Ceph adalah software-defined storage yang dapat digunakan di Proxmox VE. Penggunaan dan cara kerja Ceph mungkin membingungkan untuk pengguna baru. Kita akan coba untuk bahas bagaimana cara kerja Ceph secara umum.
Apa Itu Ceph
By https://ceph.io/en/trademarks/, Fair use, Link
Ceph adalah sistem distributed storage. Artinya, data tidak disimpan pada satu server saja, tapi disebarkan ke banyak disk di banyak server. Tujuannya adalah untuk mencegah single point of failure dan memungkinkan high availability.
Analogi: Ceph adalah Tempat Wisata
- Pengunjung= Data. Data yang datang diibaratkan seperti rombongan pengunjung.
- Jaket/Helm= Data yang disimpan. Sebelum masuk, pengunjung harus menitipkan jaket/helm di tempat penitipan.
- Ruang Penitipan= OSD (Object Storage Daemon). Tempat penitipan barang adalah OSD, yaitu tempat di mana data benar-benar disimppan ke disk.
Komponen Penting di Ceph
- Ceph Monitor . Ibarat papan informasi di tempat wisata. Fungsinya adalah untuk menyimpan cluster map dan memetakan/menentukan data harus disimpan di mana.
- OSD/Object Storage Daemon. Berfungsi untuk menyimpan data ke disk, replikasi data, dan menjadi titik untuk recovery saat ada disk yang gagal.
- Ceph Manager. Ibarat manajer operasional tempat wisata. Fungsinya adalah untuk melakukan cluster monitoring dan juga statistic & dashboard.
- MDS/Metadata Server. Digunakan untuk CephFS. Fungsinya adalah untuk mengatur struktur folder.
Jenis Akses Storage di Ceph
Ada beberapa mekanisme/interface untuk mengakses storage:
- RADOS: object-based, coree storage.
- RBD: block storage. Biasa digunakan untuk VMM.
- CephFS: filesystem. Mirip dengan NFS, tapi distributed.
- RGW: object gateway. S3-compatible storage.
Bagaimana Data Disimpan:
- Data yang akan disimpan akan bertanya ke Monitor terkait lokasi penyimpanan data.
- Monitor memberikan informasi di mana data dapat disimpan.
- Data disimpan di OSD, lalu direplikasi ke OSD lain.
- Monitor tidak menyimpan data, hanya mengarahkan.
Apa yang Terjadi Saat Cluster Semakin Besar?
- Lebih banyak pengunjung atau data yang perlu disimpan, maka butuh lebih banyak OSD.
- Sistem otomatis melakukan penyebaran atau distribusi data agar data tetap seimbang.
- Saat OSD baru ditambahkan, data lama juga bisa berpindah tempat (proses rebalancing).
Penutup
Dengan memahami konsep dasar dan mekanisme Ceph, kita bisa melihat bagaimana cara kerja sistem distributed storage. Walaupun tampak rumit dan kompleks di awal, dengan analogi dan gambaran sederhana, cara kerja Ceph dapat lebih dipahami.



