Hai semuanya, apa kabar? Kali ini saya mau nulis yang berkaitan dengan Proxmox VE lagi. Salah satu hal yang menarik dari Proxmox VE adalah sistem pengelolaan cluster-nya. Proxmox VE tidak menggunakan konsep single master, melainkan menggunakan konsep multi-master.

Secara sederhana, multi-master artinya:
- Tidak ada node yang menjadi ketua atau bos utama .
- Semua node memiliki peran yang setara.
- Tidak ada ketergantungan pada salah satu node untuk melakukan manajemen.
Artinya, tiap node yang terdaftar ke dalam cluster dapat melakukan berbagai hal, seperti mengelola VM, storage, konfigurasi cluster, dan menjadi titik akses admin. Mengurangi risiko yang terjadi akibat single point of failure.
Contoh Sederhana
Misalnya kita punya tiga buah server Proxmox VE: pve1, pve2, pve3. Apabila kita ingin jadikan sebagai cluster, kita bebas mau buat cluster atau mulai dari mana. Baik dari pve1, pve2, maupun pve3 semuanya bisa.
Setelah cluster terbentuk, hasilnya sama. Ketiga node tersebut menjadi bagian dari satu cluster Proxmox VE.
Akses dan Manajemen dari Node Mana Saja
Karena sifatnya yang multi-master, setelah cluster terbentuk kita bisa login ke web UI Proxmox VE menggunakan alamat IP node mana pun. Kita dapat melihat dan mengelola VM yang ada di cluster, dan juga mengatur storage, networking, dan konfigurasi lain dari node mana saja.
Fitur atau kemampuan ini sangat membantu. Misalnya salah satu node sedang dimatikan karena perbaikan atau hal lain, kita masih bisa mengakses cluster.
Mengurangi Single Point of Failure
Karena tidak ada master node atau node yang jadi ketua, gangguan/kendala/failure yang terjadi pada salah satu node tidak langsung melumpuhkan cluster.
Catatan
Sebagai catatan, dalam manajemen cluster, bukan berarti semua layanan otomatis aman. Tetap masih ada peran quorum, Corosync, dan HA yang turut berperan dalam menentukan apakah cluster dalam kondisi sehat atau tidak.

Konsep ini juga dapat membantu memberikan “ketenangan” lebih untuk Admin yang mengelola cluster. Karena bisa lebih tenang saat ada salah satu node yang mati, cluster masih dapat diakses. Misalnya ada kendala, troubleshooting juga masih dapat dilakukan dari node lain.
Penutup
Konsep multi-master bisa jadi alasan mengapa Proxmox VE terasa lebih fleksibel dan user-friendly. Tidak perlu banyak khawatir mengenai master node dan kehilangan akses ke manajemen server karena ada salah satu node yang bermasalah karena manajemen masih dapat diakses dari interface server lain dan bisa lebih fokus ke hal yang lebih penting yaitu menjaga layanan tetap berjalan.
Sekian dulu tulisan saya kali ini. Sampai jumpa. Bye.

