Salah satu opsi yang ada di Proxmox VE, lebih tepatnya konfigurasi disk pada saat pembuatan VM di Proxmox VE adalah Discard.

Opsi discard berkaitan dengan fitur Trim . Misalnya, kita hapus suatu file di dalam VM. OS di VM tahu kalau kita sudah melakukan operasi penghapusan, tapi storage atau host bisa jadi tidak tahu akan hal tersebut.
Akibatnya, disk image tetap terlihat penuh/terisi walaupun sebenarnya kita sudah melakukan operasi penghapusan.
Dengan opsi discard yang aktif, VM akan memberi tahu kepada host bahwa block yang ada pada storage sebenarnya sudah tidak dipakai. Sehingga storage dapat mengosongkan space tersebut dan penggunaan disk dapat berkurang (jadi sesuai kondisi aslinya).
Opsi discard/trim ini penting untuk menghindari phantom usage. Sayang, kan misalnya kita sudah hapus file besar belasan GB tapi di storage masih penuh/terpakai. Dengan discard/trim, space kosong dapat benar-benar kembali ke storage pool dan dapat digunakan kembali untuk penyimpanan data.
Namun perlu diperhatikan, penggunaan discard disarankan untuk penyimpanan SSD/NVMe, bukan HDD. Karena pada HDD, data dapat langsung ditimpa tanpa perlu dibersihkan terlebih dahulu. Pada SSD/NVMe, data disimpan pada cell dan perlu dihapus terlebih dahulu sebelum dapat ditulis ulang.
Apabila kita hapus data (tanpa opsi discard/trim), OS hanya hapus file tanpa menginformasikan ke storage bahwa block tersebut kosong, SSD akan berpikir block tersebut masih berisi data yang valid. Sehingga proses write selanjutnya bisa lebih lambat.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.