Salah satu hal penting di Proxmox VE adalah implementasi shared storage, yaitu penyimpanan yang dapat diakses oleh banyak host di dalam cluster. Salah satu opsi yang dapat digunakan adalah NFS (Network File System).

Singkatnya, NFS merupakan metode untuk berbagi penyimpanan melalui jaringan. Salah satu server
digunakan sebagai penyedia penyimpanan (NFS server-nya), sementara server atau komputer lain bertindak sebagai klien yang mengakses penyimpanan tersebut melalui jaringan.
Konsep atau cara kerja NFS bisa dibilang lebih sederhana dan dapat digunakan sebagai “titik awal” sebelum mengimplementasikan sistem yang lebih komplek seperti Ceph Storage.
Peran NFS di Proxmox VE
Salah satu faktor yang membuat NFS sering dipilih adalah karena integrasi yang relatif mudah dan cepat dipakai. Konsepnya sederhana, ada satu server yang bertindak sebagai penyedia penyimpanan, lalu semua node dan VM dapat mengakses dan menggunakan penyimpanan tersebut.
VM Tidak Lagi Milik Satu Node Spesifik
Apabila kita menggunakan local storage untuk penyimpanan VM di Proxmox VE, VM tersebut akan terikat pada host-nya. Apabila host-nya mengalami kendala (misalnya tidak bisa diakses atau hal lain) maka opsi untuk recover VM tersebut menjadi lebih terbatas (atau bahkan tidak bisa di-recover).

Dengan menggunakan NFS (atau shared storage lain), VM tidak terikat pada host dan dapat dijalankan pada host lain (bisa menggunakan fitur live migration).
Semua Node Dapat Mengakses Storage yang Sama
Saat NFS ditambahkan ke Proxmox VE (melalui menu Datacenter> Storage> Add> NFS), sistem Proxmox akan melakukan mount NFS pada tiap node (atau node spesifik yang dipilih) dan dapat dikelola melalui GUI.

Implementasi NFS sebagai penyimpanan VM juga dapat memudahkan kerja Admin dalam hal maintenance atau pengecekan cluster karena Admin tidak perlu repot mengetahui lokasi spesifik node tempat data VM yang dimaksud.
Syarat Agar Live Migration dan High Availability
Fitur LM &HA memerlukan data VM untuk dapat diakses oleh node lain. NFS berperan sebagai penyimpanan data VM yang dapat diakses oleh node lain di dalam cluster, sehingga target node sudah dapat mengakses data VM yang dimaksud, dan HA dapat memindahkan VM tersebut apabila node asalnya mengalami gangguan.
Penutup
NFS bukanlah opsi storage yang paling canggih. Namun karena penggunaannya yang relatif mudah dan sederhana, NFS dapat menjadi opsi yang masuk akal sambil kita belajar lebih jauh mengenai opsi storage lain yang lebih kompleks.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.