Ceph adalah distributed storage system yang memiliki dua keunggulan utama. Yaitu scalable dan mendukung high avalilability. Artinya, apabila kita butuh tambahan ruang penyimpanan, kita bisa menambahkannya secara mudah tanpa harus redesign infrastrukturnya dari awal. Dan juga, data kita bisa tetap aman meskipun ada node/disk yang gagal/rusak.
CRUSH
CRUSH artinya adalah Controlled Replication Under Scalable Hashing. Artinya, CRUSH adalah algoritma yang menentukan data harus disimpan di mana. Perhitungannya dilakukan secara otomatis.
Mekanisme ini penting, karena. Misalnya, ada suatu data yang disimpan di node A, lalu cluster diperbesar dan data dipindahkan ke node B.

Dengan CRUSH, sistem dapat tetap mengetahui di mana data disimpan. Sehingga user/client juga masih bisa mengakses datanya tanpa memikirkan sebenarnya data dia ada di mana.
Ceph Monitor dan Quorum
Kalau di manajemen cluster Proxmox VE, kita pernah bahas tentang qdevice agar cluster dapat mencapai quorum, di Ceph mekanismenya agak berbeda.

Ceph menggunakan Monitor untuk menentukan quorum. Fungsi dari Monitor adalah menyimpan informasi Ceph cluster dan menentukan siapa yang valid di dalam cluster.
CephFS dan MDS
Selain mendukung format block strorage, Ceph juga mendukung format file system yang namanya adalah CephFS yang implementasinya membutuhkan komponen tambahan yaitu MDS (Metadata Server).
MDS berfungsi untuk mengelola metadata. Misalnya struktur file, direktori, dan lain-lain. Tanpa MDS, CephFS tidak dapat berjalan dengan optimal.
Penutup
Pola umum dari Ceph adalah data disebar ke beberapa node. Algoritma CRUSH menentukan ke mana data disebar. Ceph Monitor menjaga kondisi quorum, dan data yang disimpan di Ceph dapat tetap diakses/tersedia meskipun terdapat kegagalan pada salah satu node/disk karena Ceph tidak bergantung pada satu titik pusat, melainkan datanya terdistribusi.