Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan coba belajar gimana caranya deploy VM menggunakan cloud image di Proxmox VE. Bisa dibilang cloud image adalah file OS yang bisa digunakan untuk deploy sistem dengan lebih cepat. Pada pengujian kali ini, kita akan pakai AlmaLinux 10 untuk OS-nya.
Cek Storage yang Mendukung Import File
Kita perlu cek terlebih dahulu, pastikan kita sudah punya storage yang siap menampung file dengan format cloud image seperti qcow & raw.

Meny storage dapat diakses dari menu Datacenter> Storage. Pada menu Content, pastikan opsi Import sudah dipilih. Pada pengujian kali ini kita akan menggunakan local storage.
Download Cloud Image dari Internet
Kita bisa mencari file cloud image di internet dengan kata kunci seperti Cloud Image Linux (disarankan cari/dapatkan dari situs resmi ya). Beberapa distro seperti Alma Linux menyediakan file cloud image resmi, jadi lebih aman. Situsnya dapat diakses di https://wiki.almalinux.org/cloud/Generic-cloud.html . Pada pengujian kali ini kita akan gunakan versi terbaru saja (10 – x86_64). Salin download link-nya.
Di sisi Proxmox VE, masuk ke local storage> Import> Download from URL.

Tempelkan download link-nya, lalu pilih tombol Query URL. Kalau berhasil, nantinya akan muncul informasi file yang akan diunduh. Kemudian pilih tombol Download untuk melanjutkan.

Gambar di bawah menampilkan proses download-nya.

Apabila sudah selesai, cloud image file akan muncul pada local storage.

Buat VM Kosongan
Selanjutnya, kita buat VM baru untuk Alma Linux-nya, tapi kita gak usah tambahkan file iso. Pilih tombol Create VM untuk membuat VM baru. Resource yang akan digunakan pada pengujian kali ini adalah RAM sebesar 4GiB dan CPU 2 cores.
Pada menu OS, pilih opsi Do not use any media.

Pada menu Disks, secara default akan diberikan opsi disk sebesar 32 GiB. Kita bisa hapus saja disk-nya dengan menekan tombol ikon tempat sampah.

Gambar di bawah menampilkan sudah tidak ada disk yang akan ditambahkan untuk VM.

Pada menu Confirm (sebelum VM benar-benar dibuat), tidak usah pilih menu Start after created. Karena VM belum siap untuk dijalankan (contohnya pada gambar di bawah).

Tambahkan Cloud Init Drive
Karena Cloud Image bisa dibilang merupakan “OS siap pakai”, terkadang kita tidak tahu perlu mendapatkan credentials untuk masuk ke sistem-nya. Oleh karena itu, Cloud image bisa kita atur ulang credentials–nya dan beberapa konfigurasinya sesuai dengan keinginan kita dengan menggunakan Cloud-Init.
Namun terlebih dahulu kita perlu menambahkan Cloud-Init Drive pada VM. Pilih VM, kemudian buka menu Hardware, Add> CloudInit Drive.

Kemudian pilih tempat/storage di mana cloud-init akan disimpan (pada pengujian kali ini menggunakan storage dengan nama replication). Pilih tombol Add untuk melanjutkan.

Gambar di bawah menampilkan cloud-init drive sudah ditambahkan pada VM.

Import Cloud Image File ke VM
Kita kembali buka local storage. Pilih file-nya, kemudian pilih tombol Import.

Pada opsi Target Guest, pilih VM kosongan yang tadi sudah dibuat. Pilih juga Target Storage-nya. Pilih tombol Add untuk melanjutkan. Proses import akan berjalan beberapa saat.

Gambar di bawah menampilkan cloud image file sudah berhasil ditambahkan pada VM.

Atur Boot Order
Setelah proses import selesai, pastikan VM akan boot dari cloud image yang sudah ditambahkan. Buka menu Options> Boot Order dan sesuaikan agar cloud image yang baru di-import (dalam pengujian kali ini namanya scsi0) berada di urutan paling atas. Pilih tombol OK untuk melanjutkan.

Konfigurasi Cloud Init
Cloud-Init dapat dikatakan sebagai sebuah “alat/service” yang dapat digunakan untuk menginisialisasi VM saat di-boot. Dengan Cloud-Init, kita dapat mengatur beberapa konfigurasi seperti username, password, DNS, dan alamat IP melalui menu GUI Proxmox VE (lebih mudah). Pilih menu Cloud-Init dan sesuaikan parameter yang diinginkan.

Apabila sudah selesai, kita bisa pilih tombol Regenerate Image yang fungsinya adalah membuat file konfigurasi dari cloud-init yang akan dibaca oleh VM saat pertama kali booting.

Jalankan VM
Setelah semua konfigurasi selesai, kita bisa mulai VM-nya. Klik kanan pada VM lalu pililh tombol Start.

Gambar di bawah menampilkan proses booting pada VM. Apabila sudah berhasil, kita bisa login menggunakan credentials yang kita atur sebelumnya.

Kita cek juga alamat IP-nya. Saya tes ping ke Google berhasil. Dan saat cek alamat IP-nya menggunakan perintah ip a, alamat IP-nya sesuai dengan yang diatur sebelumnya (192.168.9.42).

Resize Disk
Hasil import disk yang dilakukan pada pengujian kali ini hanya sekitar 10 GB.

Apabila dirasa terlalu kecil, kita bisa edit kapasitasnya. Kita bisa buka menu Hardware> Hard Disk.

Pilih Hard Disk> Disk Action> Resize.

Opsi resize ini hanya berlaku untuk meningkatkan kapasitas disk, untuk mengurangi kapasitas (misalnya dari 30GiB ingin diturunkan jadi 20GiB), belum memungkinkan.
Kita akan coba tambahkan 20GiB untuk VM. Isikan ukuran tersebut dan pilih tombol Resize disk untuk melanjutkan.

Gambar di bawah menampilkan kapasitas hard disk sudah berubah menjadi 30G (melalui menu Hardware).

Kita cek lagi lewat shell (bisa pakai perintah lsblk dan df -h). Kapasitas disk sudah berubah menjadi 30G.

Penutup
Sekarang kita sudah dapat menggunakan VM Alma Linux yang di-deploy menggunakan Cloud Image dan Cloud Init. Kedua item tersebut sangat membantu apabila kita ingin melakukan deploy VM dengan lebih cepat. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

