Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Konfigurasi Multipath di Proxmox VE

Posted on 14/01/2026 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Pada tulisan sebelumnya kita sudah bahas secara singkat apa itu konsep multipath di Proxmox VE.. Kali ini kita akan pelajari bagaimana implementasinya di Proxmox VE.

Konsep Dasar

Misalnya kita memiliki SAN storage yang akan digunakan sebagai media penyimpanan Proxmox VE da memiliki lebih dari satu koneksi ke storage tersebut. Sistem akan melihat storage tersebut seolah-olah sebagai beberapa disk yang berbeda. Konsep multipath akan menggabungkan beberapa disk tersebut ke satu logical device saja. Sehingga sistem akan melihatnya sebagai satu disk yang memiliki beberapa jalur.
image host

Contoh Skenario

Misalnya SAN storage berada di alamat IP 10.10.10.50, Proxmox memiliki dua koneksi ke storage dan menampilkan LUN yang sama melalui dua path yang berbeda. Kita akan lakukan konfigurasi untuk menggabungkan dua jalur/path tersebut menjadi satu multipath device yang nantinya akan digunakan untuk LVM pada Proxmox.

Instalasi Multipath

Konfigurasi multipath tidak dapat dilakukan apabila kita belum memiliki tool-nya yaitu multipath-tools. Kita bisa melakukan instalasi tool tersebut dengan perintah berikut:

apt update
apt install multipath-tools

Pastikan Proxmox memiliki akses ke internet/repositori

Apabila tool tersebut sudah selesai diunduh, aktifkan dan jalankan service-nya.

systemctl enable multipathd
systemctl start multipathd
systemctl status multipathd

Konfigurasi Multipath

File konfigurasinya terletak di /etc/multipath.conf . Buka file tersebut. Di bawah ini merupakan contoh konfigurasinya:

defaults {
    user_friendly_names yes
}

blacklist {
    devnode "^sd[a-z]"
}

Simpan file dan restart service-nya.

systemctl restart multipathd

Cek Storage

Pastikan storage device sudah terdeteksi. Dapat menggunakan perintah lsblk untuk pengecekannya. Apabila storage memiliki dua jalur, biasanya akan terlihat pada console berupa dua disk yang identik ukurannya. Misalnya terlihat sebagai /dev/sdc & /dev/sdd

Verifikasi Multipath

Gunakan perintah berikut untuk memastikan apakah multipath sudah bekerja atau belum:

multipath -ll

Apabila berhasil,output-nya akan menampilkan sesuatu seperti hasil di bawah ini:

mpatha (360014056abcdef12345678900001) dm-2
size=500G features='1 queue_if_no_path' hwhandler='0' wp=rw
|-+- policy='round-robin 0' prio=10 status=active
| |- 2:0:0:1 sdc 8:32 active ready running
| `- 3:0:0:1 sdd 8:48 active ready running

Dari contoh hasil di atas:

  • Multipath device sudah berhasil dibuat dengan nama mpatha.
  • Ada dua path yang aktif (sdc & sdd).
  • Status active ready running.

Hasil tersebut mengindikasikan multipath siap untuk digunakan.

Integrasi Multipath di Proxmox VE

Setelah multipath device terbentuk, biasanya akan muncul dengan tanda seperti /dev/mapper/mpatha apabila dicek menggunakan perintah lsblk. Multipath device ini nantinya dapat digunakan apabila kita ingin menambahkan storage device baru pada menu Datacenter> Storage.

Namun, sebelum dapat ditambahkan pada menu Datacenter> Storage, kita perlu atur atau konfigurasi terlebih dahulu PV (Physical Volume) dan VG (Volume Group) nya.

PV dan VG

Physical Volume (PV) merupakan blok dasar penyimpanan. Dapat berupa disk fisik, LUN dari SAN, maupun multipath device. Sedangkan Volume Group (VG) adalah gabungan dari beberapa PV menjadi satu pool. Di dalam VG, nantinya kita dapat membuat Logical Volume (LV) yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan (disk dari VM, container, ataupun data lain).

image host

Setelah PV dan VG di-set, kita dapat menambahkan storage baru dari menu Datacenter> Storage> Add Storage> LVM.

Penutup

Multipath merupakan salah satu komponen yang penting dalam perancangan storage yang andal di Proxmox VE. Multipath memungkinkan akses storage jadi redundan, kegagalan pada salah satu path tidak mengakibatkan sistem langsung crash, dan konsep multipath juga ideal untuk digunakan pada production environment.

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Manajemen Jaringan Menggunakan nmcli
  • Perbedaan Renewal dan Reissue pada Sertifikat SSL
  • Cockpit, Web Interface untuk Monitoring dan Manajemen Linux
  • RustDesk

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme