Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita bahas Proxmox VE lagi. Dalam implementasi multi-node, ada berbagai risiko yang bisa saja terjadi. Salah satunya adalah host yang mati. Apa yang terjadi apabila kita punya suatu cluster yang berisi tiga buah hosts Proxmox VE? Apakah totally unusable atau usable dalam tingkat tertentu?
Persiapan
Pada pengujian kali ini, kita akan menggunakan cluster Proxmox VE (nested). Server pve1, pve2, dan pve3. pve1 akan tetap aktif, pve2 dan pve3 akan dimatikan.

Di dalam cluster ini, ada VM (hidup) yang terletak di pve1 dan kita akan lihat pengaruhnya apabila terdapat gangguan pada cluster.
Host 2 & 3 Mati
Status cluster dapat dicek menggunakan perintah pvecm status. Cluster kehilangan status quorum (Quorate: No). Hal ini dapat terjadi karena sisa suara (host yang masih hidup) hanya 1, sehingga tidak mencukupi syarat “nilai mayoritas” (total suara/expected votes adalah 3).

Gambar di bawah menampilkan pve2 dan pve3 ditandai warna merah.

Status VM yang Berjalan
VM Alma Linux yang sudah berjalan sebelum pve2 dan pve3 dimatikan masih berjalan dengan normal.
Kita masih bisa akses console VM dari web UI dan testing ping, masih bisa.
Kendala pada Manajemen
Masalah yang timbul akibat dua server yang mati adalah Proxmox ibarat “mengunci” diri menjadi read-only mode. Hal ini untuk mencegah kondisi seperti split brain atau masalah lainnya.
Beberapa hal yang ditemui saat pengujian:
- Gagal start VM. Saat kita coba menyalakan VM yang sedang mati, akan ada pesan error:
cluster not ready - no quorum.

- Gagal modifikasi file. Kita tidak dapat membuat file baru di server. Dalam pengujian kali ini saya coba buat file baru di direktori
/etc/pve. Akan muncul pesanPermission Denied.

- Gagal ubah resource VM. Kita coba ubah resource pada VM, misalnya edit besar memorinya.

Akan ada pesan errorPermission Deniedjuga karena sistem tidak dapat menulis/edit file konfigurasi VM (.conf) tersebut.

Apa yang Masih Bisa Dilakukan?
Salah satu hal yang masih dapat dilakukan pada pengujian kali ini adalah, apabila VM masih berjalan, kita masih dapat mematikan VM tersebut dari menu/tombol Shutdown di web UI (cek juga apakah QEMU guest agent sudah terinstal pada VM atau belum).


Kenapa Proxmox Bertindak Seperti ini
Keamanan data adalah salah satu alasannya. Karena bisa saja node yang dianggap mati ternyata masih hidup dan terkendala di jaringan saja.
Apabila quorum tidak diterapkan, bisa saja dua node menjalankan satu VM yang sama dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan data/data menjadi tidak konsisten.
Penutup
Dari pengujian yang sudah dilakukan, kita sama-sama belajar bahwa quorum bisa dibilang sangat pentring di Proxmox VE karena “menentukan” kondisi cluster apakah dapat berlanjut atau tidak (jadi read only).
Walaupun ada dua host yang mati dan nilai quorum tidak tercapai, apabila kita masih memiliki VM yang aktif pada node yang masih hidup, VM tersebut dapat tetap menyala.
Itu dulu tulisan saya kali ini. Sampai jumpa. Bye.
