: Proses striping data meningkatkan kecepatan r/w.
    • Skalabilitas: Kapasitas penyimpanan dapat diperluas (expand) dengan mudah seiring bertambahnya kebutuhan backup.
  • Kekurangan:
    • Kompleksitas Tinggi: Membutuhkan pemahaman mendalam tentang manajemen ZFS atauhardware RAID.
    • Konsumsi Resource Lebih Besar: ZFS membutuhkan alokasi RAM lebih tinggi agar berjalan optimal.

Penutup

Konfigurasi Proxmox Backup Server (PBS) dengan single disk cocok untuk kebutuhan testing, staging, atau homelab. Skema ini memiliki proses setup yang cepat, hemat resource, dan pengelolaan yang simpel. Fitur incremental backup bawaan PBS juga membuat alokasi penyimpanan minimalis (seperti 70GB) sudah cukup untuk menguji performa backup dan restore.

Namun, hindari penggunaan single disk untuk lingkungan production. Selalu gunakan skema multi-disk (seperti ZFS RAID 1 atau RAID 10) untuk menjaga redundansi data dan kestabilan performa I/O saat proses backup dan prune berjalan bersamaan.

Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

By Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *