Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Ceph: Apa Itu OSD, PG, dan Pool?

Posted on 06/04/202606/04/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Kita belajar lagi tentang Proxmox VE. Salah satu solusi storage yang didukung pada Proxmox VE adalah Ceph. Ceph memiliki banyak keunggulan dan bisa dibilang sudah enterprise-grade. Kita akan sama-sama bahas lebih jauh tentang beberapa komponen yang ada di dalam Ceph. Yaitu OSD, PG, dan Pool.

OSD (Object Storage Daemon).

OSD bisa dibilang menjadi komponen yang paling “sibuk” di Ceph. Fungsi utamanya adalah menangani proses read & write data dari dan ke disk.

Misalnya, kita punya lima server Proxmox VE yang menggunakan Ceph. Maka kelima server tersebut semuanya bertindak sebagai Ceph Client yang melakukan tugas atau fungsi read & write ke Ceph Storage (OSD).

image host

Selain itu, ada fitur menarik di Ceph yang namanya Data Scrubbing. Fungsinya adalah untuk memeriksa integritas data secara berkala. Misalnya ada data yang corrupt atau rusak, akan ada notifikasi dari Ceph atau bahkan (kalau memungkinkan) akan dilakukan proses self-healing.
image host

Cara Kerja Replikasi Data di Ceph

Prosesnya bisa digambarkan secara singkat seperti gambar berikut:
image host
Penjelasan:

    1. Client -> Primary OSD: Client mengirim data (write) ke OSD utama.
  • 2 & 3. Replikasi ke Secondary OSD: Primary OSD meneruskan data tersebut ke OSD cadangan (Secondary 1 & 2).
  • 4 & 5. Acknowledgement: Secondary OSD menginformasikan ke Primary OSD bahwa data sudah berhasil ditulis.
  • 6. Final Ack. Setelah semua data pada Secondary OSD aman, Primary OSD akan menginformasikan ke klien bahwa data sudah berhasil tersimpan.Catatan: Client baru mendapatkan konfirmasi (ack) setelah data berhasil tersimpan pada semua replika. Maka dari itu, Ceph disarankan menggunakan jaringan yang cepat (setidaknya 10Gbps).

Pools dan Placement Groups

Pools

Merupakan logical partition untuk menyimpan data. Saat data hendak disimpan, akan ada mapping untuk menyimpan datanya. Di map inilah ada yang namanya CRUSH rule, yaitu semacam algoritma yang menentukan di mana data harus diletakkan/disimpan agar aman.

Placement Group

Data tidak langsung “dilempar” ke disk/OSD begitu saja.

  • Data dipecah lagi menjadi object.
  • Object tadi dikelompokkan ke dalam Placement Group (PG).
  • PG ini yang nantinya akan didistribusikan ke OSD yang ada di seluruh cluster.

Kalau diibaratkan, Pool itu mirip seperti gudang, PG sebagai palet barang, dan OSD adalah rak penyimpanannya. Dengan PG, Ceph jadi lebih mudah dalam proses pemetaan file ke disk/OSD.
image host

Itu dulu tulisan kali ini. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Perubahan Masa Aktif SSL dan Transisi Root CA 2026
  • Latihan Soal dengan Bantuan ChatGPT? Emang Bisa?
  • Perintah Cat di Linux
  • Kasus XZUtils

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme