Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Thin vs Thick Provisioning

Posted on 13/02/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Saat kita membuat virtual machine, kadang ada opsi yang meminta kita memilih atau berkaitan dengan yang namanya thin & thick provisioning pada saat alokasi storage. Konsepnya adalah penggunaan storage-nya. Apakah storage akan langsung dipakai penuh atau digunakan sesuai kebutuhan/penggunaan?

Thick Provisioning

Thick provisioning merupakan metode di mana storage langsung dialokasikan penuh sejak awal. Misalnya kita membuat VM dengan disk sebesar 50 GB. Maka storage yang diambil dari hypervisor/ sistem storage adalah langsung 50 GB, walaupun VM masih kosong atau belum digunakan.
image host
Karakteristik dari metode thick provisioning adalah kapasitas yang ditentukan langsung tersedia dari awal (mengurangi risiko kehabisan storage tiba-tiba). Namun, metode ini juga dinilai kurang efisien karena langsung menggunakan space besar. Dan juga kurang fleksibel apabila kita akan deploy atau memiliki banyak VM .

Thin Provisioning

Thin Provisioning adalah metode di mana storage digunakan sesuai data yang benar-benar ditulis. Misalnya kita membuat VM dengan disk sebesar 60 GB, namun file atau data yang ditulis pada VM tersebut baru atau hanya 10 GB. Maka storage yang terpakai hanya ~10 GB.

image host

Karakteristik dari metode ini adalah lebih hemat storage, kita bisa lebih fleksibel saat deploy banyak VM karena tidak langsung menghabiskan storage. Namun kita perlu perhatikan kapasitas storage yang digunakan agar tidak langsung penuh atau penuh dengan cepat.

Implementasi di Proxmox VE

Di Proxmox VE, kedua konsep ini tidak serta-merta ada pilihan untuk menggunakan thin/thick untuk semua storage, karena bisa atau tidaknya implementasi thin/thick tergantung juga pada jenis storage-nya.

Misalnya:

  • LVM – thick provisioning.
  • LVM-Thin –thin provisioning.
  • Ceph RBD – thin provisioning.
    • ZFS – fleksibel. Mendukung keduanya. Tinggal pilih checkbox-nya ingin menggunakan thin/thick.
      image host

Kalau teman-teman ingin storage yang “lebih pasti” ketersediannya, pillih thick provisioning. Tapi, kalau teman-teman lebih pilih efisiensi dan fleksibilitas, pilih thin provisioning. Kadang keduanya juga digunakan/diimplementasikan untuk kebutuhan berbeda hehe.

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Instalasi NGINX dan SSL Let’s Encrypt
  • Btop – Aplikasi Pemantauan Resource di Linux
  • Mengatur Hak Akses Pengguna Proxmox VE
  • Pengalaman Mengambil Online Linux Course

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme