Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan coba replikasi VM PVE v9 menggunakan Nakivo. Kita akan gunakan Nakivo 11 versi beta. Karena Nakivo 11.1 (final/stable) belum mendukung Proxmox VE versi 9.

Gambar di bawah ini menampilkan dashboard dari Nakivo. Sebelumnya, saya sudah coba backup VM yang ada di Proxmox VE 9. Untuk menghindari kendala saat melakukan replikasi (seperti yang saya alami), VM yang akan direplikasi jangan dimasukkan ke daftar HA.

Menambahkan Proxmox VE
Kita akan coba tambahkan satu cluster lagi Proxmox VE. Jadi, kita akan replikasi VM Ubuntu dari pve-demo ke pve-main. Gambar di bawah ini menampilkan baru ada satu cluster Proxmox VE yang terdaftar pada menu Inventory dari Nakivo.

Pilih tombol + untuk menambahkan cluster baru. Kemudian, karena kita ingin menambahkan PVE, pilih opsi Virtual> Proxmox VE.

Isikan kredensial/keterangan dari cluster Proxmox VE yang akan ditambahkan. Pada bagian type, kita juga dapat memilih ingin menambahkan server Proxmox VE tunggal atau cluster.

Gambar di bawah menampilkan proses penambahan inventory baru.

Membuat Replication Job
Apabila inventory baru sudah ditambahkan (dalam hal ini, pve-main, untuk membuat replication job baru, pilih menu Data Protection> +> Replication Job for Proxmox VE.

Pilih VM yang ingin direplikasi. Pada pengujian kali ini, kita pilih VM Ubuntu yang berada di pve-demo-2.

Selanjutnya adalah konfigurasi untuk tempat tujuan/destinasinya. Kita bisa pilih VM-nya ingin direplikasi ke server mana. Pada pengujian kali ini, pve-main memiliki tiga server (pve21-23) dan kita pilih pve21. Pilih juga storage yang akan digunakan untuk VM hasil replikasi. Kalau ada konfigurasi pool di server tujuan juga bisa dipilih dan disesuaikan.

Selanjutnya ada konfigurasi network mapping & re-IP. Fungsi dari network mapping adalah menghubungkan jaringan asal ke jaringan tujuan saat proses recovery.

Sedangkan fungsi re-IP adalah untuk mengganti alamat IP VM secara otomatis saat failover.

Pada pengujian kali ini kita tidak menggunakan kedua konfigurasi tersebut.
Pada bagian Schedule, kita dapat mengatur penjadwalan untuk menjalankan replication job secara otomatis sesuai dengan yang kita inginkan.

Namun pada pengujian kali ini kita tidak gunakan penjadwalan, pilih saja opsi run on demand.

Selanjutnya, kita juga bisa mengatur retention atau berapa lama hasil backup/recovery points disimpan. Pada pengujian kali ini kita pakai opsi default saja yaitu Keep 10 last recovery points.

Terakhir adalah konfigurasi atau opsi lain yang berkaitan dengan replication job (maaf gambarnya terpotong hehe). Pada pengujian kali ini pakai opsi default/ tidak diubah.
Menjalankan Replication Job
Pilih Finish & Run untuk menyimpan konfigurasi dan menjalankan replication job.

Gambar di bawah ini menampilkan proses replication job yang sedang berjalan.

Pada pengujian yang dilakukan, replication job membutuhkan waktu kurang dari dua menit.

Pada gambar di bawah ini menampilkan VM hasil replikasi (Ubuntu-replica) sudah terdaftar pada pve21 (pve-main).

Penutup
Demikian cara replikasi VM Proxmox VE 9 menggunakan Nakivo Backup & Replication. Prosesnya cukup cepat, kurang dari dua menit (namun besar VM berpengaruh juga yaa). Perlu diingat Nakivo versi stable belum mendukung Proxmox VE 9, namun rencananya Nakivo 11.2 akan dirilis dalam waktu dekat, dan diharapkan sudah mendukung Proxmox VE 9 secara native.
