Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan belajar lagi tentang clustering di Proxmox VE. Penggunaan multi-link cluster sebenarnya pernah saya tulis juga di sini. Tapi kita akan bahas lagi dengan beberapa tambahan.
Dalam implementasi cluster di Proxmox VE, disarankan memiliki lebih dari satu link. Masih ada hubungannya dengan Corosync. Implementasi Proxmox VE yang disarankan adalah mengatur multiple link-nya saat pembuatan cluster (Datacenter> Cluster> Create Cluster). Apabila link sudah siap, kita dapat memilih lebih dari satu link saat pembuatan cluster.
Kenapa Perlu Multiple Link?

Corosync merupakan service kritikal dalam pengelolaan cluster Proxmox VE. Corosync memiliki beberapa tugas, di antaranya:
- Mengecek node mana yang masih hidup.
- Menentukan quorum.
- Menjaga konsistensi cluster.
Corosync juga sensitif terhadap latency jaringan. Disarankan memiliki jaringan dengan latency <5 ms agar Corosync dapat bekerja dengan optimal.
Apabila cluster hanya memiliki satu link, apabila terdapat kendala jaringan (misalnya latency tinggi, packet loss, atau masalah lainnya), cluster bisa “kacau” – cluster panik, quorum hilang, atau gangguan lainnya. Maka dari itu disarankan memiliki lebih dari 1 link.
Menambahkan Link Corosync ke Existing Cluster
Saran yang direkomendasikan adalah langsung menggunakan multiple links saat pembuatan cluster. Apabila hal tersebut belum memungkinkan, kita juga dapat menambahkan link baru pada cluster yang sudah ada. Caranya tidak bisa langsung dari GUI/web interface, melainkan menggunakan CLI/Shell.
Lokasi file konfigurasi Corosync terletak di:
/etc/pve/corosync.conf
Catatan Penting
- Direktori
/etc/pvetersinkronisasi ke seluruh node yang ada di dalam cluster.- Bisa edit dari node mana saja.
- Jangan edit dari file utama. Buat backup-nya terlebih dahulu.
Backup & Edit File Konfigurasi
cp /etc/pve/corosync.conf /etc/pve/corosync.conf.bk
cp /etc/pve/corosync.conf /etc/pve/corosync.conf.new
Kita akan lakukan pengeditan pada file .new.
Menambahkan Ring Address
Pada bagian nodelist, setiap node baru punya ring0_addr. Contoh:
nodelist {
node {
name: zaidan-1
nodeid: 1
quorum_votes: 1
ring0_addr: 192.168.9.171
}
}
Kita tambahkan link kedua, yaitu ring2_addr.
nodelist {
node {
name: zaidan-1
nodeid: 1
quorum_votes: 1
ring0_addr: 192.168.9.171
ring1_addr: 10.0.0.11
}
}
Lakukan hal yang sama untuk semua node di nodelist. Pastikan alamat IP yang ditambahkan sudah sesuai dengan network link tambahan pada masing-masing node.
Update Parameter config_version
Corosync tidak akan membaca perubahan yang kita lakukan apabila parameter config_version tidak di-update dengan menambahkan +1. Parameternya terletak pada bagian totem.
Sebelum:
totem {
cluster_name: zaidan-cluster
config_version: 3
}
Sesudah (+1):
totem {
cluster_name: zaidan-cluster
config_version: 4
}
Menambahkan Interface (linknumber)
Apabila awalnya hanya ada satu interface (linknumber: 0), kita perlu tambah satu lagi.
Sebelum:
totem {
cluster_name: zaidan-cluster
config_version: 4
interface {
linknumber: 0
}
}
Sesudah:
totem {
cluster_name: zaidan-cluster
config_version: 4
interface {
linknumber: 0
}
interface {
linknumber: 1
}
}
Menerapkan Konfigurasi
Apabila file konfigurasi sudah selesai diedit, simpan file dan timpa file asli dengan file baru.
mv /etc/pve/corosync.conf.new /etc/pve/corosync.conf
Agar perubahan konfigurasi benar-benar aktif, lakukan restart Corosync (disarankan untuk dilakukan pada seluruh node).
CLI:
systemctl restart corosync
GUI:
- Node> System> Services.
- Pilih Corosync.
- Pilih Restart.
Untuk melihat perubahan atau detail dari cluster link, dapat melalui menu Datacenter> Cluster (GUI) atau menggunakan perintah corosync-cfgtool -s (CLI).
Catatan
- Corosync sangat sensitif terhadap latency. Disarankan menggunakan link dengan latency di bawah 5 ms.
- Penggunaan cluster dengan jumlah node di bawah 20 cenderung aman. Namun apabila di atas itu (sekitar 20-30 node), maka perlu tuning atau konfigurasi tambahan agar Corosync dapat bekerja dengan lebih optimal.
- Hati-hati dalam mengedit file Corosync. Salah konfigurasi bisa membuat cluster jadi “rusak”.
Penutup
Implementasi cluster di Proxmox VE yang baik bukan sekadar “bisa jalan” saja, tapi juga tentang perancangan infrastruktur yang lebih “tahan gangguan”. Contohnya adalah implementasi multi-link. yang menyediakan jalur ekstra dalam komunikasi cluster.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.
