Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Proxmox Multipath – Solusi Andal Mengakses Storage

Posted on 13/01/2026 by Zaidan

image host
Hai semuanya, apa kabar? Kali ini kita akan eksplor sesuatu yang.. bagi saya juga masih bisa dibilang baru sih. Yaitu Proxmox Multipath. Fitur ini bukanlah fitur basic, namun fitur yang krusial dan digunakan pada lingkungan produksi. Multipath adalah konsep untuk membuat satu storage dapat diakses dari banyak jalur/path. Ada beberapa tujuan mengapa multipath diterapkan:

  • Redundancy. Apabila satu jalur ke penyimpanan mati atau mengalami gangguan, misalnya karena kabel putus, interface yang rusak, perangkat (misalnya switch) mati, Proxmox masih dapat menggunakan jalur lain untuk mengakses storage.
  • Load Balancing. Multipath juga dapat digunakan untuk membagi beban I/O lewat beberapa path, meningkatkan throughput dan diharapkan hal tersebut dapat membuat akses ke storage lebih lancar/stabil.

Istilah yang Berkaitan dengan Multipath

–LUN – Logical Unit Number. Merupakan “virtual disk” yang diberikan oleh SAN. Jadi, satu storage SAN yang besar dapat dibagi menjadi beberapa LUN.
WWID/WWIN*. Merupakan kode unik untuk identifikasi LUN.
Path. Merupakan jalur dari Proxmox ke LUN. Misalnya 1 NIC berarti 1 path, 2 NIC beda network berarti 2 path. Memiliki lebih banyak path artinya bisa lebih aman.

Penggunaan di Proxmox

Multipath digunakan apabila kita menggunakan storage yang terhubung melalui iSCSI, fibre channel, atau SAS-direct attached. Penggunaan multipath, “menganggap” storage terhubung langsung/direct dan digunakan sebagai redundansi.

Tapi kalau kita pakai NFS/CIFS, cara kerjanya seperti file sharing, sehingga multipath tidak dapat digunakan pada storage dengan jenis ini.

  • Server Proxmox VE melihat banyak block device untuk satu LUN. Misalnya:
    • /dev/sdb
    • /dev/sdc

      Padahal keduanya merupakan LUN yang sama, namun beda jalur.

  • Apabila kita langsung gunakan device tersebut (misalnya sdb), hal tersebut berisiko atau bahkan berbahaya. Misalnya saat path ke sdb-nya mati.
  • Maka dari itu, kita lakukan konfigurasi multipath dengan menggunakan multipath-tools. Fungsinya adalah:
    • Untuk mengecek WWID tiap disk
    • Menggabungkan beberapa disk menjadi satu multipath device (biasanya akan muncul sebagai /dev/mapper/mpathX).
    • Bertugas sebagai pengatur jalur mana yang aktif dan jalur mana yang standby, dan otomatis melakukan failover apabila ada path yang mati.

Kita tinggal pakai satu multipath device saja.

Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Manajemen Jaringan Menggunakan nmcli
  • Perbedaan Renewal dan Reissue pada Sertifikat SSL
  • Cockpit, Web Interface untuk Monitoring dan Manajemen Linux
  • RustDesk

Kategori

  • Asciidoc
  • Docker
  • IT
  • jaringan
  • Kuliah/Catatan Kuliah
  • Linux
  • Mail Server
  • Makanan/Minuman
  • Nakivo
  • Personal life/opinion
  • Proxmox
  • RedHat
  • Sepeda
  • SSL
  • Uncategorized
  • Vinchin
  • VM/Container
  • VMWare
  • Windows
  • XCP-ng

Arsip blog

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023

© 2026 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme