Motoran Setu – part satu

Kegiatan perkuliahan semester ganjil sudah berakhir, dan beberapa pekan ini sedang libur. Sabtu lalu (15/02) saya mengajak teman saya untuk motoran. Gak jauh-jauh, cuma ke daerah Setu.

Kami rencanakan ke Alun-Alun Eduforest Setu. Tapi saat saya cek Maps, ternyata rutenya juga dekat dengan Taman Limo. Dari dulu (baca: zaman Covid) saya belum pernah ke sana dan penasaran. Akhirnya, saya masukkan juga Taman Limo ke rute navigasi.

Berangkat dari Cibitung sekitar pukul 8 pagi. Saat berkendara, kami sekalian testing voice chat pakai Discord. Ada beberapa kendala juga seperti suara yang kurang jelas. Namun hal tersebut bisa diatur lagi. Cukup berguna dan praktis karena tidak perlu membeli interkom khusus.

Taman Limo sendiri lokasinya dekat dengan Kawasan Industri MM 2100. Masuk ke wilayah Cikarang Barat. Saya juga sebenarnya belum tahu rutenya. Maka dari itu saya juga menggunakan aplikasi navigasi.

image host

Sampai di dekat Taman Limo, ternyata aplikasi navigasi mengarahkan ke Pintu 1. Suasananya banyak pohon rindang namun sepi sekali. Hanya ada beberapa orang (sepertinya penduduk lokal).

Kami pun masuk ke dalam area Taman Limo tersebut. Tidak dijumpai loket masuk. Ternyata banyak wahana permainan yang sudah terbengkalai. Seakan sudah lama tidak digunakan atau dikunjungi. Ada danau juga.

image host

Cek juga rekaman Shorts-nya https://youtube.com/shorts/_0kKG2EB7cQ?si=tOXFgxoYNvisFBVx (gak bisa langsung embed di blogpost).

Di danaunya banyak eceng gondok.  Saya sempat melihat juga sesuatu yang bergerak di air. Sepertinya buaya 😵 .

Karena tempatnya seperti itu, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke tujuan utama yaitu Alun-Alun Eduforest. Gak jauh dari pintu 1 Taman Limo, ada jalan yang mengarah ke pintu 2 Taman Limo. Hmm, mungkin kalau di sana lebih ramai.  Tapi kami tidak ke sana.

Kami lanjutkan perjalanan lewat Jalan Raya Cibening-Cikedokan, lalu Jalan Setu Cisaat. Suasananya enak. Jalan cukup mulus, sepi, dan cenderung  masih banyak pepohonan.

image host

saya gak ambil foto. jadinya pakai street view aja ya hehe

Lurus terus ke arah selatan, saya menyadari kalau jalan ini adalah rute yang pernah saya lewati waktu itu. Ada plang juga ke arah Wisata Kampung Kita. Lagi-lagi kami mampir untuk sekadar lihat tempat wisata tersebut (gak masuk). Jarak dari persimpangan itu ke Kampung Kita sekitar 800 meter.

image host

image host

image host

Setelah dari Kampung Kita, kami lanjutkan perjalanan ke arah Alun-Alun. Bensin saya mulai menipis juga. Tapi sepertinya masih ada sisa bensin di tangki untuk.. mungkin 10km. Ada pom bensin Pertamina, namun tutup hehe.

Aplikasi navigasi mengarahkan kami ke gang kecil. Sepi, dan banyak pepohonan. Kami gak tahu ini ke mana. Dan teman saya pun sempat meragukan (dia gak set navigasi soalnya).

image host

Ternyata, di ujung gang tersebut ada hamparan persawahan.  Tentu saja kami foto-foto lagi.

image host image host

Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit dari Kampung Kita, akhirnya kami sampai di Alun-Alun Eduforest Setu pada sekitar pukul 9.30. Tapi, untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Kita lanjut lagi di tulisan selanjutnya hehe. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Comment