Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Linux Mint – Distro Linux untuk Pengguna Awam

Posted on 16/01/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini saya mau nulis terkait salah satu distro Linux yang sangat populer. Yaitu Linux Mint. Saya sendiri sudah pernah menggunakan Linux Mint dan sejak 2025 saya menggunakan Linux Mint sebagai OS di komputer saya (selain Windows). Sebelumnya saya pakai Zorin OS, yang mana sama-sama distro Linux yang sangat populer.

Gak jarang di forum atau komunitas, ketika ada user yang ingin mencoba Linux dan bertanya distro apa yang cocok digunakan untuk pemula, Linux Mint sudah menjadi salah satu distro yang hampir selalu disebut. Mungkin karena beberapa faktor berikut:

  • User Friendly. Linux Mint sebenarnya memiliki beberapa “rasa”. Salah satunya adalah Cinnamon yang tampilannya bisa dibilang cukup familiar dengan Windows. Layout utamanya terdiri dari taskbar di bagian bawah, dengan tombol Menu/Super (yang fungsinya mirip dengan tombol Start di Windows) , memuat aplikasi yang dijalankan, dan juga aplikasi pililhan yang sering diakses.
    Tampilan jendela aplikasi dan kontrolnya juga mirip dengan Windows. Ada tombol minimize, maximize/restore, close dan juga tampilan lain yang gak terlalu membingungkan pengguna baru.

LinuxMint22-Wilma-English.png
By User:Mipinggrey – Own work, GPL, Link

  • Stabil. Linux Mint berbasis Ubuntu LTS yang lebih berfokus pada stabilitas sistem. Cocok untuk sistem yang ingin digunakan untuk harian.
  • Siap Pakai. Saat instalasi Linux Mint, kita juga bisa sekaligus menginstal berbagai codec dan utilities lain. Selain itu, karena berbasis Ubuntu LTS, memungkinkan lebih banyak sistem atau driver yang kompatibel atau dapat diinstal di Linux Mint.
  • Ringan. Untuk penggunaan dasar/harian, terutama bagi pengguna baru, Linux Mint relatif ringan/hemat persyaratan resource dan masih cocok apabila pengguna ingin “coba-coba” dulu dengan menginstal Linux Mint sebagai VM.

Maka dari itu, pada tulisan kali ini kita akan coba instal Linux Mint sebagai VM di XCP-ng.

Pembuatan VM Linux Mint di XCP-ng

Persiapan Installer

Seperti proses instalasi OS pada umumnya, kita siapkan terlebih dahulu file instalasi Linux Mint-nya. Kita bisa mendapatkan file instalasinya dari situs resmi Linux Mint. Versi terbaru Linux Mint (stabil) saat tulisan ini dibuat adalah versi 22.3 – Zena
image host
Linux Mint memiliki tiga varian “rasa” (sebenarnya pilihan Desktop Environment). Yaitu Cinnamon, XFCE, & MATE. Pada pengujian kali ini kita pakai yang Cinnamon saja. Besar file instalasinya adalah 2.9GB. Agar lebih praktis, kita bisa copy link-nya saja, nanti langsung masukkan di XCP-ng (biar gak usah download-upload).

Tambahkan ISO ke XCP-ng

Selanjutnya kita akan tambahkan file ISO-nya ke XCP-ng. Sekaligus kita lihat sekilas versi XOA yang baru (v6), tapi belum sempurna, masih banyak fungsi yang perlu dilakukan dari versi lama (v5).
image host

Pada pengujian kali ini kita gunakan saja XOA v5. Pilih saja tombol XO-5 yang ada pada panel atas.
image host

Untuk upload file ISO bisa menggunakan menu Import> Disk. Apabila kita ingin menambahkan file ISO dengan menggunakan link, nyalakan toggle From URL, lalu masukkan link-nya. Pilih tombol Import untuk melanjutkan.
image host

Kita bisa cek prosesnya dari menu Tasks. Apabila sudah selesai proses penambahan file ISO-nya, kita bisa buka menu Home> Storage> pilih >Disks untuk melihat isi dari storage-nya.
image host

Perlu diingat, agar bisa menyimpan file ISO, kita perlu membuat ISO SR terlebih dahulu. Caranya bisa cek tulisan saya yang lain.

