Hai semuanya, apa kabar? Pada tulisan sebelumnya kita sudah bahas secara singkat apa itu konsep multipath di Proxmox VE.. Kali ini kita akan pelajari bagaimana implementasinya di Proxmox VE.
Konsep Dasar
Misalnya kita memiliki SAN storage yang akan digunakan sebagai media penyimpanan Proxmox VE da memiliki lebih dari satu koneksi ke storage tersebut. Sistem akan melihat storage tersebut seolah-olah sebagai beberapa disk yang berbeda. Konsep multipath akan menggabungkan beberapa disk tersebut ke satu logical device saja. Sehingga sistem akan melihatnya sebagai satu disk yang memiliki beberapa jalur.

Contoh Skenario
Misalnya SAN storage berada di alamat IP 10.10.10.50, Proxmox memiliki dua koneksi ke storage dan menampilkan LUN yang sama melalui dua path yang berbeda. Kita akan lakukan konfigurasi untuk menggabungkan dua jalur/path tersebut menjadi satu multipath device yang nantinya akan digunakan untuk LVM pada Proxmox.
Instalasi Multipath
Konfigurasi multipath tidak dapat dilakukan apabila kita belum memiliki tool-nya yaitu multipath-tools. Kita bisa melakukan instalasi tool tersebut dengan perintah berikut:
apt update
apt install multipath-tools
Pastikan Proxmox memiliki akses ke internet/repositori
Apabila tool tersebut sudah selesai diunduh, aktifkan dan jalankan service-nya.
systemctl enable multipathd
systemctl start multipathd
systemctl status multipathd
Konfigurasi Multipath
File konfigurasinya terletak di /etc/multipath.conf . Buka file tersebut. Di bawah ini merupakan contoh konfigurasinya:
defaults {
user_friendly_names yes
}
blacklist {
devnode "^sd[a-z]"
}
Simpan file dan restart service-nya.
systemctl restart multipathd
Cek Storage
Pastikan storage device sudah terdeteksi. Dapat menggunakan perintah lsblk untuk pengecekannya. Apabila storage memiliki dua jalur, biasanya akan terlihat pada console berupa dua disk yang identik ukurannya. Misalnya terlihat sebagai /dev/sdc & /dev/sdd
Verifikasi Multipath
Gunakan perintah berikut untuk memastikan apakah multipath sudah bekerja atau belum:
multipath -ll
Apabila berhasil,output-nya akan menampilkan sesuatu seperti hasil di bawah ini:
mpatha (360014056abcdef12345678900001) dm-2
size=500G features='1 queue_if_no_path' hwhandler='0' wp=rw
|-+- policy='round-robin 0' prio=10 status=active
| |- 2:0:0:1 sdc 8:32 active ready running
| `- 3:0:0:1 sdd 8:48 active ready running
Dari contoh hasil di atas:
- Multipath device sudah berhasil dibuat dengan nama
mpatha. - Ada dua path yang aktif (
sdc & sdd). - Status
active ready running.
Hasil tersebut mengindikasikan multipath siap untuk digunakan.
Integrasi Multipath di Proxmox VE
Setelah multipath device terbentuk, biasanya akan muncul dengan tanda seperti /dev/mapper/mpatha apabila dicek menggunakan perintah lsblk. Multipath device ini nantinya dapat digunakan apabila kita ingin menambahkan storage device baru pada menu Datacenter> Storage.
Namun, sebelum dapat ditambahkan pada menu Datacenter> Storage, kita perlu atur atau konfigurasi terlebih dahulu PV (Physical Volume) dan VG (Volume Group) nya.
PV dan VG
Physical Volume (PV) merupakan blok dasar penyimpanan. Dapat berupa disk fisik, LUN dari SAN, maupun multipath device. Sedangkan Volume Group (VG) adalah gabungan dari beberapa PV menjadi satu pool. Di dalam VG, nantinya kita dapat membuat Logical Volume (LV) yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan (disk dari VM, container, ataupun data lain).
Setelah PV dan VG di-set, kita dapat menambahkan storage baru dari menu Datacenter> Storage> Add Storage> LVM.
Penutup
Multipath merupakan salah satu komponen yang penting dalam perancangan storage yang andal di Proxmox VE. Multipath memungkinkan akses storage jadi redundan, kegagalan pada salah satu path tidak mengakibatkan sistem langsung crash, dan konsep multipath juga ideal untuk digunakan pada production environment.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.
