Hai semuanya, apa kabar? Belakangan ini, ada software/service yang bisa kita gunakan untuk melakukan manajemen cluster dari Proxmox VE. Sekilas fungsinya mirip dengan Proxmox Datacenter manager, yaitu mendukung pemantauan multi-cluster. Aplikasi ini bernama PegaProx.
Aplikasi ini dikembangkan oleh sekelompok developer, bersifat open source dan dapat digunakan secara gratis. Selengkapnya, kita bisa kunjungi situs webnya di pegaprox.com.

Fitur Utama
Kita bisa cek situs webnya dan pilih menu Features.

Terdapat banyak fitur yang dikatakan dapat dijalankan dengan menggunakan PegaProx, yaitu:
- Cross-cluster migration. Migrasi VM antar cluster Proxmox VE.
- VM lifecycle management. Dapat menjalankan fitur umum untuk VM seperti pembuatan VM, clone, snapshot, backup & restore.
- Node management. Manajemen dan pemantauan server Proxmox VE dari satu tempat.
- Load balancing. Distribusi beban kerja pada node & cluster untuk membantu penggunaan resource yang lebih optimal.
- High availability. Mendukung automatic failover untuk menjaga layanan yang ada pada VM tetap aktif saat server-nya mengalami kegagalan.
- LDAP & OIDC authentication. Mendukung SSO dengan LDAP, AD, dan OIDC.
- Storage balancing. Mendukung distribusi dan optimisasi penggunaan storage pada seluruh node.
- User management. Penerapan role-based access control untuk pemisahan hak akses berdasarkan resource tertentu.
- ESXi live migration. Migrasi VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE dengan mudah dan tanpa downtime.
- XCP-ng full pool support (tech preview). Selain mendukung Proxmox VE, PegaProx juga mendukung XCP-ng (belum versi final).
- Ceph management. Memungkinkan pemantauan pools, OSDs, dan kondisi umum Ceph dari PegaProx.
- CVE scanner. Untuk memindai/memeriksa kerentanan pada infra yang dipantau.
- PVE hardening. Saran atau rekomendasi untuk peningkatan keamanan dari Proxmox VE.
- Multilanguage support.
Wah banyak juga ya.
Instalasi

PegaProx menyediakan beberapa opsi instalasi. Yaitu menggunakan script dan satu lagi adalah menggunakan pre-built images (VM/CT). Pada tulisan kali ini kita akan menggunakan script saja. Pengujian PegaProx kali ini akan dilakukan pada komputer lokal (Linux Mint). Berikut ini adalah perintah yang digunakan:
curl -sSL https://raw.githubusercontent.com/PegaProx/project-pegaprox/refs/heads/main/deploy.sh | sudo bash
Setelah script dijalankan, installer akan melakukan beberapa tahapan awal seperti menginstal dependencies. membuat user & directory baru, serta mengunduh file PegaProx-nya.

Selanjutnya, installer akan mengunduh Python dan kelengkapannya, serta mengunduh file lain (assets) yang berkaitan untuk instalasi PegaProx.

Kita dapat memilih port mana yang akan kita gunakan untuk mengakses PegaProx dari web browser. Default port yang digunakan adalah 5000.

Gambar di bawah menampilkan instalasi PegaProx sudah berhasil dilakukan. Kita dapat mengakses dashboard-nya menggunakan alamat IP yang tertera (172.17.0.1:5000).

Akses Web Interface
Akses dashboard dari web browser (172.17.0.1:5000). Default credentials-nya adalah:
username: pegaprox
pass: admin
Disarankan untuk mengganti kredensial tersebut setelah kita masuk ke dashboard.
Gambar di bawah menampilkan tampilan dashboard dari PegaProx. Masih fresh install dan belum ada infra yang ditambahkan untuk dipantau.

Menambahkan Infra untuk Dipantau
Pilih tombol Add Cluster dari dashboard (bisa yang di top bar atau panel kiri).

Kali ini kita akan tambahkan cluster dari Proxmox VE. Beri nama cluster-nya (untuk tampilan di PegaProx, tidak perlu sama dengan nama asli di Proxmox VE-nya) dan isi kredensial dari server-nya

Terdapat juga opsi lain seperti migration threshold, interval/jangka waktu pengecekan, verifikasi SSL, migrasi otomatis, dan beberapa konfigurasi lainnya. Pilih Add Cluster untuk melanjutkan.
Gambar di bawah ini menampilkan infra Proxmox VE (cluster isi 3 server) yang sudah berhasil ditambahkan pada dashboard PegaProx.

Dari panel ini, kita bisa lihat beberapa parameter yang dipantau menggunakan PegaProx. Misalnya jumlah cluster, node, VM yang berjalan & mati, penggunaan CPU, RAM, serta storage dalam bentuk ikon yang mudah dipahami. Pada bagian bawah halaman kita juga dapat melihat rincian dari task yang berjalan pada server Proxmox VE atau infra yang dipantau dari PegaProx.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.