Buat VM Baru

Pilih menu New> VM di XCP-ng lalu pilih pool yang ingin digunakan. Environment yang digunakan pada peengujian kali ini sudah berbentuk pool yang berisi tiga buah host. Isikan parameter yang diperlukan.
image host

Pada bagian Template kita coba isi dengan Ubuntu 24 (basis dari Linux Mint 22.3). Sesuaikan nama VM yang akan kita buat.
image host
Pada pengujian kali ini kita gunakan 2 vCPU & 4GB RAM. Pada bagian Installl settings, pilih file ISO Linux Mint. Opsi Interfaces/Network kita biarkan menggunakan konfigurasi default (pool-wide net).

image host
Besar Disk yang akan dialokasikan untuk VM adalah sebesar 1x 40 GB, dan parameter Advanced tidak diubah (menggunakan konfigurasi default). Cek lagi konfigurasinya, kalau sudah sesuai, pilih tombol Create untuk melanjutkan. Gambar di bawah ini menampilkan VM Linux Mint berhasil dibuat (bisa diakses dari menu Home> VM).
image host

Instalasi Linux Mint

Buka menu Console. Gambar di bawah menampilkan opsi saat booting. Pilih saja opsi pertama yaitu Start Linux Mint 22.3 Cinnamon 64-bit.
image host

Selanjutnya kita masuk ke desktop. Pada tahap ini kita bisa “berkeliling” Linux Mint sebelum proses instalasi. Mode ini bisa juga disebut sebagai Live CD.
image host

Untuk melanjutkan proses instalasi, pilih tombol Install Linux Mint (ikon CD).

Pertama adalah konfigurasi bahasa. Tersedia juga Bahasa Indonesia. Namun pada pengujian kali ini kita pakai English saja. PIlih tombol Continue untuk melanjutkan.
image host

Selanjutnya adalah pengaturan Keyboard Layout. Opsi yang dipilih adalah English-US. Pilih Continue untuk melanjutkan.
image host

Tahapan selanjutnya adalah opsi untuk menginstal codec– komponen yang diperlukan untuk menjalankan berbagai format media. Kita bisa pilih opsi ini apabila diperlukan. Pilih tombol Continue untuk melanjutkan.
image host

Selanjutnya adalah opsi instalasi. Karena kita menjalankan pada VM baru (tidak ada data sebelumnya), maka untuk opsi ini kita pilih Erase disk…. Ada juga opsi lain (Something else) apabila kita ingin atur partisi. Pilih tombol Install Now- Continue untuk melanjutkan.
image host
image host

Selanjutnya adalah konfigurasi Region/Timezone. Sesuaikan dengan lokasi teman-teman. Pilih Continue untuk melanjutkan.
image host

Selanjutnya adalah konfigurasi User Account. Pilih Continue untuk melanjutkan.
image host

Gambar di bawah menampilkan proses instalasi yang sedang berjalan.
image host

Apabila sudah selesai, kita bisa lanjut “berkeliling” atau restart untuk menyelesaikan proses instalasi sepenuhnya.
image host

Apabila memilih restart, eject file ISO dan tekan Enter.
image host

Gambar di bawah menampilkan desktop dari Linux Mint setelah di-restart.
image host

Penutup

Linux Mint merupakan salah satu distro Linux yang paling populer. Beberapa faktornya seperti mudah digunakan dan relatif lightweight. Linux Mint juga dapat diimplementasikan sebagai VM apabila ingin mencoba terlebih dahulu sebelum menginstal langsung di komputer. Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

 
 

 

 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Manajemen Jaringan Menggunakan nmcli
  • Perbedaan Renewal dan Reissue pada Sertifikat SSL
  • Cockpit, Web Interface untuk Monitoring dan Manajemen Linux
  • RustDesk

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme