Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Split-Brain, Quorum, dan Dampaknya ke High Availability di Proxmox VE

Posted on 23/01/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini saya mau nulis yang masih berkaitan dengan Proxmox lagi. Yaitu Split Brain, Quorum dan dampaknya terhadap HA di Proxmox VE.

Split Brain

image host
Adalah kondisi di mana cluster terbagi jadi dua atau lebih dan masing-masing bagian tersebut merasa dirinya adalah cluster yang valid/sah. Hal ini dapat terjadi karena gangguan komunikasi atau jaringan.

Split brain adalah kadang bukan tentang kondisi node yang hidup atau mati, namun utamanya tentang node yang tidak bisa saling berkomunikasi.

Apabila komunikasi antar node terputus, tiap sisi hanya bisa melihat kondisi dunianya sendiri. Tanpa mekanisme pengaman, tiap sisi merasa berhak untuk menjalankan VM, mengakses storage, dan juga mengontrol resource. Jelas hal ini dapat berbahaya, misalnya pada konsistensi atau integritas data.

Quorum dan Voting

Untuk mencegah kondisi split brain, sistem clustering seperti pada Proxmox VE menggunakan konsep quorum. Yaitu jumlah minimal vote yang harus dimiliki agar node/group node dianggap sah dan dapat menjalankan service.
image host
Sederhananya, yang boleh aktif adalah sisi yang memiliki mayoritas vote. Artinya, bukan sisi mana yang paling hebat atau paling lama hidup, namun sisi mana yang memiliki suara terbanyak.

Contoh – Cluster Genap (2 Node)

Kondisi awal, kita punya 2 node yaitu pve1 & pve2. Total vote keduanya adalah 2. Bagaimana dengan nilai mayoritas quorum-nya? Ini yang menjadi kendala.

Apabila terdapat gangguan jaringan, pve1 dan pve2 tidak bisa saling berkomunikasi. pve1 dan pve2 masing-masing bisa saja merasa masih hidup. Karena kondisi ini, tidak ada yang jadi “mayoriitas” (nilai vote 1 vs 1).

Akibat dari kondisi seperti ini, kedua sisi sama-sama dapat menjalankan VM dan mengakses storage yang sama. Inilah kondisi split brain yang berbahaya. Kondisi cluster dengan 2 node (atau kondisi berjumlah genap) rentan terhadap kondisi split brain apabila tidak ada vote tambahan.

Contoh – Cluster Ganjil (3 Node)

Kondisinya kita punya 3 node yaitu pve1, pve2, dan pve3. Total votes-nya menjadi 3 dan kondisi quorum dapat terjadi dengan 2 votes.

Misalnya terjadi gangguan pada jaringan pve1. Kondisi cluster menjadi terbelah antara pve1 (1 vote) dan pve2+pve3 (2 vote).

Yang terjadi adalah karena pve2+pve3 memiliki mayoritas vote, cluster tetap aktif dan VM dapat berjalan dengan normal. Namun pada pve1 karena kehilangan quorum, maka pve1 tidak diizinkan untuk menjalankan VM dan akhirnya “mengalah”.

Secara teknis, cluster memang “terbelah”. Namun kondisi split brain dicegah secara operasional oleh mekanisme quorum.
image host

Jumlah Vote vs Jumlah Node

Sebenarnya, HA tidak bergantung pada jumlah node melainkan bergantung pada jumlah vote & quorum. Apabila kita menggunakan 2 node, kita bisa menambahkan satu vote lagi dengan qdevice

Dengan tambahan vote tersebut, cluster dengan 2 node jadi mendapatkan total vote (total) sejumlah 3

Penutup

Split brain merupakan risiko nyata di lingkungan cluster apabila konfigurasi atau rancangan sistem tidak dipikirkan dengan optimal.

Kondisi split brain dapat terjadi karena adanya gangguan komunikasi antar node. Cluster dengan anggota berjumlah genap lebih rentan dibandingkan yang berjumlah ganjil.

Maka dari itu, saat implementasi sistem, perlu perencanaan yang matang. Bukan hanya pada berapa banyak node yang dimiliki, tetapi bagaimana mekanisme pengambilan keputusan bekerja ketika terjadi masalah.

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Written with StackEdit.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Laptop Rusak
  • Mengelola Jaringan Linux dengan NetworkManager dan nmcli
  • Instalasi Ubuntu di Proxmox VE Menggunakan ZFS Storage – dan uji kecepatannya
  • Tutorial Linux

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme