Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Ansible #1: Automasi Server Lebih Mudah

Posted on 08/04/202608/04/2026 by Zaidan

image host
Kadang ada skenario yang memerlukan kita untuk melakukan suatu perintah (misalnya instal paket) yang sama untuk server dalam jumlah banyak. Kalau server-nya hanya satu atau dua buah mungkin masih bisa dilakukan secara manual. Tapi bagaimana kalau puluhan? Bisa repot kalau dilakukan secara manual. Solusinya, kita bisa pakai tool automasi seperti Ansible.

Apa Itu Ansible?

Singkatnya, Ansible dapat digunakan untuk Server Provisioning & Automation, dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi server secara massal agar kita tidak perlu melakukan konfigurasi manual satu per satu.

Contoh Skenario Umum

Misalnya, kita punya tiga buah server. Tanpa Ansible, kita perlu SSH ke server 1, lakukan konfigurasi/instalasi, selesai, lalu SSH lagi ke server 2 dan lakukan hal yang sama sampai selesai.

Dengan Ansible, kita hanya perlu satu buah Ansible Control Host sebagai “kendali” atau server utama.

image host

  • Control host akan terhubung ke semua target server menggunakan SSH.
  • Ansible akan mengirimkan perintah/perubahan sekaligus ke tiga server tujuan.
  • Semua server akan dapat terkonfigurasi secara bersamaan.

Catatan: Untuk kebutuhan testing, kita tidak perlu server khusus. Kita bisa menggunakan komputer lokal sebagai control host-nya.

Ansible Playbook

Dalam Ansible, ada istilah yang dinamakan Playbook. Analogi sederhananya adalah, kalau server diibaratkan sebagai dapur, Ansible sebagai koki, maka Playbook adalah buku resep. Playbook berisi daftar instruksi (formatnya YAML) tentang apa saja yang harus dilakukan pada server tujuan. Misalnya:

  • Step 1: Update repository.
    • Step 2: Install Nginx.
    • Step 3: Copy file konfigurasi.
    • Step 4: Restart Nginx.

Version Control

Ada risiko yang dapat terjadi apabila control node kita rusak atau crash. Playbook di dalamnya bisa saja hilang. Maka dari itu, sangat disarankan untuk menggunakan version control system seperti Git agar Playbook lebih aman (dapat disimpan di cloud), perubahan versi (versioning) tercatat dengan lebih rapi, dan juga mendukung kolaborasi dengan tim dengan memungkinkan penggunaan Playbook bersama-sama.
image host

Itu dulu tulisan kali ini. Sampai jumpa. Bye.

Referensi materi: Learn Linux TV

 
 

 

 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Perubahan Masa Aktif SSL dan Transisi Root CA 2026
  • Latihan Soal dengan Bantuan ChatGPT? Emang Bisa?
  • Perintah Cat di Linux
  • Kasus XZUtils

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme