Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Testing Hapus Node di Cluster Proxmox VE dan Simulasi No Quorum

Posted on 13/04/202610/04/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan ulik Proxmox VE lagi. Kita akan coba hapus salah satu node dari cluster Proxmox VE, lalu kita simulasikan keadaan seandainya salah satu node-nya down.

Menghapus Node 3

Lab yang digunakan terdiri dari pve1, pve2, dan pve3 (nested). Lalu, kita akan hapus node pve3. Kondisi awalnya, pve3 sudah dalam keadaan mati. Gambar di bawah ini menampilkan kondisi cluster saat kita jalankan perintah pvecm status.
image host
Pada tampilan di atas, konfigurasinya masih menampilkan nilai Quorate atau bisa dibilang cluster masih layak untuk dijalankan (kondisi node hidup masih 2/3).

Pada node yang masih hidup (pve1/pve2), jalankan perintah berikut untuk menghapus pve3:

pvecm delnode pve3

Apabila terdapat pesan error seperti Could not kill node (error = SC_ERR_NOT_EXIST) adalah hal wajar karena node sudah mati dan tidak merespon cluster heartbeat. Sistem akan tetap melanjutkan proses tersebut.

image host

Pada gambar di bawah, saat kita jalankan perintah pvecm status, jumlah node (expected & highest votes) sudah berjumlah 2.
image host

Walaupun pve3 sudah tidak ditampilkan pada web UI, bisa jadi masih ada file/direktori pada sistem. Kita akan hapus secara manual.
Jalankan perintah berikut:

# Cek folder nodes
ls /etc/pve/nodes

# Hapus folder node yang sudah tidak ada
rm -rf /etc/pve/nodes/pve3

Gambar di bawah ini menampilkan direktori pve3 sudah berhasil dihapus.
image host

Apabila kita cek menu Datacenter> Cluster juga bisa kita lihat bahwa anggota cluster tersisa pve1 dan pve2.
image host

Simulasi Node Down

Setelah cluster hanya tersisa dua nodes, kita akan lihat apa yang terjadi pada node dan VM yang masih hidup. Kondisi awalnya pve1 dan pve2 hidup dan ada satu buah VM (ID 100 – AlmaLinux) yang terletak pada pve1.
image host

Kita akan matikan pve2 (nested semua).
image host

pve2 stopped.
image host

Pada web UI, pve2 sudah berubah jadi warna merah. Namun pve1 dan VM 100 masih hidup. Saya juga jalankan ping pada VM dan masih berhasil. Proses internal VM bisa dikatakan masih berjalan lancar selama host-nya masih hidup.
image host

Kita cek juga status cluster dengan perintah pvecm status. Kita bisa lihat bahwa total votes bernilai 1 dan quorum memiliki flag Activity blocked.
image host

Berarti… ada hal yang tidak bisa dilakukan. Ayo kita cek.

Kita akan coba untuk ubah resource yang ada pada VM. Misalnya RAM.
image host
Awalnya, VM memiliki RAM sebesar 4 GiB. Kita akan coba ubah jadi ~6 GiB.
image host
image host

Ternyata tidak bisa. Ada pesan error yang isinya Permission denied (500).

Kita coba lagi ubah ukuran disk dari VM.
image host image host image host

Sama, tidak bisa juga. Dan sama-sama ada pesan error yang isinya Permission denied (500).

Kita coba untuk matikan VM yang berjalan. Klik kanan pada VM lalu pilh Shutdown/Stop.
image host image host image host

Berhasil. Namun, apabila kita coba untuk nyalakan kembali VM-nya:
image host image host

Gagal. Ada pesan error yang isinya cluster not ready – no quorum? (500).

Mengapa Bisa Begitu?

Hal tersebut dapat terjadi, kaitannya dengan Quorum. Dalam cluster dengan anggota sebanyak 2 nodes, Proxmox membutuhkan suara mayoritas (50% +1) untuk mengambil keputusan write ke konfigurasi.

Apabila hanya satu node yang menyala, maka nilainya tidak memenuhi syarat 50% +1. Akibatnya, cluster masuk ke Read-Only mode. Kita bisa melihat kondisi dan status dari cluster, namun kita pretty much tidak dapat mengubah konfigurasi karena sistem tidak yakin apakah dia benar benar host yang menang/hidup pada jaringan tersebut.

Penutup

Membangun cluster 2 node memang praktis untuk lab kecil, tapi sangat riskan untuk produksi karena tidak adanya toleransi kegagalan (fault tolerance) pada quorum. Minimal gunakan 3 node, atau gunakan QDevice (External Vote) jika terpaksa hanya punya 2 server.

Tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Self-Signed SSL dan Risiko Keamanannya
  • Coba LRT – bagian 2
  • Proxmox Datacenter Manager
  • Ceph: Apa Itu Size dan Min Size?

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme