Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Pegaprox: Alternatif Pemantauan Proxmox VE Multi-Cluster

Posted on 11/03/202611/03/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Belakangan ini, ada software/service yang bisa kita gunakan untuk melakukan manajemen cluster dari Proxmox VE. Sekilas fungsinya mirip dengan Proxmox Datacenter manager, yaitu mendukung pemantauan multi-cluster. Aplikasi ini bernama PegaProx.

Aplikasi ini dikembangkan oleh sekelompok developer, bersifat open source dan dapat digunakan secara gratis. Selengkapnya, kita bisa kunjungi situs webnya di pegaprox.com.
image host

Fitur Utama

Kita bisa cek situs webnya dan pilih menu Features.
image host

Terdapat banyak fitur yang dikatakan dapat dijalankan dengan menggunakan PegaProx, yaitu:

  • Cross-cluster migration. Migrasi VM antar cluster Proxmox VE.
  • VM lifecycle management. Dapat menjalankan fitur umum untuk VM seperti pembuatan VM, clone, snapshot, backup & restore.
  • Node management. Manajemen dan pemantauan server Proxmox VE dari satu tempat.
  • Load balancing. Distribusi beban kerja pada node & cluster untuk membantu penggunaan resource yang lebih optimal.
  • High availability. Mendukung automatic failover untuk menjaga layanan yang ada pada VM tetap aktif saat server-nya mengalami kegagalan.
  • LDAP & OIDC authentication. Mendukung SSO dengan LDAP, AD, dan OIDC.
  • Storage balancing. Mendukung distribusi dan optimisasi penggunaan storage pada seluruh node.
  • User management. Penerapan role-based access control untuk pemisahan hak akses berdasarkan resource tertentu.
  • ESXi live migration. Migrasi VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE dengan mudah dan tanpa downtime.
  • XCP-ng full pool support (tech preview). Selain mendukung Proxmox VE, PegaProx juga mendukung XCP-ng (belum versi final).
  • Ceph management. Memungkinkan pemantauan pools, OSDs, dan kondisi umum Ceph dari PegaProx.
  • CVE scanner. Untuk memindai/memeriksa kerentanan pada infra yang dipantau.
  • PVE hardening. Saran atau rekomendasi untuk peningkatan keamanan dari Proxmox VE.
  • Multilanguage support.

Wah banyak juga ya.

Instalasi

image host
PegaProx menyediakan beberapa opsi instalasi. Yaitu menggunakan script dan satu lagi adalah menggunakan pre-built images (VM/CT). Pada tulisan kali ini kita akan menggunakan script saja. Pengujian PegaProx kali ini akan dilakukan pada komputer lokal (Linux Mint). Berikut ini adalah perintah yang digunakan:

curl -sSL https://raw.githubusercontent.com/PegaProx/project-pegaprox/refs/heads/main/deploy.sh | sudo bash

Setelah script dijalankan, installer akan melakukan beberapa tahapan awal seperti menginstal dependencies. membuat user & directory baru, serta mengunduh file PegaProx-nya.
image host

Selanjutnya, installer akan mengunduh Python dan kelengkapannya, serta mengunduh file lain (assets) yang berkaitan untuk instalasi PegaProx.
image host

Kita dapat memilih port mana yang akan kita gunakan untuk mengakses PegaProx dari web browser. Default port yang digunakan adalah 5000.
image host

Gambar di bawah menampilkan instalasi PegaProx sudah berhasil dilakukan. Kita dapat mengakses dashboard-nya menggunakan alamat IP yang tertera (172.17.0.1:5000).
image host

Akses Web Interface

Akses dashboard dari web browser (172.17.0.1:5000). Default credentials-nya adalah:

username: pegaprox
pass: admin

Disarankan untuk mengganti kredensial tersebut setelah kita masuk ke dashboard.

Gambar di bawah menampilkan tampilan dashboard dari PegaProx. Masih fresh install dan belum ada infra yang ditambahkan untuk dipantau.
image host

Menambahkan Infra untuk Dipantau

Pilih tombol Add Cluster dari dashboard (bisa yang di top bar atau panel kiri).
image host

Kali ini kita akan tambahkan cluster dari Proxmox VE. Beri nama cluster-nya (untuk tampilan di PegaProx, tidak perlu sama dengan nama asli di Proxmox VE-nya) dan isi kredensial dari server-nya
image host
Terdapat juga opsi lain seperti migration threshold, interval/jangka waktu pengecekan, verifikasi SSL, migrasi otomatis, dan beberapa konfigurasi lainnya. Pilih Add Cluster untuk melanjutkan.

Gambar di bawah ini menampilkan infra Proxmox VE (cluster isi 3 server) yang sudah berhasil ditambahkan pada dashboard PegaProx.
image host

Dari panel ini, kita bisa lihat beberapa parameter yang dipantau menggunakan PegaProx. Misalnya jumlah cluster, node, VM yang berjalan & mati, penggunaan CPU, RAM, serta storage dalam bentuk ikon yang mudah dipahami. Pada bagian bawah halaman kita juga dapat melihat rincian dari task yang berjalan pada server Proxmox VE atau infra yang dipantau dari PegaProx.

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Import VM dari VMware ke XCP-ng
  • Mengenal File-File yang Berkaitan dengan SSL – private.key
  • Nakivo V11 Beta – Menambahkan Node Proxmox VE
  • Mengganti Nama VM di Proxmox VE

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme